Ad Placeholder Image

8 Khasiat Kulit Manggis yang Direbus untuk Kesehatan

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

“Terdapat beberapa khasiat mengonsumsi kulit manggis yang direbus bagi kesehatan. Salah satunya seperti menurunkan kadar gula darah pada tubuh karena manggis mengandung senyawa inhibitor alpha-amylase.

8 Khasiat Kulit Manggis yang Direbus untuk Kesehatan8 Khasiat Kulit Manggis yang Direbus untuk Kesehatan

DAFTAR ISI


Buah manggis (Garcinia mangostana) sering dijuluki sebagai “ratu buah tropis” karena rasanya yang manis, asam, dan menyegarkan. Namun, tahukah kamu bahwa bagian yang paling kaya akan khasiat medis justru bukan terletak pada daging buahnya, melainkan pada kulitnya? Ya, kulit manggis yang berwarna ungu kemerahan itu menyimpan segudang manfaat yang telah lama diakui dalam pengobatan tradisional, khususnya di wilayah Asia Tenggara.

Di Indonesia, kesadaran masyarakat akan pentingnya pengobatan herbal dan kembali ke alam (back to nature) semakin meningkat. Kulit manggis menjadi salah satu primadona dalam dunia herbal karena kandungan antioksidannya yang sangat tinggi. Senyawa bioaktif utama yang menjadi kunci dari segala manfaat ini adalah xanthone. Berkat senyawa ini, kulit manggis tidak hanya dianggap sebagai limbah buah, melainkan diekstrak menjadi berbagai bentuk suplemen dan obat herbal yang bernilai tinggi.

Dengan maraknya produk berbahan dasar ekstrak manggis di pasaran, wajar jika banyak masyarakat yang masih bertanya-tanya, sebenarnya kulit manggis untuk obat apa? Apakah benar ekstrak ini bisa mengatasi berbagai penyakit kronis, atau sekadar suplemen pemelihara kesehatan biasa? Memahami fungsi spesifik dan indikasi dari bahan alami ini sangat penting agar kamu bisa memanfaatkannya dengan aman dan efektif.

Nah, mau tahu apa saja khasiat medis dari ekstrak alami yang satu ini? Berikut ulasan lengkap mengenai fungsi kulit manggis sebagai obat dan bagaimana cara kerjanya di dalam tubuh!

Kulit Manggis untuk Obat Apa Saja?

Dalam dunia medis dan farmakologi herbal, kulit manggis diklasifikasikan sebagai agen antioksidan, antiinflamasi (antiradang), dan antimikroba alami. Berikut adalah penjelasan mengenai berbagai kondisi kesehatan yang dapat dibantu pengobatannya menggunakan kulit manggis:

1. Obat Alami untuk Peradangan (Antiinflamasi)

Peradangan adalah respons alami tubuh terhadap cedera atau infeksi. Namun, peradangan kronis dapat memicu berbagai penyakit mematikan seperti penyakit jantung, kanker, dan rheumatoid arthritis. Kulit manggis mengandung senyawa alpha-mangostin dan gamma-mangostin yang terbukti secara klinis mampu menghambat produksi enzim COX-2 (siklooksigenase-2), yaitu enzim yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit. Cara kerjanya sangat mirip dengan obat antiinflamasi non-steroid (OAINS), namun dengan risiko efek samping pada lambung yang jauh lebih rendah. Oleh karena itu, kulit manggis sering digunakan sebagai obat alternatif untuk meredakan nyeri sendi, radang tenggorokan, dan pembengkakan.

2. Membantu Mengontrol Gula Darah (Diabetes Tipe 2)

Kulit manggis kerap dicari sebagai obat herbal untuk penderita diabetes. Kandungan xanthone di dalam kulit manggis dan serat yang ada di dalamnya berfungsi untuk menstabilkan kadar glukosa dalam darah. Studi menunjukkan bahwa ekstrak kulit manggis dapat meningkatkan resistensi insulin, sehingga sel-tubuh dapat menyerap glukosa dengan lebih efisien. Selain itu, sifat antioksidannya membantu melindungi pankreas (organ penghasil insulin) dari kerusakan akibat stres oksidatif yang sering terjadi pada penderita diabetes jangka panjang.

