Jangan Dijauhi, Pengidap Kusta Bisa Sembuh Tuntas

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
pengidap kusta, memperingati hari kusta

Halodoc, Jakarta - Memperingati Hari Kusta Sedunia pada 2019 ini, yuk sama-sama kita menghapus stigma kusta. Hilangkan juga diskriminasi terhadap pengidap kondisi ini. Seperti yang diketahui, pengidap kusta memang sering sekali dikucilkan oleh lingkungan sekitar. Pengidap kusta ini bisa sembuh tuntas, lho! Yuk, simak penjelasan selengkapnya di sini!

Baca juga: 5 Alasan Kesehatan yang Mengakibatkan Amputasi

Apa Itu Kusta?

Kusta merupakan infeksi kulit kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Leprae. Kusta atau yang bisa disebut dengan lepra ini menyerang saraf tepi, sistem saraf perifer, kulit, selaput lendir pada saluran pernapasan, dan mata. Kusta merupakan salah satu penyakit yang ditakuti, karena dapat menyebabkan kecacatan, luka borok pada kulit, kerusakan saraf, melemahnya otot, mati rasa, bahkan mutilasi. Bakteri penyebab kusta membutuhkan waktu 6 bulan sampai 40 tahun untuk berkembang di dalam tubuh.

Apa Saja Gejala yang Ditimbulkan oleh Kusta?

Gejala akan timbul setelah 1-20 tahun setelah seseorang terinfeksi. Gejala yang timbul pada pengidap kusta, antara lain:

  • Bulu mata rontok.

  • Kulit kering pada daerah yang ditumbuhi oleh rambut atau bulu.

  • Perubahan bentuk pada wajah.

  • Kelumpuhan atau kelemahan otot.

  • Rasa kebal sehingga pengidap kusta tidak menyadari adanya luka. Di samping itu, luka ini akan menjadi borok jika tidak mendapatkan pengobatan.

  • Adanya pembesaran pada saraf tepi, biasanya di sekitar lutut dan siku.

  • Munculnya lepuhan dan ruam pada kulit.

  • Munculnya bisul, tapi tidak terasa sakit.

  • Adanya penurunan berat badan.

  • Ginekomastia, yaitu payudara yang tumbuh membesar pada laki-laki. Kondisi ini dapat terjadi akibat dari gangguan keseimbagan hormon.

  • Mati rasa, baik sensasi terhadap perubahan suhu, sentuhan, tekanan ataupun rasa sakit.

  • Kelemahan otot sampai menyebabkan kelumpuhan, terutama otot kaki dan tangan.

  • Mata menjadi kering dan jarang mengedip, serta dapat menimbulkan kebutaan.

  • Kerusakan pada hidung yang dapat menimbulkan mimisan, hidung tersumbat, atau kehilangan tulang hidung.

Baca juga: 4 Jenis Penyakit Kulit yang Perlu Diwaspadai

Apa yang Menyebabkan Kusta?

Mycobacterium Leprae merupakan penyebab dari kusta. Bakteri ditularkan melalui kontak kulit yang lama dengan pengidap kusta. Bakteri ini juga bisa ditularkan melalui kontak langsung dengan binatang tertentu, seperti simpanse dan armadillo. Beberapa faktor yang dapat memicu seseorang mengidap kondisi ini, antara lain:

  • Tinggal di kawasan endemik kusta.

  • Memiliki kelainan genetik yang dapat berakibat pada sistem kekebalan tubuh.

  • Melakukan kontak fisik dengan hewan penyebar bakteri ini tanpa sarung tangan.

Apa Pengidap Kusta dapat Sembuh Total?

Karena kusta merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, seseorang tidak akan tertular kusta hanya karena bersalaman dengan pengidap, duduk bersebelahan, duduk bersama di meja makan, atau bahkan berhubungan intim dengan pengidap. Kusta juga tidak ditularkan dari ibu ke janin.

Pengidap kusta sering dianggap menyeramkan, bahkan dijauhi oleh lingkungan sekitarnya. Padahal, seiring dengan kemajuan dunia medis, kusta merupakan penyakit yang tergolong mudah diobati. Tujuan utama pengobatan yang dilakukan adalah untuk memutus rantai penularan, mencegah terjadinya kecacatan, menurunkan angka pengidap kusta, dan menyembuhkan.

Pengobatan dilakukan untuk mencapai kesembuhan dan mencegah resistensi dari bakteri penyebab kusta. Obat yang diberikan pada pengidap kondisi ini merupakan kombinasi dari beberapa antibiotik yang disebut dengan Multi Drug Treatment (MDT). Berkat MDT, total kasus kusta di dunia menurun hingga 90 persen. Jadi, jika di sekitarmu ada seseorang pengidap kusta, jangan dijauhi atau dikucilkan, ya! Mereka juga bisa berbaur bersama seperti orang-orang sehat lainnya.

Baca juga: Kenali Impetigo, Infeksi Kulit yang Menular

Punya pertanyaan soal kusta atau masalah kesehatan lainnya? Halodoc bisa jadi solusinya. Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!