• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Alasan Anak Lebih Cepat Mengalami Pubertas

Inilah Alasan Anak Lebih Cepat Mengalami Pubertas

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Mengalami pubertas pasti akan dilewati semua orang. Pubertas adalah tahapan ketika anak menjadi lebih dewasa secara seksual. Umumnya, pada anak perempuan, mereka akan melewati masa pubertas dalam rentang usia 10-14 tahun. Sedangkan pada anak laki-laki, mereka akan melewati masa pubertas pada kisaran 12-16 tahun. 

Baca juga: 6 Tanda Pubertas pada Remaja Laki-Laki

Masa pubertas yang datang terlalu cepat tanpa bimbingan orangtua dapat berdampak buruk pada kondisi anak. Menurut psikolog di Cornell University, Jane Mendle, mengatakan bahwa beberapa anak perempuan yang melewati pubertas lebih awal lebih rentan mengalami serangan panik, depresi, dan ketidakpuasan tubuh. Peranan orangtua dan lingkungan sangat dibutuhkan membangun karakter anak yang mengalami pubertas lebih cepat. 

Faktor yang Meningkatkan Anak Alami Pubertas Lebih Cepat

Pubertas yang dialami lebih cepat menyebabkan perubahan bentuk serta ukuran tubuh anak-anak. Anak perempuan dikatakan mengalami pubertas lebih cepat ketika menjalani menstruasi sebelum usia 8 tahun. Sedangkan pada anak laki-laki, pubertas dini terjadi dengan tanda perubahan suara yang menjadi lebih berat, tumbuh bulu halus, serta pembesaran testis atau penis sebelum memasuki usia 9 tahun.

Selain itu, gejala umum lainnya adalah munculnya masalah jerawat pada wajah, pertumbuhan tinggi yang menjadi lebih pesat, dan muncul bau badan seperti orang dewasa. Selain para remaja, baiknya orangtua juga memerhatikan dan memahami tanda-tanda pubertas yang dialami anak dengan baik.

Baca juga: Ini Tanda Pubertas pada Remaja Perempuan

Lalu, apa yang menyebabkan anak mengalami pubertas lebih cepat atau pubertas dini? Perubahan hormon menjadi salah satu penyebab anak-anak mengalami pubertas yang normal. Selain itu, ada faktor lainnya yang meningkatkan risiko anak alami pubertas lebih cepat, yaitu:

1. Adanya Gangguan Kesehatan

Pubertas yang datang lebih cepat pada anak-anak bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan pada anak. Hipotiroidisme menjadi salah satu penyebab anak mengalami pubertas lebih cepat.

Segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat untuk memastikan kesehatan anak saat ia alami tanda pubertas dini yang disertai dengan mudah lelah, sensitif terhadap cuaca dingin, kulit menjadi kering dan kasar, wajah bengkak, rambut rontok, dan sulit berkonsentrasi yang menjadi gejala dari penyakit hipotiroidisme.

2. Kecukupan Nutrisi dan Gizi

Melansir Psychology Today, lingkungan yang dapat menyediakan pangan yang baik bagi anak menjadi salah satu faktor yang membuat anak alami pubertas lebih cepat. Ketersediaan makanan dan status gizi anak memengaruhi kemampuan reproduksi seseorang. Kekurangan gizi membuat seseorang alami pubertas lebih lambat. Begitu juga dengan kelebihan gizi dapat membuat anak alami masa pubertas lebih cepat daripada anak lainnya yang mendapatkan gizi seimbang.

3. Paparan Bahan Kimia

Bahan kimia dalam produk perawatan tubuh yang digunakan anak-anak berisiko untuk meningkatkan hormon estrogen yang mempercepat pubertas. Pilihlah produk perawatan tubuh bagi anak yang aman dari kandungan bahan kimia agar kesehatan anak tetap terjaga.

4. Faktor Keluarga

Penelitian di Universitas California mengungkapkan pubertas yang datang lebih awal bisa disebabkan oleh faktor keluarga yang kurang harmonis. Pengalaman kehidupan awal yang buruk dan orangtua yang sering memperlihatkan kekerasan dapat mempercepat proses pubertas seorang anak.

Itulah beberapa penyebab anak lebih cepat mengalami pubertas. Bagi orangtua, sebaiknya perhatikan kondisi ini dengan baik. Tidak ada salahnya untuk mengajak anak berbicara lebih dalam mengenai masa pubertas agar anak lebih siap menghadapi masa pubertas yang dialami. 

Baca juga: Waspadai, Makanan Picu Pubertas Datang Sebelum Waktunya

Selain itu, mendukung anak menghadapi masa pubertas dapat berdampak positif pada kesehatan mental maupun fisik. Dengarkan setiap keluhan yang anak alami mengenai masalah pubertas. 

Jangan ragu untuk bertanya pada dokter atau psikolog dan bertanya lebih banyak untuk menghadapi masa pubertas yang dialami anak. Bertanya kepada dokter kini lebih mudah dengan menggunakan aplikasi Halodoc

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2020. Why More Kids Are Starting Puberty Earlier Than Ever Before
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Precocious Puberty