3. Mengatasi Gangguan Pencernaan (Diare dan Disentri)

Sebelum ilmu kedokteran modern berkembang pesat, masyarakat tradisional merebus kulit manggis kering untuk mengobati diare kronis dan disentri. Secara farmakologis, hal ini sangat masuk akal karena kulit manggis kaya akan senyawa tanin. Tanin adalah polifenol yang memiliki efek astringen, yakni mampu menyusutkan jaringan usus dan mengurangi sekresi cairan, sehingga feses menjadi lebih padat. Selain itu, sifat antibakteri pada kulit manggis ampuh melawan bakteri patogen di saluran cerna seperti Escherichia coli.

4. Membantu Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat

Penyakit kardiovaskular sering kali bermula dari penumpukan plak kolesterol di pembuluh darah (aterosklerosis). Kulit manggis dapat bertindak sebagai obat penurun profil lipid alami. Ekstrak kulit manggis bekerja dengan cara mencegah oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat). Kolesterol LDL yang tidak teroksidasi lebih mudah dibuang dari aliran darah dan tidak menempel pada dinding arteri. Ini menjadikan suplemen kulit manggis sangat baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah hipertensi.

5. Pengobatan untuk Infeksi Kulit dan Jerawat

Sifat antibakteri dan antimikroba yang kuat menjadikan ekstrak kulit manggis efektif untuk mengatasi masalah kulit. Senyawa aktifnya terbukti ampuh melawan bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis, yaitu dua bakteri utama penyebab peradangan jerawat. Selain jerawat, ekstrak ini juga sering dijadikan bahan aktif dalam salep atau krim untuk mengobati eksim, infeksi jamur ringan, serta mempercepat penyembuhan luka terbuka berkat kemampuannya memicu regenerasi sel.

6. Terapi Pendamping untuk Kanker

Meskipun bukan obat utama penyembuh kanker, kulit manggis mendapat perhatian besar dalam onkologi sebagai terapi pendamping (adjuvan). Banyak studi in vitro menunjukkan bahwa xanthone mampu memicu apoptosis (kematian sel terprogram) pada sel kanker usus besar, payudara, dan leukemia. Ekstrak ini mencegah proliferasi atau penyebaran sel ganas tanpa merusak sel-sel tubuh yang normal. Namun, penggunaannya pada pasien kanker wajib di bawah pengawasan medis secara ketat.

Faktor Risiko dan Perhatian Penggunaan Kulit Manggis
  1. Risiko Pendarahan: Kandungan aktif dalam kulit manggis dapat memperlambat proses pembekuan darah. Hindari konsumsi ekstrak ini setidaknya 2 minggu sebelum jadwal operasi bedah.
  2. Interaksi Obat: Kulit manggis berisiko berinteraksi dengan obat pengencer darah (seperti warfarin) dan beberapa jenis obat kemoterapi, sehingga dapat mengubah efektivitas obat tersebut.
  3. Kondisi Khusus: Ibu hamil, ibu menyusui, dan penderita gangguan fungsi ginjal sebaiknya menghindari konsumsi ekstrak manggis dosis tinggi karena data keamanan jangka panjang pada kelompok ini masih sangat terbatas.

Kandungan Senyawa Aktif dalam Kulit Manggis

Untuk memahami sepenuhnya bagaimana kulit manggis bekerja sebagai obat, kita perlu membedah anatomi senyawanya. Secara farmakologi, kulit buah manggis mengandung setidaknya 40 jenis senyawa turunan xanthone. Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi di alam dibandingkan dengan sumber botani lainnya.

Berikut adalah beberapa agen aktif utamanya:

  • Alpha-mangostin: Merupakan turunan xanthone yang paling dominan. Fungsi utamanya adalah sebagai antioksidan super, penangkal radikal bebas, dan agen pelindung saraf (neuroprotektif).
  • Gamma-mangostin: Berperan spesifik sebagai agen antiinflamasi yang menekan jalur COX-1 dan COX-2, sangat efektif untuk meredakan nyeri dan pembengkakan.
  • Polifenol dan Tanin: Berfungsi sebagai antimikroba, antivirus ringan, dan pelindung sistem pencernaan (gastroprotektif).
  • Antosianin: Pigmen alami yang memberikan warna ungu pekat pada kulit manggis, berfungsi menyehatkan pembuluh darah kapiler dan melindungi fungsi penglihatan mata.

