• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ajarkan Puasa pada Anak, Apa yang Harus Diperhatikan?

Ajarkan Puasa pada Anak, Apa yang Harus Diperhatikan?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Sebentar lagi seluruh umat muslim akan menyambut bulan Ramadhan dengan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Umumnya, bagi orang dewasa menjalankan ibadah puasa adalah kewajiban dan cenderung lebih kuat untuk menahan diri. Namun, bagaimana untuk anak-anak yang baru belajar menjalankan ibadah puasa?

Baca juga: Cegah Sakit, Begini Aturan Pola Makan Saat Puasa

Tentu anak-anak perlu dikenalkan dan diajarkan dengan ibadah puasa semenjak dini. Namun, untuk mengenalkan ibadah puasa, ada beberapa hal yang perlu orangtua perhatikan agar anak dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Selain itu, sebaiknya orang tidak lupa untuk memerhatikan asupan nutrisi dan gizi anak selama anak menjalankan ibadah puasa.

Ibu, Perhatikan Ini saat Mengajarkan Anak Berpuasa

Tentu ada banyak manfaat yang bisa dirasakan ketika mengajarkan anak untuk berpuasa. Selain anak dapat mengenal agamanya lebih dalam, anak juga belajar untuk terbiasa dengan ibadah puasa. Hal ini tentunya akan memudahkannya ketika sudah beranjak dewasa nanti. Namun, mengenalkan ibadah puasa pada anak bukan hal yang mudah yang membutuhkan kesabaran.

Ada banyak tantangan yang akan dihadapkan orangtua, mulai dari membangun anak untuk sahur hingga pemenuhan gizinya setiap hari. Nah, berikut ini tips yang bisa dilakukan saat mengenalkan dan mengajarkan ibadah puasa pada anak, yaitu:

1. Beri Pengertian Mengenai Ibadah Puasa

Orangtua sebaiknya memberi pengertian mengenai ibadah puasa yang dijalankan oleh anak. Jelaskan dengan sederhana tujuan dan manfaat dari menjalankan ibadah puasa bagi agama maupun kesehatan. Jangan lupa untuk menjelaskan dengan bahasa yang dimengerti anak agar anak semakin tertarik untuk melakukan ibadah puasa.

2. Berikan Contoh Puasa yang Baik pada Anak

Tentunya, tidak hanya menjelaskan pentingnya ibadah puasa bagi agama, sebaiknya orangtua juga melakukan ibadah puasa yang serupa agar anak lebih mudah mempraktekkan konsep ibadah puasa. Jika orangtua wajib menjalankan ibadah puasa selama satu hari penuh, sebaiknya ajarkan ibadah puasa secara bertahap pada anak.

Ibu boleh melatih anak berpuasa selama setengah hari. Tidak hanya itu, setelah sahur ibu latih anak berpuasa hingga makan siang, saat jam makan siang, ibu boleh memberikan makan dan minum secukupnya yang kemudian dilanjut lagi hingga waktu berbuka.

Baca juga: Anak Ingin Berpuasa Penuh, Ini Cara Mengajarkannya

3. Perhatikan Kesehatan Anak

Selama anak belajar menjalankan ibadah puasa, ibu jangan lupa untuk tetap perhatikan kesehatan anak. Dilansir dari Pregnancy Birth and Baby gejala yang menunjukkan bahwa anak sedang tidak sehat, seperti lebih rewel, terlihat tidak nyaman, jadi lebih pendiam, kehilangan ketertarikan untuk bermain atau melakukan hal yang biasa dilakukan, kehilangan nafsu makan, suhu badan lebih hangat saat disentuh, dan merasa kedinginan.

Jangan panik, ketika anak merasa tidak enak badan, ibu bisa tanyakan kondisi anak melalui aplikasi Halodoc untuk memastikan kesehatannya. Ibu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja. Download aplikasinya sekarang juga!

4. Pastikan Nutrisi Anak Tercukupi

Ibu, saat anak berlatih menjalankan ibadah puasa, pastikan anak mendapatkan nutrisi yang cukup setiap harinya. Saat belajar berpuasa, sebaiknya ibu mengajarkan anak untuk menjalankan sahur karena sahur menjadi waktu yang penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak selama menjalankan puasa.

Kekurangan nutrisi selama menjalankan ibadah puasa dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan pada anak. Pilihlah makanan yang berkualitas untuk anak sahur dan berbuka. Sebaiknya penuhi asupan makanan dengan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. 

Selain menyiapkan makanan yang menarik, ibu sebaiknya ciptakan suasana makan yang menyenangkan bersama keluarga. Dengan begitu, anak lebih lahap dalam mengonsumsi makanan yang disiapkan ibu. Dilansir dari Family Doctor, suasana yang menyenangkan saat makan bersama keluarga membuat anak lebih tertarik untuk datang ke meja makan di waktu makan selanjutnya.

Baca juga: 5 Nutrisi yang Paling Dibutuhkan Tubuh Saat Puasa

Itulah hal yang perlu ibu perhatikan ketika akan mengajarkan anak menjalani ibadah puasa. Ajarkan anak secara perlahan agar anak dapat menjalani ibadah puasa dengan senang dan sehat. Jika ada gangguan kesehatan pada anak selama menjalankan ibadah puasa, jangan lupa gunakan aplikasi Halodoc.

Referensi:
Family Doctor. Diakses pada 2020. When Your Toddler Doesn’t Want to Eat
Pregnancy Birth and Baby. Diakses pada 2020. How to Tell if Your Child is Sick