09 August 2018

Biduran Bisa Menular? Cari Tahu Dulu Faktanya

biduran, penyebab biduran, biduran bisa menular

Halodoc, Jakarta – Biduran atau urtikaria adalah rasa gatal pada kulit yang disebabkan oleh reaksi peradangan. Tim peneliti dari Walter and Eliza Hall Institute, the Royal Melbourne Hospital menemukan fakta bahwa kondisi biduran ini dipicu oleh reaksi dari eksternal atau kontak dengan alergen (bisa hewan, tumbuhan, atau makanan).

Biasanya reaksi alergi ini berupa bilur berwarna merah putih berbentuk kecil, sedang, dan besar, mengumpul di area tertentu. Semakin kamu menggaruknya, area alergi akan semakin membesar dan semakin banyak juga bilur-bilur bermunculan. Gejala gatal ini bisa terjadi dalam beberapa hari atau berminggu-minggu.

Biduran juga bisa disebabkan karena alergi terhadap cuaca, baik dingin atau pun panas. Biasanya untuk orang yang mengalami biduran tipe ini, penyembuhannya tidak memakan waktu lama. Ketika dia berada dalam suhu normal, kondisi tubuhnya akan kembali seperti biasa. Baca juga: Inilah Pertolongan Pertama Saat Tersiram Air Panas

Bantuan obat antialergi juga akan membantu proses pemulihan dan penyembuhan akan rasa gatal. Walaupun terkesan bikin merinding bagi yang melihatnya, faktanya alergi biduran tidak menular.  Maka dari itu, kamu tidak perlu khawatir bila berada dekat pengidapnya.

Kondisi biduran atau urtikaria bisa dianggap perlu bantuan medis bila masa reaksi memakan waktu lama, yaitu berbulan-bulan hingga setahun. Reaksi alergi kronis ini bahkan bisa menyebabkan pengidap meninggal dunia bila tidak ditangani secara cepat.

Tidak hanya reaksi alergi berupa bilur-bilur merah, biduran juga bisa ditandai dengan gejala pembengkakan di area vital. Area vital yang dimaksud adalah mata, mulut, dan tenggorokan. Selain itu, biduran juga menunjukkan gejala berupa mual, sakit kepala, muntah, bahkan pingsan.

Faktor Internal

Selain faktor eksternal, penyebab biduran atau urtikaria kronis ternyata erat juga kaitannya dengan faktor psikologis. Depresi, kecemasan, dan stres dapat memicu suatu reaksi pada tubuh yang hampir mirip dengan alergi.

Sistem kerjanya sama seperti ketika kamu merasa malu, maka kulit akan memerah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kulit bisa bereaksi karena dorongan kondisi internalmu. Maka dari itu, sesuatu yang berhubungan dengan emosional sekali pun bisa tercermin secara eksternal.

Menurut psikolog klinis dan ahli psikodermatologi Dr. Ted A. Grossbart dari Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston mengatakan beberapa kondisi kulit memiliki dimensi psikologis yang menunjukkan ada ikatan antara kulit dan pikiran. Memang, banyak masalah kulit yang membaik dengan pemberian obat antibiotik atau anti-inflamasi. Terkadang pendekatan obat medis bila dikombinasikan dengan strategi psikologis justru membantu pengidap untuk mengeksplorasi dan mengelola aspek emosional terkait masalah kulit mereka. Baca juga: Pigmentasi Pengaruhi Warna Kulit Wanita

Kulit adalah organ tubuh terbesar yang membungkus dan melindungi tubuh dari cedera dan infeksi. Kulit mengandung kelenjar keringat dan pembuluh darah yang membantu pengaturan suhu tubuh. Selain itu, sel-sel pada kulit juga menggunakan sinar matahari untuk memproduksi vitamin D. Ujung saraf yang selalu terhubung dengan otak serta berbagai sel sistem kekebalan tubuh akan menangkal serangan bakteri dan virus.

Sebuah studi menemukan bahwa stres kronis bisa mengganggu fungsi perlindungan pada kulit, termasuk antibodi. Gangguan pada fungsi perlindungan ini menyebabkan kulit rentan mengalami gangguan, termasuk alergi.

Ada banyak bentuk gangguan alergi pada kulit selain biduran. Kalau kamu Ingin tahu lebih banyak mengenai apa itu biduran, penanganan, pencegahan, serta tips kesehatan kulit lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.