• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspadai Bahaya Asam Urat Jika Tidak Diobati

Waspadai Bahaya Asam Urat Jika Tidak Diobati

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Jika tidak diobati, asam urat akan berdampak negatif pada tubuh. Penyakit asam urat atau gout merupakan sebuah kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di persendian. Penyakit ini disebabka oleh beberapa faktor, yaitu gaya hidup yang tidak sehat, genetik, dan jenis kelamin. Perlu diketahui bahwa laki-laki memiliki risiko lebih tinggi terjangkit penyakit asam urat dibandingkan wanita.

Jika gejala asam urat dibiarkan tanpa adanya tindakan pengobatan, penyakit ini mungkin saja menimbulkan komplikasi. Asam urat dalam darah yang dibiarkan berlebihan dapat membentuk kristal padat di dalam sendi. Kristal asam urat tersebut dapat menimbulkan berbagai penyakit atau kondisi berbahaya lainnya.  Inilah beberapa penyakit yang perlu diwaspadai:

Baca juga: Penting Mengetahui Kadar Asam Urat

1. Penyakit Batu Ginjal

Bahaya asam urat jika tidak diobati dapat mengakibatkan batu ginjal. Kadar asam urat yang tinggi dalam tubuh akan membentuk kristal yang dapat menghambat kerja dari ginjal. Selain itu, ketidakmampuan ginjal dalam mencerna dan mengeluarkan asam urat dari tubuh akan berakibat fatal. Salah satunya adalah munculnya gejala gagal ginjal. 

2. Terjadinya Gangguan Jantung Koroner

Asam urat tinggi atau hiperurisemia memiliki hubungan erat dengan penyakit jantung koroner. Penyakit ini memiliki suatu sindrom yang dapat menyebabkan munculnya kelainan pada bagian insulin. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kadar insulin di dalam darah yang menyebabkan hipertensi. Hingga akhirnya akan berujung pada munculnya gejala penyakit jantung koroner. 

3. Kerusakan pada Sendi

Bahaya asam urat jika tidak segera diobati adalah menyebabkan kerusakan sendi, terutama saat serangan asam urat terjadi secara berkepanjangan. Akibatnya, jaringan sendi akan rusak secara permanen dan dapat mengakibatkan sending menjadi bengkok hingga tidak dapat bergerak kembali. Apabila sendi rusak secara permanen, satu-satunya cara untuk mengobatinya adalah dengan operasi.

Baca juga: Ketahui Penyebab dan Penanganan Asam Urat di Rumah

4. Terjadinya Tophus atau Tophi

Tophus atau tophi adalah nodul atau gumpalan kristal yang terbentuk di bawah kulit yang dapat membesar dan menyebabkan rasa sakit saat asam urat menyerang. Sementara itu, tophi sering muncul pada seseorang yang mengalami gangguan asam urat kronis. Komplikasi yang diakibatkan oleh asam urat akan muncul pada beberapa bagian tubuh, seperti lengan, pergelangan tangan, kaki, pergelangan kaki, dan telinga. 

5. Gangguan Asidosis Metabolik

Ini merupakan kondisi saat organ ginjal seseorang sulit melakukan proses pembuangan kandungan asam urat yang berlebih di dalam tubuh. Pada kondisi tersebut, asam urat akan menjadi kristal nantinya menempel di persendian tubuh. Saat tubuh mengalami asidosis metabolik, maka pengidap akan mengalami pusing, lemas, napas tersenggal, bahkan kehilangan kesadaran yang bisa berujung pada kehilangan nyawa. 

Biasanya tophus tidak secara terus-menerus menimbulkan rasa nyeri. Hanya saja tophus dapat terasa jika asam urat yang diidap kambuh. Tophus akan tumbuh seiring perkembangan waktu yang dapat mengakibatkan pengikisan pada jaringan sendi hingga akhirnya menyebabkan kerusakan sendi. 

Baca juga: Mengidap Asam Urat? Lawan dengan 6 Makanan Ini

Itulah beberapa bahaya asam urat jika tidak diobati segera. Itulah pentingnya pengidap asam urat harus melakukan penanganan yang tepat dengan berkomunikasi pada dokter. Setidaknya jika kamu merasakan adanya gejala, segeralah tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk akses yang lebih cepat dan mudah. 

Kini bertanya pada dokter mengenai kesehatan dapat dilakukan kapan dan di mana saja dengan mudah. Kamu juga bisa membuat janji dengan dokter untuk bertemu di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang juga!

 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Gout
NCBI. Diakses pada 2020. Gout: a review of non-modifiable and modifiable risk factors