
Afasia Transkortikal Campuran sebabkan Sulit Bicara dan Memahami

“Afasia transkortikal campuran adalah jenis yang langka. Namun, kondisi ini bisa menyebabkan pengidapnya mengalami kesulitan berbicara dan memahami perkataan yang disampaikan kepadanya. Penyakit ini bisa terjadi secara tiba-tiba pada pengidap stroke atau secara perlahan pada pengidap kanker.“
Halodoc, Jakarta – Afasia disebabkan oleh kerusakan pada otak dan mengakibatkan pengidapnya mengalami gangguan berkomunikasi. Kondisi ini bisa memengaruhi kemampuan berbicara, menulis, serta memahami kata-kata yang dibaca atau didengar. Ada banyak jenis penyakit ini, salah satunya afasia transkortikal campuran.
Penyakit ini bisa terjadi secara tiba-tiba, biasanya pada orang yang baru saja mengalami stroke atau cedera kepala. Selain itu, afasia juga bisa muncul secara bertahap, umumnya disebabkan oleh tumor otak atau demensia. Meski memengaruhi kemampuan berkomunikasi, pengidap penyakit ini umumnya tidak mengalami gangguan pada tingkat kecerdasan dan daya ingat.
Baca juga: Penanganan Pertama pada Serangan Stroke
Mengenal Afasia Transkortikal Campuran
Salah satu jenis afasia yang bisa menyerang adalah afasia transkortikal campuran. Namun, jenis yang satu ini sebenarnya cukup langka sehingga jarang terjadi. Kondisi ini menyebabkan pengidapnya sulit bahkan tidak bisa berbicara. Selain itu, afasia transkortikal campuran juga mengalami kesulitan untuk memahami kalimat yang didengar.
Namun, pengidap gangguan ini masih memiliki kemampuan untuk mengulang kata-kata atau kalimat yang didengar serta menyanyikan lagu yang sebelumnya sering dinyanyikan atau didengarkan. Gangguan ini berbeda dengan jenis afasia pada umumnya. Pada jenis yang langka ini, tidak terjadi gangguan pada bagian utama bahasa, yaitu Broca dan Wernicke.
Namun, kerusakan terjadi pada area yang berada di sekitar Broca dan Wernicke. Bagian yang mengalami kerusakan akibat penyakit ini dikenal sebagai bagian yang berhubungan dengan bahasa. Kerusakan yang terjadi ini diduga membuat bagian Broca dan Wernicke terisolasi dari sistem bahasa lainnya. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab pengidapnya kesulitan untuk berbicara dan memahami.
Sebab, kerusakan yang terjadi juga bisa memengaruhi kemampuan untuk memproduksi ujaran secara spontan serta kemampuan memahami, baik secara oral maupun tulisan. Seperti jenis yang lainnya, afasia transkortikal campuran paling sering disebabkan oleh stroke. Penyakit ini paling umum terjadi karena stroke DAS pada bagian asosiasi bahasa.
Baca juga: Ketahui Manfaat Rehabilitasi Medis untuk Pengidap Stroke
Gejala yang Bisa Dikenali
Gejala utama dari penyakit ini tidak berbeda jauh dengan jenis afasia lainnya, yaitu gangguan pada kemampuan berkomunikasi. Namun, ada beberapa gejala yang mungkin bisa dikenali sebagai tanda afasia transkortial campuran, di antaranya:
- Berbicara dalam tempo yang lambat, dan sering berhenti di tengah-tengah.
- Saat berbicara, kalimat yang keluar tidak memiliki pola atau ritme yang jelas.
- Kesulitan untuk berbicara, bahkan tidak bisa berbicara sama sekali.
- Sering mengulang hal-hal yang didengar atau dikatakan pada mereka.
- Mengalami gangguan pada kemampuan membaca dan menulis.
- Kesulitan untuk merespon secara spontan.
Jenis penyakit ini memiliki kesamaan dengan afasia global, yaitu penyakit yang terjadi akibat kerusakan pada otak yang cukup lama. Kerusakan ini melibatkan kedua bagian Broca dan Wernicke. Pengidap gangguan ini juga tidak bisa berbicara dan memahami kata-kata atau kalimat yang disampaikan. Namun, pengidap afasia global masih bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tulisan.
Baca juga: Siapa Saja Orang yang Membutuhkan Terapi Wicara?
Itulah perbedaan dan gejala afasia transkortikal campuran yang perlu diketahui. Jika muncul gejala penyakit ini atau gangguan kesehatan lain, segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Biar lebih mudah, gunakan aplikasi Halodoc untuk menemukan daftar rumah sakit terdekat. Atur lokasi dan temukan rumah sakit yang sesuai kebutuhan. Ayo, download Halodoc sekarang di App Store atau Google Play!



