• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Cara Efektif Mengatasi Biduran Tanpa Obat?

Adakah Cara Efektif Mengatasi Biduran Tanpa Obat?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Biduran adalah reaksi kulit yang memicu gatal dan bengkak ataupun bercak berukuran variasi. Kondisi kulit ini biasanya dipicu oleh makan makanan tertentu ataupun berada di lingkungan dengan suhu panas atau dingin. 

Biasanya pengobatan untuk biduran adalah dengan mengonsumsi obat antihistamin. Adakah cara efektif mengatasi biduran tanpa obat? Informasi selengkapnya mengenai penanganan kondisi biduran bisa dibaca di sini!

Baca juga: Ini Jenis-Jenis Biduran yang Perlu Diketahui

Penanganan Biduran Tanpa Obat

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, biduran bisa ditangani tanpa mengonsumsi obat. Bagaimana caranya? 

1. Menghindari Pemicu

Ini bisa termasuk makanan, obat-obatan, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, lateks, dan sengatan serangga. Jika menurutmu obat yang kamu gunakan menyebabkan ruam, hentikan penggunaan dan hubungi segera dokter. 

2. Gunakan Kain Lap Dingin

Menutupi area yang terkena dengan waslap dingin dapat membantu menenangkan kulit dan mencegah goresan.

3. Mandi Air Dingin 

Mandi air dingin dapat membantu memberikan kelegaan karena gatal yang disebabkan oleh biduran. Beberapa orang mungkin juga mendapat manfaat dari mandi dengan air dingin yang ditaburi soda kue atau bubuk oatmeal.

4. Kenakan Pakaian Katun Longgar Bertekstur Halus

Hindari memakai pakaian yang kasar, ketat, gatal atau berbahan wol. Jenis pakaian tertentu membantu kamu terhindar dari iritasi kulit.

5. Hindari Sinar Matahari

Saat berada di luar ruangan, carilah tempat teduh untuk membantu meredakan ketidaknyamanan karena biduran.

Baca juga: Benarkah Biduran Bisa Menular? Ini Faktanya

Butuh rekomendasi profesional medis untuk menangani kondisi biduran tanpa obat? Tanyakan saja langsung ke Halodoc. Kamu bisa menanyakan masalah kesehatan apapun ke Halodoc dan dokter terbaik di bidangnya akan memberikan solusi. Caranya mudah, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bahkan bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Kondisi Biduran Parah Harus Mendapat Penanganan Medis

Biduran menyebabkan gatal, tetapi bisa juga terasa terbakar atau perih. Biduran bisa muncul di mana saja di tubuh, termasuk wajah, bibir, lidah, tenggorokan, atau telinga, serta bertahan selama berjam-jam atau satu hari sebelum akhirnya memudar.

Kalau bengkak dan kamu alami berlokasi di area tenggorokan, lidah, atau paru-paru, ini dapat menyumbat saluran udara, sehingga menyebabkan kesulitan bernapas dan bisa mengancam nyawa.

Baca juga: Apa Bedanya Biduran Akut dengan Biduran Kronis?

Ada beberapa tanda ataupun gejala yang menunjukkan kalau ruammu adalah kondisi berbahaya, yaitu:

1. Ruam disertai demam atau nyeri yang bisa jadi merupakan tanda dari serangan infeksi.

2. Jika ruam mengalami lecet dengan luka melepuh yang tidak dapat dijelaskan, ada kemungkinan kamu terkena tanaman beracun ataupun bisa jadi herpes zoster.

3. Apakah ruam yang kamu alami tidak kunjung sembuh walaupun sudah mengonsumsi obat antihistamin ataupun krim hidrokortison, itu bisa jadi kondisi biduranmu cukup serius.

4. Kalau ruam disertai memar ataupun bengkak yang tidak normal. Bila dibiarkan, ini bisa jadi menghalangi jalannya aliran darah.

5. Kalau ruam mengeluarkan cairan berupa kotoran berwarna atau bau tak sedap, ini juga merupakan tanda adanya infeksi.

6. Apakah ruam muncul dan menyebar dengan cepat? Ini bisa jadi reaksi alergi terhadap obat atau makanan. Cari pertolongan medis segera jika sulit bernapas.

7. Apakah bentuk ruamnya melingkar? Ini bisa jadi pertanda penyakit Lyme.

8. Apakah kamu mengalami perubahan warna kulit atau perubahan tekstur kulit? Kulit yang menguning bisa mengindikasikan penyakit hati. Pengerasan dan penggelapan kulit bisa menjadi tanda diabetes.

Memang ruam biduran bisa diobati dengan pengobatan rumahan, tetapi ada beberapa kondisi yang perlu penanganan medis. Waspadai tanda-tanda tersebut untuk menghindari komplikasi lebih serius. Yuk, pastikan kesehatanmu bersama Halodoc!



Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Hives and Your Skin.
Keck Medicine of USA. Diakses pada 2020. Is Your Skin Rash a Sign of Something More Serious?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hives and Angioedema.