• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alami Biduran setelah Olahraga, Apa Penyebabnya?

Alami Biduran setelah Olahraga, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Sudah tak asing dengan keluhan pada kulit bernama biduran atau urtikaria? Kondisi ini ditandai dengan munculnya bilur (luka panjang pada kulit) berwarna merah atau putih dan terasa gatal. Bilur ini bisa muncul dari satu bagian tubuh atau menyebar ke bagian lainnya. 

Ukurannya bisa berbeda-beda, mulai dari beberapa milimeter hingga sebesar ukuran tangan. Nah, pada sebagian orang urtikaria ini bisa terjadi setelah berolahraga. Lantas, apa sih penyebab biduran setelah olahraga? 

Baca juga: 4 Cara Ampuh Atasi Gatal Biduran

Biduran setelah Olahraga, Kok Bisa?

Mau tahu apa penyebab munculnya biduran pada tubuh? Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mengeluarkan histamin saat tubuh terpapar alergen (zat yang memicu alergi). Nah, zat-zat histamin ini yang menyebabkan munculnya gejala-gejala biduran. 

Histamin juga menyebabkan pembuluh darah melebar sehingga aliran darah meningkat. Dengan banyaknya darah yang mengalir di bawah permukaan kulit, kulit terlihat memerah. Kelebihan histamin ini juga yang menyebabkan pembengkakan pada kulit dan rasa gatal.

Lalu, apa penyebab biduran setelah olahraga? Di dunia medis, kondisi ini dikenal dengan sebutan cholinergic urticaria (cholinergic angioedema or heat bumps). Hal yang perlu ditegaskan, pemicu biduran pada kulit amat beragam. Namun, untuk kasus biduran setelah olahraga biasanya karena kulit yang bereaksi berlebihan terhadap panas dan keringat yang terbentuk saat temperatur tubuh meningkat. 

Biduran setelah berolahraga ini juga bisa dipicu oleh suhu lingkungan yang panas, menggunakan pakaian ketat, gugup, cemas, atau mandi dengan air hangat setelah berolahraga. Berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya biduran:

  • Terjadi kontak dengan pemicu atau penyebab alergi, misalnya lateks dan bulu binatang.
  • Stres.
  • Makanan penyebab biduran yang paling umum adalah kacang, cokelat, makanan laut, telur, gandum, dan susu.
  • Faktor lingkungan seperti pajanan terhadap kondisi atau cuaca panas maupun dingin, pajanan terhadap air tertentu, atau bahkan sinar matahari.
  • Infeksi seperti hepatitis dan demam kelenjar.
  • Gigitan serangga.
  • Hampir semua obat-obatan bisa menyebabkan biduran, misalnya antibiotik, aspirin, obat anti-hipertensi dan ibuprofen.
  • Zat aditif atau bahan tambahan dalam makanan seperti pemanis, pengawet, penguat rasa, pewarna, pengental, dan lain-lain.

Baca juga: Biduran Bisa Menular? Cari Tahu Dulu Faktanya

Mau tahu lebih jauh mengenai gejala biduran atau cara mengatasi biduran setelah olahraga? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Gejala Biduran setelah Olahraga

Gejala biduran setelah olahraga sebenarnya tidak jauh berbeda dengan biduran pada umumnya. Cholinergic urticaria biasanya berupa bintik-bintik atau bentol gatal dan terasa hangat pada kulit. Bentol merah dan gatal ini bisa berkuran 1-3 milimeter.

Bilur yang terasa gatal ini bisa muncul di mana saja. Namun, cholinergic urticaria biasanya sering muncul di dada, wajah, punggung bagian atas, dan lengan. Nah, biduran setelah olahraga ini bisa muncul enam menit setelah tubuh berkontak dengan alergen. Cholinergic urticaria biasanya hilang dengan sendirinya sekitar 30 hingga dua jam setelah berolahraga. 

Baca juga: Ini Jenis-Jenis Biduran yang Perlu Diketahui

Selain bentol dan gatal pada kulit, ada pula gejala cholinergic urticaria lainnya yang tidak terbilang umum, yaitu: 

  • Diare.
  • Produksi air liur meningkat.
  • Sakit kepala ringan.
  • Tekanan darah rendah.
  • Detak jantung cepat.
  • Sesak napas.
  • Kram perut.

Sebenarnya biduran pada umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus. Gejalanya akan menghilang dalam menit atau hari. Namun, bila gejalanya terus-menerus berlangsung dan sangat mengganggu, obat antihistamin bisa kamu pilih untuk mengatasi rasa gatalnya. 

Nah, ibu atau terdapat anggota keluarga yang ingin membeli obat untuk mengatasi biduran atau obat-obatan lainnya, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu repot keluar rumah. Sangat praktis, bukan? 



Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. What Is Cholinergic Urticaria?
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Diseases and Conditions. Hives and Angioedema.
Medscape. Diakses pada 2021. Urticaria (Hives).