Cara Mengolah dan Mengonsumsi Kulit Manggis Secara Alami

1. Metode Rebusan Tradisional

Cara tertua dan paling ekonomis adalah dengan merebus kulit manggis kering. Kamu bisa membersihkan kulit manggis segar, potong kecil-kecil, lalu jemur di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Ambil segenggam kulit manggis kering, rebus dengan 3-4 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Air rebusan ini biasanya terasa sangat pahit dan sepat karena kandungan taninnya. Kamu bisa menambahkan sedikit madu murni untuk menetralisir rasa pahit tersebut.

2. Konsumsi Berupa Suplemen Ekstrak

Saat ini, cara paling aman dan terukur adalah dengan mengonsumsi ekstrak kulit manggis dalam bentuk kapsul, kaplet, atau sirup herbal yang sudah distandardisasi. Produk komersial yang telah memiliki izin BPOM memastikan bahwa dosis xanthone yang kamu konsumsi tepat dan terhindar dari kontaminasi jamur atau bakteri yang kerap terjadi pada proses penjemuran tradisional. Jika kamu mengalami keluhan kesehatan yang tidak kunjung membaik atau ragu dengan takaran dosis herbal, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Studi Mengenai Khasiat Kulit Manggis

Food and Chemical Toxicology Journal menerbitkan studi komprehensif terkait Garcinia mangostana yang mengonfirmasi bahwa alpha-mangostin memiliki spektrum luas sebagai agen anti-kanker, anti-inflamasi, dan antimikroba. Studi in vivo menunjukkan bahwa senyawa ini dapat menembus sawar darah-otak secara terbatas, memberikan harapan baru untuk pengelolaan penyakit neurodegeneratif di masa depan.

Selain itu, riset dari Journal of Ethnopharmacology pada tahun 2018 memvalidasi praktik kuno Asia Tenggara dengan menemukan bahwa ekstrak metanol dari kulit manggis sangat mematikan bagi bakteri penyebab disentri dan kolera, membuktikan bahwa kearifan lokal medis selaras dengan penemuan sains modern.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
PubMed Central (NIH). Diakses pada 2024. Biological Activities and Bioavailability of Mangosteen Xanthones: A Critical Review of the Current Evidence.
Healthline. Diakses pada 2024. 11 Health Benefits of Mangosteen (And How to Eat It).
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Antioxidants: In Depth.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pemanfaatan Obat Tradisional dan Herbal di Indonesia.
WebMD. Diakses pada 2024. Mangosteen – Uses, Side Effects, and More.

FAQ

1. Kulit manggis untuk obat apa saja dalam kehidupan sehari-hari?

Dalam keseharian, kulit manggis sering digunakan sebagai suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh, meredakan nyeri radang sendi, menstabilkan gula darah, mengatasi diare kronis, dan menurunkan kadar kolesterol jahat berkat tingginya senyawa antioksidan xanthone.

2. Apakah air rebusan kulit manggis aman diminum setiap hari?

Minum rebusan kulit manggis setiap hari dalam jumlah sedang (1 gelas per hari) umumnya aman bagi orang sehat. Namun, konsumsi jangka panjang tanpa jeda bisa memberatkan kerja ginjal dan berisiko memicu sembelit karena kandungan tanin yang tinggi.

3. Bagaimana reaksi kulit manggis jika diminum bersama obat medis?

Kulit manggis dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat, terutama obat pengencer darah (seperti warfarin atau aspirin) yang dapat meningkatkan risiko pendarahan. Ekstrak ini juga bisa memengaruhi obat diabetes dengan menurunkan gula darah terlalu drastis (hipoglikemia).

4. Apakah suplemen ekstrak manggis boleh diberikan pada anak-anak?

Sebaiknya hindari pemberian suplemen ekstrak manggis konsentrasi tinggi pada anak-anak tanpa rekomendasi dari dokter anak. Hal ini karena organ pencernaan dan ginjal anak-anak masih dalam tahap perkembangan sehingga lebih sensitif terhadap dosis senyawa bioaktif yang kuat.