• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Kehamilan Ektopik Bisa Sebabkan Vertigo

Alasan Kehamilan Ektopik Bisa Sebabkan Vertigo

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Bagi para wanita tentunya mendapatkan tanda-tanda kehamilan menjadi salah satu hal yang sangat menyenangkan. Namun, sebaiknya segera waspada ketika mengalami nyeri perut dan juga perdarahan dari vagina yang tidak kunjung membaik. Kondisi ini bisa menjadi tanda kamu mengalami kehamilan ektopik. 

Baca juga: Inilah Perbedaan Kehamilan Biasa dan Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik merupakan kondisi kehamilan di luar kandungan atau rahim di mana sel telur yang telah dibuahi menempel pada organ lain yang bukan rahim. Tuba falopi menjadi salah satu organ yang cukup sering menjadi lokasi menempelnya sel telur pada pengidap kehamilan ektopik. Lalu, benarkah kondisi ini dapat memicu vertigo pada pengidapnya? Simak ulasannya, di sini!

Benarkah Kehamilan Ektopik Dapat Sebabkan Vertigo?

Kehamilan ektopik merupakan kondisi yang perlu diwaspadai. Tentunya, kondisi ini perlu mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak membahayakan kesehatan ibu. Selain itu, sel telur yang telah dibuahi pada kehamilan ektopik pun tidak dapat berkembang. 

Awalnya, kehamilan ektopik memiliki tanda yang sama dengan kondisi kehamilan yang normal. Misalnya, munculnya tanda atau garis dua pada tes kehamilan, mual, payudara mulai mengeras, dan menstruasi yang terhenti. Umumnya, tanda kehamilan ektopik akan muncul di minggu ke-4 hingga ke-12 kehamilan.

Ada beberapa gejala yang menjadi tanda dari kehamilan ektopik, seperti nyeri perut. Kondisi ini akan dirasakan secara bertahap mulai dari kondisi yang ringan hingga yang cukup parah. Tidak hanya itu, seseorang dengan kehamilan ektopik akan mengalami perdarahan yang cukup banyak dari vagina. 

Baca juga: Ini Fakta Mengenai Kehamilan Ektopik

Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada tekanan darah. Perdarahan yang tidak diatasi dapat menyebabkan tekanan darah menjadi rendah dan tingkatkan risiko vertigo. Inilah alasan mengapa kehamilan ektopik dapat mengakibatkan seseorang mengalami vertigo. Biasanya, gejala vertigo juga akan disertai oleh kondisi lemas.

Kehamilan ektopik juga menyebabkan nyeri yang tidak biasa pada bagian bahu. Nyeri akan dirasakan mulai dari bahu hingga lengan. Selain itu, kehamilan ektopik dapat menyebabkan pengidapnya mengalami diare atau rasa nyeri pada anus ketika buang air besar.

Sebaiknya segera kunjungi rumah sakit terdekat dan lakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab gejala yang dialami. Penanganan yang tepat tentunya dapat menghindari ibu dari berbagai komplikasi yang dapat dialami.

Penyebab Kehamilan Ektopik

Lalu, apa yang memicu seseorang mengalami kehamilan ektopik? Melansir Mayo Clinic, adanya peradangan atau kerusakan pada bagian tuba falopi menjadi salah satu kondisi yang dapat menyebabkan kehamilan ektopik. Selain itu, ketidakseimbangan hormon dan perkembangan abnormal dari sel telur yang dibuahi juga dapat menyebabkan kehamilan ektopik.

Selain itu, ada beberapa faktor pemicu lain, seperti kebiasaan merokok, pernah memiliki riwayat kehamilan ektopik sebelumnya, memiliki penyakit menular seksual, dan juga pernah mengalami operasi pada bagian tuba falopi.

Ada beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk memastikan kehamilan ektopik, seperti pemeriksaan melalui USG transvaginal dan juga tes kehamilan. Sel telur yang tidak berkembang di luar rahim tentunya perlu dilakukan pengangkatan agar tidak menyebabkan gangguan kesehatan selanjutnya. Dokter akan melakukan penanganan dengan pengobatan atau tindakan bedah.

Baca juga: Inilah Bedanya Hamil Anggur dan Hamil di Luar Kandungan

Jangan khawatir, meskipun ibu pernah mengalami kehamilan ektopik, tetapi ibu masih memiliki kesempatan besar untuk menjalani kehamilan yang normal dan memiliki buah hati bersama pasangan. Jangan ragu untuk gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter seputar perencanaan kehamilan yang perlu kamu lakukan setelah alami kehamilan ektopik. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Ectopic Pregnancy.
Grow by Web MD. Diakses pada 2020. Ectopic Pregnancy.
Intimina. Diakses pada 2020. Understanding Ectopic Pregnancy.