• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Cara untuk Mendeteksi Kusta Sejak Dini?

Adakah Cara untuk Mendeteksi Kusta Sejak Dini?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Kusta atau lepra adalah penyakit gegara infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan. Berbicara penyakit kusta di Indonesia, ada satu hal yang perlu dipahami. Menurut keterangan dari Kementerian Kesehatan RI (2019), Indonesia adalah negara penyumbang ke-3 penyakit kusta di dunia. 

Pertanyaannya, adakah cara mendeteksi kusta sejak dini?

Baca juga: Jangan Dijauhi, Pengidap Kusta Bisa Sembuh Tuntas 

Cara Mendeteksi Penyakit Kusta

Bagaimana sih cara mendeteksi kusta sejak dini? Menurut ketua Kelompok Studi Morbus Hansen Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, terdapat tiga cara untuk mendeteksi kusta atau hanya sekadar biduran, panu, atau eksim. 

Dua cara pertama bisa kamu lakukan secara mandiri, sedangkan cara ketiga dapat dilakukan oleh petugas medis. Nah, berikut cara mendeteksi kusta yang bisa dilakukan: 

1.Peka Rasa dan Suhu

Cara mendeteksi kusta yang satu ini terbilang simpel. Pertama-tama ambilah kapas dan pilin kapas tersebut. Selanjutnya, sentuhkan kapas yang telah dipilih pada bagian tubuh yang terdapat bercak-bercak. Andaikan kamu tidak merasakan apa pun, maka kemungkinan besar itu adalah kusta. 

Namun, bila kamu ragu atas sentuhan tersebut, lakukan konfirmasi dengan membedakan dua suhu. Suhu yang digunakan, yaitu berkisar 40 derajat Celcius dan suhu kamar sekitar 27-30 derajat Celcius. Bila tidak memiliki alat tes suhu, bisa menggunakan tabung kaca yang biasa dipakai di laboratorium. Isi tabung tersebut dengan suhu hangat dan dingin.

Nah, kalau tidak bisa membedakannya, maka bisa dipastikan adanya gangguan saraf. Namun, kamu masih perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah kondisi tersebut gangguan saraf kusta atau tidak. 

2.Raba Bagian Saraf Tepi

Cara mendeteksi kusta bisa dengan dengan meraba bagian saraf tepi. Cara ini digunakan bila tidak terdapat kelainan pada kulit. Pengidap kusta biasanya mengalami pembesaran saraf yang dibarengi dengan gangguan sensibilitas, atau gangguan rasa pada arena yang yang dipersarafi oleh saraf tersebut. 

Baca juga: Ketahui 3 Jenis Kusta dan Gejala yang Dialami Oleh Pengidapnya

Saraf yang bisa diamati adalah saraf ulnaris. Saraf ini menjalar mulai dari siku hingga jari bagian kelingking dan jari manis. Nah, periksalah dengan meraba saraf pada siku dan alirannya hingga ke kedua jemari. 

Meski tak ada bercak apa pun, tapi bila saat diraba ternyata saraf membesar dan area lengan bawah hingga jari kelingking serta jari manis mati rasa, maka itu sudah cukup untuk mendiagnosis adanya kusta

3.Mencari Bakterinya

Cara mendeteksi kusta bisa dengan langsung mencari bakteri penyebabnya di dalam tubuh. Andaikan hasil pemeriksaan menunjukkan positif, maka jelas kulit yang mengalami kelainan adalah gejala kusta. Namun, tak semua bakteri penyebab kusta dapat ditemukan, kondisi ini bergantung pada tipe kusta yang diidap seseorang.

Andaikan pasien mengidap tipe kusta pausibasiler (PB), maka sulit untuk menemukan bakterinya. Bakteri pada kusta jenis ini bisa dimusnahkan oleh sistem kekebalan tubuh yang baik. Namun, bila pasien mengidap kusta tipe multibasiler (MB), maka bakteri dapat ditemukan.

Selain tiga hal di atas, cara mendeteksi kuta bisa melalui gejala-gejala yang munculnya. Menurut keterangan Kemenkes RI, gejala kusta bisa berupa kulit yang ditandai dengan bercak putih maupun bercak merah dan mati rasa, kadang berupa benjolan-benjolan di lengan, wajah, badan, dan telinga. 

Baca juga: Jangan Salah Kaprah, Begini Cara Penularan Kusta yang Harus Dipahami

Sementara itu, pada saraf tepi ditandai dengan mati rasa pada area telapak tangan dan atau telapak kaki yang mengalami kerusakan saraf, kelumpuhan di tangan dan kaki, kering, dan tidak berkeringat.

Nah, segera temui dokter bila mengalami gejala atau keluhan di atas. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa membeli obat atau vitamin untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Sangat praktis, bukan? 

Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2021. Waspada Kusta, Kenali Cirinya
WHO. Diakses pada 2021. Leprosy
Kompas.com. Diakses pada 2021. 3 Cara Mudah Mendeteksi Dini Kusta agar Tidak Sampai Cacat