Ad Placeholder Image

Alasan Bayi Lebih Berisiko Tularkan COVID-19 ke Keluarganya

Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   19 Agustus 2021
Alasan Bayi Lebih Berisiko Tularkan COVID-19 ke KeluarganyaAlasan Bayi Lebih Berisiko Tularkan COVID-19 ke Keluarganya

“Infeksi dan penularan COVID-19 dari bayi dan anak-anak tidak boleh disepelekan. Meskipun penularan dari bayi dan anak ke orang dewasa jarang terjadi.  Gejala COVID-19 pada bayi dan anak-anak mungkin berbeda dengan yang dialami orang dewasa. Itulah sebabnya, bayi dan anak-anak lebih berisiko menularkan COVID-19 pada orang dewasa atau keluarga di sekitarnya.”

Halodoc, Jakarta – Anak-anak dari segala usia bisa terinfeksi penyakit COVID-19. Namun, kebanyakan anak-anak yang terinfeksi biasanya tidak mengalami sakit seperti orang dewasa. Beberapa anak bahkan mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali. Gejala COVID-19 pada bayi dan anak-anak mungkin berbeda dengan yang dialami orang dewasa. Itulah sebabnya, bayi dan anak-anak lebih berisiko menularkan COVID-19 pada orang dewasa atau keluarga di sekitarnya. 

Perlu diketahui, bayi di bawah usia 1 tahun mungkin berisiko lebih tinggi mengalami gejala berat akibat COVID-19, dibandingkan anak yang usianya lebih besar. Hal ini kemungkinan karena sistem kekebalan tubuh yang belum matang dan saluran udara yang lebih kecil, yang membuat mereka lebih mungkin mengalami masalah pernapasan. 

Baca juga: Perlu Tahu, Ini 4 Fakta Virus Corona pada Anak dan Balita

Bagaimana Penularan COVID-19 dari Bayi ke Keluarga dan Orang Dewasa?

Anak-anak kecil atau yang berusia di bawah 3 tahun lebih mungkin menularkan COVID-19 pada anak yang lebih tua, bahkan keluarga di rumahnya. Sebuah studi dari Public Health Ontario yang terbit di JAMA Pediatrics, menemukan bahwa anak usia 0-3 tahun (meski kecil kemungkinan membawa infeksi ke dalam rumah) lebih mungkin menyebarkan virus ke anggota keluarga lain dibandingkan anak berusia 14-17 tahun. 

Meskipun anak-anak berusia 4-8 tahun juga berkemungkinan besar menularkan virus corona seperti halnya anak usia 9-13 tahun, tapi yang terbesar tetap anak atau bayi di bawah usia 3 tahun. Bayi baru lahir dapat terinfeksi virus corona saat proses persalinan atau terpapar oleh pengasuh yang sakit setelah ia dilahirkan. 

Memang bayi dan anak kecil tidak menularkan infeksi sesering orang dewasa, tapi hal ini tetap perlu diwaspadai para orangtua dan pengasuh. Mengingat, hampir tidak mungkin untuk mengisolasi bayi dan anak-anak yang sakit. Menerapkan kebersihan pernapasan yang direkomendasikan dokter juga lebih sulit pada bayi dan anak kecil.

Baca juga: Telat Vaksin COVID-19 Dosis Kedua Tidak Pengaruhi Efektivitas

Peran bayi dan anak kecil dalam menyebarkan COVID-19 dalam keluarga memang tidak bisa diremehkan. Meskipun kebanyakan anak kecil yang terinfeksi COVID-19 tidak menunjukkan gejala. Terlebih sejak munculnya varian Delta yang meningkatkan kekhawatiran. 

Virus corona varian Delta dua kali lebih menular dibandingkan jenis sebelumnya dan sudah memicu peningkatan kasus pediatrik. Peneliti Studi Ontari menyimpulkan, ketika jumlah kasus anak meningkat di seluruh dunia, peran anak-anak dalam penularan di rumah akan terus tumbuh. 

Orangtua Bayi, Pengasuh dan Keluarga Harus Cegah Penularan

Perlu diwaspadai, bayi baru lahir dapat terinfeksi virus COVID-19 saat proses persalinan atau perawatan setelah ia dilahirkan. Jika ibu atau bayi terinfeksi COVID-19 atau sedang menunggu hasil tes karena adanya gejala, selama rawat inap setelah melahirkan disarankan memakai masker dan mencuci bersih tangan saat merawat bayi yang baru lahir. 

Boleh-boleh saja untuk meletakkan tempat tidur bayi di samping tempat tidur ibu saat di rumah sakit, tapi ibu juga disarankan untuk menjaga jarak aman dari bayi jika memungkinkan. 

Baca juga: Kenali Gejala Long COVID-19 pada Anak

Bayi yang terinfeksi COVID-19 atau yang tidak dapat dites dan tidak memiliki gejala dapat dipulangkan dari rumah sakit, tergantung pada situasinya. Pencegahannya, disarankan agar orangtua bayi atau pengasuh bayi memakai masker dan mencuci tangan untuk melindungi diri. 

Diperlukan tindak lanjut yang sering dengan dokter anak selama 14 hari. Ayah dan ibu bisa melakukan kontrol dengan dokter anak di aplikasi Halodoc melalui telepon atau video call, atau kunjungan dokter jika disarankan. Bayi yang dites negatif COVID-19 bisa dipulangkan dari rumah sakit. 

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2021. COVID-19 (coronavirus) in babies and children

Nature. Diakses pada 2021. How do children spread the coronavirus? The science still isn’t clear

WebMD. Diakses pada 2021. Youngest Kids More likely Spread Covid to Family