• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Adakah Tips Tetap Produktif saat Penyakit Asam Urat Kambuh?

Adakah Tips Tetap Produktif saat Penyakit Asam Urat Kambuh?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Asam urat mungkin tidak menimbulkan gejala pada awalnya, sampai serangan akutnya terjadi. Seiring berjalannya waktu, gejala asam urat dapat semakin parah ketika penyakit ini sudah berlangsung lama (kronis). Pada kebanyakan kasus, gejala biasanya terjadi selama beberapa jam dalam 1-2 hari. Kalau tidak diobati, penyakit asam urat yang kambuh sewaktu-waktu dapat menghambat aktivitas harian. 

Lantas, adakah cara yang bisa dilakukan agar tetap produktif saat penyakit asam urat kambuh? Sebenarnya, ketika penyakit asam urat kambuh, gejala yang muncul akan sangat menyakitkan sehingga membuat pengidapnya sulit beraktivitas. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala penyakit asam urat yang kambuh, agar bisa cepat pulih dan bisa beraktivitas lagi.

Baca juga: Ini Batas Kadar Asam Urat yang Normal Bagi Pria

Tips Meredakan Penyakit Asam Urat yang Kambuh

Kunci dari pengobatan penyakit asam urat kambuh yang efektif adalah menurunkan kadar asam urat berlebih, dengan mengubah gaya hidup jadi lebih sehat. Berikut beberapa tipsnya:

1. Pantau Kadar Asam Urat secara Berkala

Berbagai cara mengobati penyakit asam urat yang kambuh tak mungkin efektif jika kamu tidak memantau kadarnya. Kamu bisa menggunakan alat tes asam urat yang dibeli di apotik. Bentuk dan cara pemakaiannya hampir sama dengan alat pengecek gula darah. Namun, agar hasilnya lebih akurat, mintalah dokter atau apoteker untuk mengajarkan cara menggunakan alat ini di rumah.

Kalau masih bingung, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter lewat chat, kapan dan di mana saja. Dengan menggunakan alat tes kadar asam urat, kamu bisa memantau kadar asam urat dalam tubuh secara berkala. Kadar asam urat yang normal adalah di bawah 6 mg/dL untuk wanita dan di bawah 7 mg/dL untuk pria.

2. Minum Obat Asam Urat dari Dokter secara Rutin

Minum obat adalah salah satu cara paling efektif untuk mengatasi penyakit asam urat kambuh. Jika kamu telah diresepkan obat asam urat oleh dokter, patuhilah aturan aturan jadwal minum dan takaran dosis obatnya sesuai petunjuk.

Beberapa jenis obat penurun asam urat yang umum diresepkan dokter adalah allopurinol dan colchicine. Namun biasanya, dokter juga akan meresepkan obat antiradang seperti celecoxib, indomethacin, meloxicam, atau sulindac untuk meredakan nyeri dan bengkak di persendian.

Baca juga: Waspadai Bahaya Asam Urat Jika Tidak Diobati

3. Lakukan Olahraga secara Teratur

Selama menjalani pengobatan untuk penyakit asam urat kambuh, penting untuk terus bergerak aktif dengan melakukan olahraga ringan. Jadi, berolahragalah secara teratur dengan intensitas sedang setidaknya 30 menit untuk 5 hari dalam seminggu.

Keparahan gejala asam urat akan lebih bisa dikendalikan jika kamu rutin olahraga. Sebab, olahraga dapat membuat sendi-sendi menguat dan terlatih dengan baik, sehingga bisa mencegah nyeri yang kerap kali menyerang orang dengan asam urat.

Namun, kamu tidak disarankan untuk berolahraga tepat saat asam urat sedang kambuh menyerang. Sebab, melakukannya justru dapat membuat gejala makin terasa parah dan berlarut-larut. Bahkan, peradangan di persendian pun dapat semakin parah. 

Saat sendi meradang, lakukanlah gerakan peregangan yang lembut untuk mencegahnya jadi semakin kaku. Setelah peradangan dirasa mulai mereda, barulah kamu bisa melakukan olahraga secara bertahap dan pelan-pelan. Hal ini bermanfaat untuk membangun kembali kekuatan dan pergerakan otot-otot di sekitar sendi.

4. Miliki Pola Makan yang Tepat

Sama halnya seperti olahraga, berbagai cara mengobati dan menurunkan asam urat tidak akan efektif jika kamu tidak menerapkan pola makan yang tepat. Bahkan, penyakit asam urat yang kambuh lebih riskan dialami oleh orang-orang yang berat badannya berlebih atau obesitas. 

Gejala asam urat juga akan sering kambuh jika kamu terbiasa mengonsumsi makanan pemicu, yaitu yang mengandung tinggi lemak dan purin. Oleh karena itu, sebagai cara menurunkan sekaligus mengobati asam urat, kamu wajib menjaga pola makan yang sehat untuk meraih berat badan yang ideal.

Perbanyaklah konsumsi buah dan sayuran serta karbohidrat kompleks seperti gandum. Untuk protein, pilihlah dari daging tanpa lemak, ikan, daging ayam dengan takaran porsi 2-3 potong per hari. Sementara itu, sumber protein lain yang bisa ditambahkan dalam diet kamu adalah produk susu rendah lemak atau yoghurt.

Patuhi juga pantangan makanan tertentu sebagai cara menurunkan sekalian mencegah lonjakan asam urat semakin tinggi. Makanan yang harus dihindari adalah makanan dan minuman yang tinggi purin yaitu seafood, daging merah, makanan-makanan manis, alkohol, dan jeroan.

Baca juga: 5 Fakta Mengenai Asam Urat

5. Perbanyak Minum Air Putih

Saat penyakit asam urat sedang kambuh, minumlah air putih minimal delapan gelas per hari untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Memperbanyak minum air putih juga termasuk salah satu cara menurunkan asam urat yang efektif, meski tidak secara langsung.

Di dalam tubuh, air dapat membantu mengangkut zat-zat racun dan yang sudah tidak terpakai, termasuk kelebihan asam urat. Itulah sebabnya minum air putih ikut membantu melancarkan pembuangan asam urat yang menumpuk dalam tubuh. Selain air putih, mengonsumsi buah yang mengandung air juga bisa menjadi salah satu cara untuk memperlancar pengeluaran asam urat dari dalam tubuh. 

6. Hindari Stres

Stres tidak hanya berdampak pada suasana hati (mood), tetapi juga pada kesehatan tubuh dari dalam. Salah satu efek dari stres adalah menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko peradangan. Kedua hal ini dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah yang dapat mencetuskan serangan gejala.

Agar berbagai cara yang dilakukan untuk mengobati asam urat bisa sukses, usahakan untuk menjaga tubuh dan pikiran agar tidak mudah stres. Kamu dapat melakukan meditasi atau olahraga yoga yang dapat membantu mencegah stres sembari melenturkan persendian pada gerakan-gerakannya.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. How to Treat Gout Attacks at Home.
Healthline. Diakses pada 2020. Best Diet for Gout: What to Eat, What to Avoid.