• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Berbicara Melantur Bisa Jadi Gejala Psikosis

Alasan Berbicara Melantur Bisa Jadi Gejala Psikosis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Dalam beberapa kondisi, seseorang mungkin saja berbicara melantur, misalnya saat baru bangun tidur. Berbicara melantur artinya menyampaikan hal-hal yang menyimpang atau tidak benar-benar terjadi. Namun, tahukah kamu jika berbicara melantur ternyata bisa jadi gejala psikosis. Apa alasannya? 

Psikosis adalah penyakit mental yang menyebabkan pengidapnya tidak bisa membedakan kenyataan dan imajinasi. Nah, hal itulah yang diduga berkaitan dan bisa menyebabkan pengidapnya berbicara melantur. Selain berbicara melantur, ada beberapa hal lain yang bisa menjadi gejala psikosis. Biar lebih jelas, simak ulasannya di artikel berikut! 

Baca juga: Waspada Jika Sering Berhalusinasi, Bisa Jadi Tanda Idap Psikosis


Gejala Psikosis yang Perlu Diketahui

Psikosis merupakan penyakit yang menyebabkan pengidapnya kesulitan membedakan hal yang nyata dengan hal tidak nyata. Secara umum, kondisi ini ditandai dengan gejala delusi, halusinasi, serta berbicara melantur. Orang dengan gangguan ini bahkan bisa meyakini dirinya sebagai sesuatu yang tidak mungkin atau tidak masuk akal. Pengidap gangguan ini juga sering mengaku mendengar suara-suara tertentu, padahal tidak ada. 

Gejala psikosis yang muncul bisa berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Namun, gejala utama dari penyakit ini adalah delusi dan halusinasi. Maka dari itu, orang dengan gangguan ini cenderung berbicara melantur. Hal itu terjadi karena dampak dari delusi atau halusinasi yang dialami. 

Selain delusi dan halusinasi, ada beberapa gejala lain yang juga bisa muncul sebagai tanda gangguan ini. Orang dengan gangguan psikosis cenderung mengalami gejala seperti sulit berkonsentrasi, mengalami gangguan tidur, merasa gelisah, mudah curiga, serta mengalami gangguan dalam berinteraksi dengan orang lain. Kondisi ini juga ditandai dengan sering berbicara tidak sesuai topik, memiliki dorongan bunuh diri, hingga penurunan suasana hati bahkan depresi. 

Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab gangguan ini. Namun, psikosis sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Penanganan perlu segera dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi, salah satunya penurunan kemampuan hidup bersosialisasi. Dalam jangka panjang, gangguan ini bisa menyebabkan hubungan pengidapnya dengan orang sekitar menjadi rusak. 

Baca juga: Melihat yang Tidak Nyata Bisa Jadi Tanda Psikosis

Penanganan psikosis dilakukan dengan konsumsi obat-obatan tertentu dan psikoterapi. Jika ditangani dengan tepat, risiko munculnya komplikasi bisa diminimalkan. Komplikasi yang muncul akibat penyakit ini bisa berbeda-beda, tergantung pada penyebab yang mendasari psikosis. Perubahan perilaku dan pemikiran bisa menjadi salah satu komplikasi dari psikosis. 

Kondisi ini bisa menimbulkan keinginan untuk menyakiti diri sendiri, bahkan orang lain di sekitarnya. Selain itu, komplikasi juga mungkin muncul akibat dari pengobatan yang dijalani. Sebaiknya, segera hubungi dokter jika mengalami komplikasi atau merasa gejala psikosis sudah semakin memburuk. 

Kamu juga bisa memanfaatkan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan ahli psikologi. Sampaikan gejala masalah mental yang dialami pada psikolog atau psikiater melalui Voice/Video Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips mengatasi gejala psikosis dari ahlinya. Ayo, dapatkan aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Meski penyebabnya belum diketahui, psikosis diduga berkaitan dengan pola tidur yang tidak baik, kecanduan alkohol, hingga trauma yang pernah dialami, misalnya kehilangan orang terdekat. Selain itu, psikosis juga disebut dapat muncul karena penyakit tertentu, seperti penyakit Parkinson, penyakit Huntington, tumor otak, stroke, penyakit Alzheimer, serta epilepsi. Infeksi yang menyerang otak juga bisa memicu terjadinya psikosis. 

Baca juga: Inilah Bedanya Gejala Serangan Panik, Manik, dan Psikosis

Psikosis juga bisa muncul sebagai gejala dari penyakit tertentu, seperti skizofrenia, depresi berat, hingga gangguan bipolar. Jika merasa mengalami gejala penyakit ini, jangan malu untuk berbicara dengan orang terdekat. Dukungan dari orang terkasih bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi gangguan pada psikologis.

Referensi 
NHS UK. Diakses pada 2020. Psychosis. 
Healthline. Diakses pada 2020. Psychosis. 
WebMD. Diakses pada 2020. What is Psychosis?