Psikosis

Pengertian Psikosis

Psikosis adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan adanya gangguan hubungan dengan realita. Psikosis merupakan gejala serius yang muncul akibat gangguan mental yang serius dan meliputi adanya gangguan halusinasi atau delusi.

Gejala Psikosis

Seseorang dengan psikosis biasanya akan memiliki gejala yang meliputi:

  • Halusinasi. Halusinasi adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan adanya sebuah persepsi yang dirasakan tanpa adanya rangsangan nyata terhadap panca indera. Hal ini meliputi penglihatan, pendengaran, penciuman, dan taktil. Sebagai contoh, pengidap merasa melihat suatu sosok atau mendengar suara yang tidak nyata.
  • Delusi. Delusi atau waham adalah sebuah keyakinan yang dipegang oleh pengidap namun keyakinan tersebut adalah salah. Misalnya, seseorang merasa dirinya adalah seorang manusia super yang bisa terbang.
  • Rasa cemas yang berlebihan.
  • Penuh dengan rasa curiga.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Mengalami gangguan mood.
  • Cenderung menjadi murung, menarik diri dari lingkungan keluarga atau teman.
  • Tidur terus menerus.
  • Depresi.
  • Gangguan dalam berbicara, seperti tidak fokus, berpindah dari topik satu ke topik lain, dan sering kali tidak nyambung.
  • Memiliki pikiran-pikiran untuk bunuh diri dan melakukan percobaan bunuh diri.

Diagnosis Psikosis

Diagnosis dari psikosis ditegakkan melalui pemeriksaan status mental kemudian dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang jika dicurigai gejala psikosis yang muncul diakibatkan suatu kelainan organik yang diidap oleh pengidap, misalnya dengan pemeriksaan CT scan atau MRI.

Penyebab dan Faktor Risiko Psikosis

Penyebab dari psikosis berbeda-beda dan penyebab pasti nya seringkali tidak jelas. Psikosis muncul sebagai manifestasi gejala dari penyakit namun dapat juga dipicu melalui konsumsi obat-obatan terutama obat-obatan terlarang, kekurangan tidur dan faktor lingkungan.

Beberapa kondisi pada tubuh yang dapat menyebabkan psikosis antara lain adalah:

  • Penyakit pada obatk seperti penyakit parkinson dan penyakit huntington.
  • Tumor atau kista di otak.
  • Penyakit Alzheimer.
  • Stroke.
  • Epilepsi.
  • HIV, Sifilisis, dan infeksi pada otak lainnya.
  • Trauma kepala.
  • Overdosis alkohol dan NAPZA.

Psikosis juga dapat muncul sebagai suatu manifestasi dari adanya gangguan pada jiwa maupun kepribadian seseorang, antara lain:

  • Kelainan bipolar.
  • Depresi.
  • Skizofrenia.
  • Gangguan delusi.
  • Gangguan psikotik menyeluruh.

Penanganan Psikosis

Gejala psikosis dapat ditangani dengan pemberian obat-obatan dan terapi kognitif. Ketika pengidap mengalami serangan psikosis seperti sedang mengamuk, biasanya dokter memberikan penanganan utama dengan menginjeksikan obat penenang.

Obat anti psikosis diberikan kepada untuk dikonsumsi dengan tujuan mengontrol kondisi pengidap dan mencegah terjadinya serangan selanjutnya. Sedangkan terapi kognitif ditujukan untuk melatih pola dan cara berpikir pengidap, cara ini dipercaya lebih efektif dibandingkan konsumsi obat semata.

Pencegahan Psikosis

Sampai saat ini belum ada pencegahan pasti yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya psikosis secara umum. Namun beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai upaya menghindari kondisi ini adalah dengan:

  • Menghindari alkohol dan NAPZA
  • Menghindari depresi. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan pergi berlibur, berbicara dengan konselor jika menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan suatu masalah.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala di atas, dianjurkan untuk menemui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.