• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Pengaruh Puasa Terhadap Kadar Gula Darah?

Adakah Pengaruh Puasa Terhadap Kadar Gula Darah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Puasa diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, termasuk bagi pengidap diabetes. Namun sebelumnya perlu dipahami, tidak semua orang disarankan dan aman menjalani puasa. Pengidap diabetes harus terlebih dahulu membicarakan kondisinya pada dokter dan harus memiliki riwayat gula darah yang terkontrol baru dapat ikut berpuasa.

Berpuasa dikhawatirkan bisa memberi dampak yang tidak baik bagi kesehatan tubuh pengidap diabetes. Namun jangan khawatir, puasa bila dilakukan dengan cara yang sehat sebenarnya dapat membantu memperbaiki berbagai kondisi medis, salah satunya bagi kadar gula darah yang merupakan masalah utama orang dengan diabetes. Lantas, apa pengaruh puasa terhadap kadar gula darah?

Manfaat Berpuasa untuk Pengidap Diabetes

Saat berpuasa, seseorang tidak makan dan minum selama hampir 14 jam, yaitu mulai dari terbitnya fajar hingga terbenam matahari. Agar bisa tetap bertahan, tubuh akan menggunakan gula yang disimpan di dalam hati dan otot untuk menghasilkan energi selama berpuasa. Itulah mengapa saat berpuasa, kadar gilkogen dan glukosa dalam tubuh kamu akan menurun yang memicu tubuh menjadi lemas dan pusing.

Namun, melalui cadangan energi yang berasal dari gula tersebut, tubuh mampu bertahan tanpa asupan makanan dan minuman selama sekitar 8–10 jam. Bila cadangan energi tersebut sudah habis, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi berikutnya. Nah, pembakaran lemak inilah yang akan membuat berat badan berkurang.

Dengan mengurangi atau menjaga berat badan, kadar gula dalam darah pun bisa dikendalikan. Itulah mengapa puasa yang dilakukan secara teratur bisa memberi dampak baik bagi diabetes. Berpuasa secara teratur juga dipercaya dapat mengurangi risiko resistensi insulin yang menjadi pemicu diabetes. Meski demikian, ini masih memerlukan penelitian lebih menyeluruh.

Baca juga: Inilah Manfaat Puasa bagi Pengidap Diabetes

Sebelum memutuskan untuk berpuasa, ada baiknya pengidap juga melakukan pengecekan gula darah secara reguler ke dokter atau rumah sakit. Jika sebelum bulan puasa kadar gula darah terkontrol dengan baik, maka pengidap diperbolehkan puasa. Namun bila tidak, pengidap diabetes dianjurkan jangan berpuasa, karena bisa membuat kadar gula darah menjadi tinggi atau rendah di mana ini merupakan kondisi yang cukup rawan.

Baca juga: Jangan Dipaksa, Ini Bahaya Berpuasa bagi Pengidap Diabetes

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika pengidap diabetes ingin berpuasa, satu hal yang penting adalah jangan pernah melewatkan sahur. Pastikan untuk banyak mengonsumsi makanan yang menghasilkan energi secara lambat yang membuat tubuh kenyang lebih lama, seperti nasi, gandum, kacang-kacangan, dan semolina serta hindari makanan yang asam.

Porsi makan saat puasa juga perlu disesuaikan, yaitu 50 persen saat sahur, 40 persen untuk berbuka puasa, dan 10 persen saat tarawih. Pastikan juga kamu memenuhi kebutuhan cairan saat berpuasa dengan minum air putih yang banyak saat berbuka puasa dan tarawih. Pengidap diabetes tipe 2 juga disarankan tetap aktif berolahraga selama bulan puasa, tetapi durasi dan intensitasnya perlu dikurangi karena aktivitas fisik yang berlebihan bisa menyebabkan hipoglikemia.

Penusukan jarum ke dalam kulit untuk memeriksa kadar gula darah tidak membatalkan puasa. Jadi, kamu enggak perlu khawatir untuk memeriksa kadar gula darah secara teratur selama berpuasa, apalagi bila kamu merasa sakit atau ada gejala dari gula darah rendah atau tinggi. Meski demikian, pengidap diabetes dianjurkan untuk membatalkan puasa bila kadar gula darah kurang dari 70 miligram per desiliter atau lebih dari 300 miligram per desiliter.

Baca juga: 10 Hal yang Harus Diwaspadai jika Diabetesi Ingin Berpuasa

Cari tahu lebih lanjut seputar tips aman berpuasa bagi pengidap diabetes dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Ayo, download Halodoc di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatan selama berpuasa!

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. Can You Fast If You Have Diabetes?
NCBI. Diakses pada 2020. Ramadan and diabetes: As-Saum (The fasting).
Diabetes.org. Diakses pada 2020. Fasting and diabetes.