• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alami Polihidramnion, Waspadai 5 Gejala Ini

Alami Polihidramnion, Waspadai 5 Gejala Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Salah satu kondisi yang harus diwaspadai ibu hamil adalah polihidramnion, yaitu penumpukan air ketuban yang terjadi secara berlebihan selama masa kehamilan. Selama dikontrol dengan baik, kondisi ini sebenarnya jarang berubah serius. Sebaliknya, penumpukan cairan ketuban yang tidak ditangani malah bisa menjadi berbahaya dan meningkatkan risiko komplikasi. 

Ada beberapa gejala penumpukan cairan ketuban yang harus diwaspadai, agar risiko komplikasi bisa diturunkan. Sebelumnya perlu diketahui, air ketuban merupakan cairan yang berfungsi untuk melindungi dan membantu perkembangan rahim di dalam janin. Cairan ini akan mengelilingi janin selama berada di dalam kandungan. Lantas, apa saja gejala polihidramnion yang harus diwaspadai?

Baca juga: Polihidramnion atau Air Ketuban Berlebih, Berbahayakah?

Gejala Polihidramnion yang Perlu Diketahui

Selama masa kehamilan, air ketuban berperan dalam membantu perkembangan janin, termasuk pada pertumbuhan otot, tulang, atau paru-paru, berfungsi sebagai pelindung dari tekanan di luar rahim, serta mempertahankan suhu yang hangat untuk janin. Ada batasan atau kadar normal air ketuban yang harus terjaga. Sebab, fungsi cairan ketuban tidak akan efektif jika jumlah cairan ketuban berkurang atau berlebihan.

Selain itu, jumlah air ketuban yang berlebihan alias polihidramnion juga bisa berbahaya. Polihidramnion biasanya terjadi pada saat trimester ketiga. Namun, pada kasus yang jarang terjadi, kondisi ini juga bisa menyerang ibu hamil pada trimester awal atau trimester kedua. Tidak perlu terlalu khawatir jika kondisi ini ditangani dengan tepat. 

Baca juga: Jangan Khawatir, Penyebab Polihidramnion Bukan Air Es

Sebaliknya, jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa memicu komplikasi. Kabar buruknya, polihidramnion pada beberapa ibu hamil sulit untuk dideteksi. Sebab, polihidramnion yang berkembang secara bertahap umumnya memiliki gejala yang tidak terlihat jelas. Namun, ada beberapa gejala yang harus diwaspadai dari kondisi ini, yaitu: 

1.Gangguan Pernapasan 

Tumpukan cairan ketuban pada ibu hamil harus diwaspadai, terutama jika memicu gangguan pernapasan. Segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit jika mengalami kesulitan bernapas, napas pendek, atau tersengal-sengal. 

2.Pembesaran Dinding Rahim 

Waspadai juga jika ibu hamil mengalami pembesaran dinding rahim. Terkadang perut bisa jauh lebih besar hingga ibu tidak bisa merasakan gerakan janin.

3.Kontraksi

Ibu hamil yang mengalami polihidramnion juga rentan mengalami rasa tidak nyaman di area perut dan rahim. Bahkan, kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya kontraksi pada ibu hamil. 

4.Posisi Bayi Tidak Tepat 

Tumpukan air ketuban yang berlebihan juga bisa memengaruhi posisi bayi di rahim. Janin bisa berada dalam posisi yang tidak baik, seperti sungsang.

5.Gangguan Lain 

Kondisi ini juga bisa menyebabkan muncul gejala dan gangguan lain. Polihidramnion cenderung memperburuk gejala kehamilan dan memicu terjadinya gangguan pencernaan, seperti konstipasi. Selain itu, kondisi ini juga menyebabkan terjadinya nyeri ulu hati, tungkai bengkak, pelebaran pembuluh darah vena pada tungkai, hingga stretch mark pada kulit.

Baca juga: Benarkah Polihidramnion Bisa Sebabkan Kelahiran Prematur?

Jika gejala-gejala tersebut muncul dan menjadi semakin parah, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Jika ragu, ibu bisa coba bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi kapan saja di mana saja melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips menjaga kehamilan dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Baby Centre. Diakses pada 2020. Polyhydramnios.
NHS UK. Diakses pada 2020. Polyhydramnios (Too Much Amniotic Fluid).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Polyhydramnios.