Fobia Dapat Sebabkan Gangguan Kecemasan, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Fobia Dapat Sebabkan Gangguan Kecemasan, Ini Alasannya

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu mengalami ketakutan terhadap sesuatu atau saat sedang menghadapi sesuatu yang sebenarnya tidak menakutkan? Waspada, jangan-jangan kamu mengalami kondisi fobia.

Baca juga: Ketakutan yang Berlebihan, Ini Fakta di Balik Fobia

Fobia dikenal sebagai perasaan takut yang berlebihan terhadap sesuatu. Tidak hanya pada suatu benda, biasanya perasaan takut dapat muncul ketika kamu berada dalam keadaan tertentu, menghadapi situasi, berada dalam satu tempat tertentu atau melihat hewan tertentu.

Kondisi fobia menyebabkan seseorang mengalami gangguan kecemasan terhadap benda atau situasi yang menyebabkan seseorang fobia. Fobia sebenarnya masuk ke dalam gangguan kecemasan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan kecemasan seperti fobia, seperti:

  1. Peristiwa Traumatis. Seseorang yang mengalami kondisi atau peristiwa yang membuat trauma dapat menyebabkan fobia ketika dewasa.

  2. Perubahan Fungsi Otak. Beberapa fobia disebabkan karena perubahan fungsi otak.

  3. Genetik dan Lingkungan. Kedua faktor ini dapat menyebabkan seseorang mengalami fobia hingga gangguan kecemasan yang berlebihan.

Fobia memiliki sifat spesifik atau kompleks. Fobia spesifik biasanya dialami oleh seseorang yang memiliki ketakutan terhadap sesuatu secara detail, seperti takut dengan ketinggian, takut dengan kedalaman air, takut dengan ular atau takut dengan ruangan yang sempit. Sedangkan fobia kompleks adalah perasaan cemas yang dialami seseorang ketika harus melakukan sesuatu yang berkaitan dengan orang banyak. Misalnya berbicara di depan umum atau takut berada di ruang terbuka.

Baca juga: Sering Ganggu Aktivitas, Bisakah Fobia Disembuhkan?

Kenali Gejala dan Pengobatan Fobia

Gejala fobia mudah diketahui dari reaksi takut yang berlebihan ketika seseorang dihadapkan oleh suatu benda atau situasi tertentu. Selain takut berlebihan, kondisi fobia disertai dengan beberapa tanda seperti pusing, sakit kepala, sesak napas, tubuh yang gemetar dan berkeringat, menangis bahkan hingga kehilangan kesadaran.

Jika kamu merasakan beberapa tanda tersebut ketika berada dalam satu situasi, tidak ada salahnya untuk berkunjung pada tim medis dan lakukan pengobatan terhadap fobia yang kamu rasakan.

Kamu bisa mengunjungi ahli terapi untuk meredakan gejala fobia yang kamu miliki. Biasanya, ahli terapi melakukan beberapa teknik, salah satunya adalah teknik pemaparan atau desensitisasi untuk membantu mengurangi fobia yang kamu rasakan. Teknik pemaparan atau desensitisasi adalah proses pengobatan fobia dengan pemaparan mengenai benda atau situasi yang menjadi ketakutan pengidap fobia. Secara bertahap ahli terapi mengurangi ketakutan yang dirasakan dengan memperkenalkan penyebab fobia pengidapnya.

Ahli terapi bisa menggunakan teknik relaksasi agar pengidap mengendalikan diri dan tidak mengalami kecemasan yang berlebihan. Pengobatan ini ditunjang dengan gaya hidup sehat agar pengobatan bisa berjalan dengan optimal.

Ketahui Jenis Gangguan Kecemasan yang Lain

Selain fobia, ada beberapa jenis gangguan kecemasan lainnya yang perlu kamu ketahui, yaitu:

1. Gangguan Panik

Tidak seperti cemas biasanya, gangguan panik terjadi secara tiba-tiba dan menunjukan gejala fisik yang hampir mirip dengan penyakit jantung.

2. Gangguan Obsesif Kompulsif

Gangguan ini membuat seseorang terobsesi dengan suatu hal dan melakukannya berkali-kali.

3. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang pernah mengalami kejadian yang mengerikan dan memberikan dampak trauma.

4. Gangguan Cemas Menyeluruh

Kondisi ini membuat pengidap akan merasakan gangguan cemas yang berlebihan dalam jangka waktu yang sangat lama.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai penyakit gangguan kecemasan agar kamu mendapatkan penanganan yang tepat. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Teman Punya Fobia? Bantu dengan Cara-Cara Ini