• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alami Gejala Masalah Mental, Coba Jeda Media Sosial

Alami Gejala Masalah Mental, Coba Jeda Media Sosial

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Tidak dapat dimungkiri, media sosial (medsos) sudah menjadi hal yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Rasanya, hampir tidak ada orang yang hidup tanpa memiliki setidaknya satu akun medsos. Secara umum, penggunaan media sosial mungkin berdampak positif dan memudahkan komunikasi. Namun, jika tidak digunakan dengan bijak, medsos ternyata juga bisa berdampak pada kesehatan mental. Mengapa demikian? 

Saat menyelami media sosial, kamu mungkin akan menemukan postingan dari teman atau kerabat, baik yang bersifat membahagiakan, berita duka, hingga ajang pamer. Sekali hingga dua kali, hal itu mungkin akan terasa menyenangkan. Namun bukan tidak mungkin, semakin lama hal tersebut mulai terasa menyesakkan dan kamu selalu membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain yang ditunjukkan di media sosial. Padahal, belum tentu semua yang ditampilkan di medsos adalah hal sebenarnya. 

Baca juga: Kecanduan Media Sosial? Hati-Hati Oversharing

Jeda Medsos untuk Menjaga Kesehatan Mental 

Nyatanya, berlebihan dalam bermedia sosial bisa meningkatkan risiko terjadinya masalah pada kesehatan mental. Bagi sebagian orang, medsos mungkin sering digunakan sebagai sarana mencari hiburan, belajar, atau berkomunikasi. Namun, sebaiknya waspadai jika penggunaan medsos mulai menyebabkan munculnya gejala masalah mental. Ada studi yang menunjukkan bahwa kebiasaan ini bisa menyebabkan seseorang mengalami gejala, seperti depresi, stres, hingga perasaan kesepian.

Belum lagi, saat ini ada fenomena yang disebut dengan Fear of missing out atau FOMO. Hal ini menyebabkan seseorang merasa takut ketinggalan sebuah informasi atau merasa tidak lengkap jika belum mengikuti hal-hal yang sedang populer di media sosial. Saat pengguna media sosial beramai-ramai membeli baju bermerk, misalnya, kamu merasa harus memiliki baju yang sama sekalipun tidak membutuhkan. Tak jarang, seseorang akan memaksakan diri untuk memenuhi keinginan semu tersebut, termasuk jika harus merogoh banyak biaya. 

Baca juga: Bahaya FoMO buat Anak Muda Sulit Berkarya?

Setelah “pamer” di medsos pun, belum tentu hasil yang didapatkan sesuai dengan apa yang diinginkan. Perasan kecewa dan tidak puas muncul. Kamu kemudian mulai membandingkan diri dengan orang lain, merasa cemas, kecewa, hingga stres bahkan depresi. Kalau sudah begitu, jeda medsos alias beristirahat sejenak dari sosial media bisa menjadi pilihan. Seluruh gejala yang muncul tidak boleh diabaikan, sebab hal itu bisa menjadi gejala awal ada masalah pada kesehatan mental. 

Seseorang disebut berisiko mengalami masalah mental jika memiliki kebiasaan bermedia sosial lebih dari 30 menit dalam satu hari. Selain itu, ada beberapa gejala yang harus diwaspadai sebab bisa menjadi tanda bahwa kamu harus jeda medsos. Penggunaan media sosial sebaiknya mulai dibatasi jika kamu merasa selalu membandingkan diri dengan orang lain, merasa tidak tenang jika belum menyelami internet atau medsos, mencari hiburan tapi justru semakin merasa kesepian, lebih banyak menghabiskan waktu di depan gadget dibanding kehidupan nyata, mengalami gejala seperti stres, cemas, dan kurang tidur. 

Pada dasarnya, kamu yang paling mengerti sejauh apa kebutuhan bermedia sosial dan kapan sebaiknya hal ini mulai dibatasi. Jika merasa butuh jeda medsos, caranya tidaklah sulit. Kamu bisa memulai dengan mengatur waktu atau batas membuka medsos dalam satu hari, letakkan gadget saat waktu bermedsos habis dan nikmati kehidupan, buat satu hari khusus bebas medsos, dan jika dibutuhkan hapuslah aplikasi media sosial dari gadget

Baca juga: Kecanduan Media Sosial? Begini Tips Ampuh Mengatasinya

Sebagai gantinya, kamu bisa mengisi waktu dengan berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuh. Jangan lupa, lengkapi juga dengan menerapkan pola makan sehat dan konsumsi multivitamin jika dibutuhkan. Biar lebih mudah, beli vitamin atau produk kesehatan lain di aplikasi Halodoc saja. Dalam waktu singkat, pesanan obat akan dikirim ke rumah. Yuk, download Halodoc di sini!

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2021. Social Media Breaks and Why They Are Necessary.
Very Well. Diakses pada 2021. Link Between Social Media and Mental Health.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. 8 Signs You Need to Take a Break From Social Media.