• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Penyebab Orang Alami Serangan Panik?

Adakah Penyebab Orang Alami Serangan Panik?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Serangan panik alias panic attack adalah kondisi yang bisa muncul kapan saja, bahkan terkadang tiba-tiba. Umumnya, kondisi ini muncul setelah ada hal atau peristiwa yang membuat seseorang merasa panik. Sebenarnya, apa penyebab seseorang bisa mengalami serangan panik? Benarkah ada hal-hal tertentu yang bisa menyebabkan kondisi ini muncul? 

Secara umum, munculnya serangan panik ditandai dengan rasa takut atau gelisah berlebihan yang datang secara tiba-tiba. Gejala dari serangan panik adalah detak jantung yang lebih cepat dari biasanya dan tidak beraturan, napas menjadi pendek, pusing, gemetar, serta otot menjadi tegang. Kondisi tubuh dan pengalaman di masa lalu menjadi hal yang bisa mengakibatkan seseorang mengalami serangan panik. 

Baca juga: Fobia Dapat Sebabkan Gangguan Kecemasan, Ini Alasannya

Faktor Risiko Serangan Panik 

Serangan panik biasanya akan berlangsung selama beberapa menit hingga setengah jam. Gejala biasanya akan muncul saat mengalami atau berhadapan dengan hal yang membuat panik, dan akan menghilang saat pemicunya berakhir. Serangan panik bisa muncul sesekali dalam hidup, tetapi sebaiknya waspadai serangan panik yang terlalu sering terjadi karena bisa mengarah pada gangguan panik. 

Secara umum, serangan panik terjadi sebagai respon dari otak saat menghadapi hal yang dianggap berbahaya atau menakutkan. Otak akan memerintahkan sistem saraf untuk mengeluarkan respon melawan atau menghindar. Setelahnya, tubuh akan memproduksi zat kimia yang disebut adrenalin yang memicu peningkatan detak jantung. Selain itu, adrenalin juga menyebabkan gangguan pada frekuensi napas dan aliran darah ke otot. 

Seluruh gejala tersebut muncul untuk membantu tubuh melawan atau menghindar dari situasi tertekan. Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan risiko serangan panik menjadi lebih tinggi, di antaranya tengah mengalami stres, perubahan suasana hati secara tiba-tiba, mengalami trauma atau pengalaman yang membuat diri merasa terdekat, serta faktor genetik atau memiliki riwayat keluarga dengan serangan panik. 

Baca juga: Cemas Berlebihan, Waspadai Penyakit Gangguan Kecemasan

Gangguan panik berbeda dengan rasa cemas biasa yang umum dialami. Perlu diketahui, serangan panik masuk dalam gangguan psikologis dan harus ditangani dengan tepat. Orang dengan gangguan serangan panik sangat mungkin untuk mengalami ketakutan yang tiba-tiba saat sedang berada di situasi mengancam atau berbahaya, misalnya saat sedang menyebrang jalan atau saat melihat sesuatu yang terasa asing.

Kondisi ini bisa terjadi pada anak-anak atau orang dewasa. Pada anak-anak, serangan panik sering tidak disadari dan hanya dianggap sebagai rasa takut biasa. Padahal, anak bisa sangat merasa takut sampai tidak sanggup lagi menahannya. Kesulitan dalam menyampaikan perasaan menjadi alasan hal tersebut bisa terjadi. 

Gejala yang sering muncul sebagai tanda serangan panik adalah mengalami otot tegang dan sensasi nyeri pada perut. Tak hanya itu, serangan panik juga sering memicu gejala berupa sulit tidur, tidak bisa fokus, mengalami keringat dingin, pusing, nyeri dada, mual, sesak napas, detak jantung yang tidak teratur, serta perasaan gelisah dan selalu panik. 

Baca juga: Apa Beda Gangguan Panik dan Gangguan Kecemasan?

Cari tahu lebih lanjut seputar serangan panik dan apa saja hal yang bisa menyebabkan hal ini terjadi dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Help Guide. Diakses pada 2020. Anxiety Disorders and Anxiety Attacks.
Pyramid Healthcare. Diakses pada 2020. Anxiety: How is it Different for Kids and Adults?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Panic Attacks and Panic Disorder.
Patient. Diakses pada 2020. Panic Attacks and Panic Disorder.