• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Risiko dari Vaksinasi saat Positif COVID-19?

Adakah Risiko dari Vaksinasi saat Positif COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Adakah Risiko dari Vaksinasi saat Positif COVID-19?

“Dengan mendapatkan vaksin COVID-19, kamu mampu mencegah dampak buruk yang mungkin terjadi akibat virus corona. Namun, bagaimana jika seseorang mendapatkan vaksinasi saat positif COVID-19? Apa saja dampak buruk yang dapat terjadi?”

Halodoc, Jakarta – Vaksinasi adalah salah satu cara yang dapat kamu lakukan untuk mencegah serangan dari vaksin corona. Semua orang sudah paham akan dampak buruk yang bisa timbul saat infeksi dari virus corona menyerang tubuh.

Namun, apa jadinya jika seseorang yang tengah positif COVID-19 mendapatkan vaksinasi? Apa risiko yang mungkin terjadi? Untuk lebih jelasnya, baca ulasan berikut ini!

Baca juga: Perhatikan Hal Ini Setelah Mendapatkan Vaksin COVID-19

Risiko Mendapatkan Vaksin COVID-19 saat Positif Terserang Virus Corona

Kasus terbaru yang sedang heboh terkait vaksin COVId-19 adalah seseorang mendapatkan vaksinasi padahal dirinya tengah positif terserang virus corona.

Kejadian ini terjadi di Poso, Sulawesi Tengah, saat seorang pria nekat mendapatkan vaksin padahal sudah mendapatkan hasil tes positif COVID-19. Akhirnya, ia dilarikan ke IGD karena kondisi tubuhnya yang menurun.

Namun, apa saja risiko yang bisa timbul saat seseorang yang hasil tesnya positif lalu mendapatkan vaksin COVID-19 sebelum sembuh?

Dikutip dari laman detikcom, Juru bicara vaksinasi COVID-19, dr Nadia Tarmizi menyebut jika risiko yang paling mungkin terjadi adalah perburukan gejala terkait COVID-19 saat mendapatkan vaksinasi ketika positif corona.

Meski begitu, itu semua tergantung ketahanan tubuhnya dalam melawan semua virus corona yang masuk ke tubuh dan yang sudah ada di dalam tubuh. Mungkin saja tidak ada gejala yang dirasakan jika imunnya kuat.

Namun, hal yang pasti, orang ini dapat menjadi sumber penularan virus corona di lokasi dilakukannya vaksinasi COVID-19. Hal ini menyebabkan banyak orang berisiko untuk terpapar infeksi virus corona terlebih dahulu sebelum terbentuknya sistem pertahanan dari vaksin. Maka dari itu, ada baiknya memastikan diri tidak positif COVID-19 sebelum menerima vaksin, baik pertama maupun kedua.

Kamu bisa melakukan pemesanan untuk pemeriksaan kondisi kesehatan terkait COVID-19 di beberapa klinik atau rumah sakit yang telah bekerja sama dengan Halodoc.

Ada banyak pilihan metode yang bisa dilakukan, seperti swab antigen atau PCR. Untuk mendapatkan kemudahan ini, cukup download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!

Baca juga: Ketahui 4 Reaksi Kulit yang Bisa Dipicu Vaksin COVID-19

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan vaksin setelah sembuh dari COVID-19?

Setiap orang perlu mendapatkan vaksinasi sepenuhnya meski pernah mengidap COVID-19. Namun, ada peringatan yang perlu diperhatikan sebelumnya. Jika kamu dirawat karena penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus corona ini dengan metode antibodi monoklonal atau plasma konvalesen, diharapkan untuk menunggu 90 hari sebelum mendapatkan suntikan vaksin.

Alasannya karena perawatan tersebut dapat menyebabkan respons imun “kurang kuat” dari tubuh. Di samping itu, belum diketahui seberapa protektifnya kekebalan yang terbentuk setelah mendapatkan infeksi alami dan berapa lama perlindungan tersebut benar-benar bertahan hingga membentuk antibodi yang mampu mencegah infeksi virus corona. Maka dari itu, ada baiknya tetap mendapatkan vaksin agar sistem imun tubuh tetap kuat.

Hal yang perlu dipahami juga adalah seseorang yang pernah mengidap COVID-19 tetap aman untuk mendapatkan vaksin. CDC merekomendasikan untuk tetap mendapatkan vaksin untuk membantu meningkatkan kekebalan atau memastikan sistem imun kuat dari serangan infeksi virus corona. 

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Vaksin COVID-19 dalam Tubuh?

Selain itu, efek samping yang dirasakan juga akan sama dengan orang kebanyakan. Beberapa efek samping yang dapat muncul, antara lain rasa sakit/nyeri/bengkak di tempat suntikan, potensi untuk alami demam, hingga merasakan gejala mirip flu, seperti sakit kepala, kelelahan, dan nyeri pada otot. Bahkan, mungkin saja tidak ada efek samping sama sekali yang dirasakan.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Prevention. Diakses pada 2021. Why You Should Still Get Vaccinated if You Already Had COVID-19, According to Doctors.