Ad Placeholder Image

Aborsi: Fakta Medis dan Penjelasan Lengkap

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Enrico Hervianto SpOG   24 September 2025

Aborsi adalah prosedur medis untuk mengakhiri kehamilan berdasarkan alasan medis maupun kondisi tertentu.

Aborsi: Fakta Medis dan Penjelasan LengkapAborsi: Fakta Medis dan Penjelasan Lengkap

DAFTAR ISI


Pembahasan tentang aborsi adalah hal yang sensitif, tetapi penting untuk dipahami dari sisi medis. 

Bukan hanya karena aborsi berkaitan dengan etika dan hukum, tetapi juga karena prosedur ini kadang diperlukan untuk menyelamatkan nyawa ibu. 

Aborsi bisa terjadi secara alami (spontan) atau dilakukan melalui prosedur medis.

Aborsi Adalah Apa?

Secara medis, aborsi adalah penghentian kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Aborsi terbagi menjadi dua:

  1. Aborsi spontan (miscarriage)
    Terjadi secara alami tanpa intervensi medis. Biasanya karena kelainan kromosom, infeksi, atau masalah kesehatan ibu.
  2. Aborsi terinduksi (induced abortion)
    Prosedur medis untuk mengakhiri kehamilan atas indikasi tertentu, misalnya kondisi medis ibu atau janin yang mengancam keselamatan.

Dalam konteks hukum dan etika, praktik aborsi berbeda-beda di setiap negara. Karena itu, penting memahami definisi medisnya tanpa mengabaikan regulasi setempat.

Kapan Aborsi Diperlukan Secara Medis?

Dalam dunia medis, aborsi adalah prosedur yang bisa dianjurkan untuk alasan berikut:

  • Kondisi kesehatan ibu berisiko tinggi, misalnya gagal jantung, preeklamsia berat, atau perdarahan.
  • Janin mengalami kelainan berat, sehingga tidak dapat bertahan hidup setelah lahir.
  • Infeksi serius dalam kandungan yang membahayakan keselamatan ibu.
  • Kehamilan ektopik, yaitu janin berkembang di luar rahim (misalnya tuba falopi).

Tujuan utama aborsi medis adalah melindungi kesehatan ibu serta mencegah komplikasi yang lebih parah.

Bagaimana Cara Kerja Aborsi dalam Dunia Medis?

Ada dua metode utama dalam prosedur aborsi medis:

  1. Aborsi medis (menggunakan obat)
    Dilakukan dengan obat tertentu untuk merangsang kontraksi dan mengeluarkan isi rahim. Biasanya efektif pada usia kehamilan dini.
  2. Aborsi bedah
    Menggunakan prosedur medis seperti aspirasi vakum atau dilatasi dan kuretase (D&C) untuk mengangkat jaringan kehamilan dari rahim.

Kedua prosedur ini hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis berkompeten di fasilitas kesehatan resmi untuk menghindari komplikasi.

Apa Perbedaan Aborsi Medis dan Spontan?

Banyak orang masih bingung antara aborsi medis dan aborsi spontan. Berikut perbedaannya:

  • Aborsi spontan: terjadi alami tanpa intervensi; sering disebut keguguran.
  • Aborsi medis: dilakukan atas indikasi medis dengan obat atau prosedur bedah.
  • Aborsi legal vs ilegal: aborsi legal dilakukan di fasilitas medis dengan pengawasan dokter, sementara aborsi ilegal berisiko tinggi menimbulkan komplikasi.

Mengalami masalah selama kehamilan? Saatnya Konsultasi ke Dokter Spesialis Obgyn di Halodoc berikut ini.

Risiko dan Efek Samping Aborsi

Seperti prosedur medis lainnya, aborsi adalah tindakan yang memiliki risiko. Eefek samping yang bisa muncul meliputi:

  • Perdarahan ringan hingga sedang.
  • Kram perut akibat kontraksi rahim.
  • Mual, muntah, atau diare jika dilakukan dengan obat.
  • Infeksi rahim jika prosedur tidak steril.
  • Risiko psikologis seperti stres, rasa bersalah, atau depresi.

Itu sebabnya, pendampingan medis dan psikologis sangat penting dalam prosedur aborsi.

Ketahui lebih dalam mengenai Apa Itu Keguguran? Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya di sini.

Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi agar Terhindar dari Risiko Aborsi

Meski aborsi kadang tak terhindarkan, kamu bisa menjaga kesehatan reproduksi agar risiko kehamilan bermasalah lebih rendah:

  • Rutin periksa kesehatan sebelum hamil: deteksi dini kondisi medis yang bisa berisiko.
  • Konsumsi nutrisi lengkap: perbanyak asam folat, zat besi, dan vitamin D untuk mendukung kehamilan sehat.
  • Hindari alkohol dan rokok: dua faktor yang sangat berhubungan dengan keguguran.
  • Kontrol penyakit kronis: seperti diabetes atau hipertensi.
  • Gunakan kontrasepsi jika belum siap hamil, untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.

Ketahui informasi lain mengenai Alat Kontrasepsi – Manfaat, Jenis, dan Efek Sampingnya berikut ini.

Kesimpulan

Singkatnya, aborsi adalah prosedur medis untuk mengakhiri kehamilan, baik karena kondisi medis maupun alasan lain yang diatur hukum. 

Aborsi bisa terjadi spontan (keguguran) atau dilakukan secara terinduksi dengan metode medis.

Jika kamu memiliki risiko atau gejala yang berkaitan dengan kehamilan bermasalah, jangan melakukan diagnosis atau tindakan sendiri. 

Jangan ragu untuk menghubungi dokter spesialis kandungan di Halodoc jika punya pertanyaan seputar masalah kehamilan.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Miscarriage and Abortion Care.
National Health Service UK. Diakses pada 2025. Abortion: Overview.
Healthline. Diakses pada 2025. Abortion: What to Expect.
WebMD. Diakses pada 2025. Understanding Abortion.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2025. Abortion Care Guidelines.