• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Pengidap Penyakit Sapi Gila Alami Gangguan Psikologis

Alasan Pengidap Penyakit Sapi Gila Alami Gangguan Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Penyakit sapi gila atau mad cow disease adalah penyakit infeksi yang menyebabkan otak mengalami degenerasi. Ciri khas penyakit ini yaitu gangguan psikologis akibat kemunduran mental dan kejang otot yang tidak disengaja. Seiring waktu, kondisi ini menyebabkan meningkatnya masalah dengan daya ingat, perubahan kepribadian, dan demensia. Penyakit sapi gila dapat berkembang pesat dan bisa berakibat fatal. 

Penyakit sapi gila dan variannya termasuk dalam kelompok besar penyakit manusia dan hewan yang dikenal sebagai ensefalopati spongiform menular (TSEs). Nama ini berasal dari spons yang terlihat di bawah mikroskop yang berkembang di jaringan otak yang terkena. Kondisi ini merupakan versi abnormal dari sejenis protein yang disebut prion. Biasanya tidak berbahaya, tapi jika cacat, maka mereka dapat menular dan merusak proses biologis normal. 

Baca juga: 5 Trik Memasak Daging Kambing yang Sehat

Bagaimana Penyakit Sapi Gila Mempengaruhi Gangguan Psikologis?

Penyakit sapi gila ini memengaruhi otak dan tubuh, meskipun penyakit sapi gila dan variannya biasanya berkembang jauh lebih cepat. Pengidap penyakit ini umumnya menarik diri dari teman dan keluarganya, dan akhirnya kehilangan kemampuan untuk mengenali atau berhubungan dengan mereka. 

Pengidap juga kehilangan kemampuan untuk merawat diri sendiri, tidak sedikit yang akhirnya mengalami kobat. Itulah sebabnya penyakit ini dapat berakibat fatal. Penyakit sapi gila ditandai dengan kemunduran mental yang cepat, biasanya dalam beberapa bulan. Tanda awalnya meliputi:

  • Kepribadian berubah;
  • Gelisah;
  • Depresi;
  • Hilang ingatan;
  • Pikiran terganggu;
  • Penglihatan kabur atau kebutaan;
  • Insomnia;
  • Kesulitan berbicara;
  • Kesulitan menelan;
  • Gerakan tiba-tiba dan tersentak-sentak.

Seiring perkembangan penyakit, gejala mental memburuk. Kebanyakan orang yang akhirnya mengalami komal. Selain itu gangguan gagal jantung, gagal napas, pneumonia, atau infeksi lain umumnya menjadi penyebab kematian. Kematian dapat terjadi dalam setahun. 

Pada orang dengan penyakit sapi gila dengan varian langka, gejala kejiwaan lebih mungkin terlihat pada awalnya. Demensia, hilangnya kemampuan berpikir, bernalar, dan mengingat, akan berkembang di kemudian hari dalam penyakit ini. Di samping itu, varian tersebut memengaruhi orang-orang pada usia lebih muda dan tampaknya terjadi dalam durasi yang sedikit lebih lama, yaitu 12 hingga 14 bulan. 

Baca juga: Daging Sapi dan Kambing, Mana yang Lebih Baik?

Jenis-Jenis Penyakit Sapi Gila

Jenis penyakit sapi gila yang terjadi pada manusia umumnya adalah Creutzfeldt Jakob Disease (CJD) sporadis dan CJD familial:

  • CJD Sporadis

CJD ini dapat berkembang kapan saja antara usia 20 dan 70 tahun. Namun, sering menyerang orang yang berusia akhir 50- tahunan. CJD sporadis tidak berkaitan dengan penyakit sapi gila. Penyakit ini terjadi ketika protein normal secara spontan bermutasi menjadi tipe prion abnormal. 

  • CJD Familia

Kondisi ini terjadi ketika kamu mewarisi gen bermutasi yang terkait dengan penyakit prion dari orang tua. Orang dengan CJD bawaan sering memiliki anggota keluarga yang mengalami penyakit ini. Tingkat bagaimana CJD bermanifestasi dalam anggota keluarga yang terpisah sangat bervariasi dan dikenal sebagai ekspresivitas variabel. 

Kamu dapat terinfeksi penyakit sapi gila dengan memakan daging yang terkontaminasi prion infeksius. Namun, risiko kamu mengonsumsi daging yang terinfeksi sangat rendah. Kamu juga bisa terinfeksi setelah menerima darah atau jaringan yang ditransplantasikan, seperti kornea dari pendonor yang terinfeksi. 

Baca juga: Ini Komplikasi Kesehatan Akibat Penyakit Sapi Gila

Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui alat bedah yang belum disterilkan dengan benar. Untungnya, ada protokol sterilisasi yang ketat untuk alat yang bersentuhan dengan jaringan yang berisiko terpapar prion, seperti jaringan otak atau mata. 

Jika mengalami gejala yang mirip dengan penyakit sapi gila, segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Creutzfeldt-Jakob disease
Healthline. Diakses pada 2020. Creutzfeldt-Jakob Disease and Mad Cow Disease