• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Perceraian Akibat Perselingkuhan Menyakitkan untuk Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Perceraian Akibat Perselingkuhan Menyakitkan untuk Anak

Alasan Perceraian Akibat Perselingkuhan Menyakitkan untuk Anak

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 22 Juni 2022

“Menghadapi perceraian orangtua saja sudah bisa memengaruhi kesehatan mental anak, apalagi bila perpisahan tersebut disebabkan oleh adanya perselingkuhan. Meskipun anak mungkin tidak mengerti secara pasti apa yang terjadi di antara orangtuanya, tapi perselingkuhan orangtua tetap menyakitkan untuk anak.”

Alasan Perceraian Akibat Perselingkuhan Menyakitkan untuk AnakAlasan Perceraian Akibat Perselingkuhan Menyakitkan untuk Anak

Halodoc, Jakarta – Anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, tidak hanya membutuhkan makanan dan mainan saja untuk perkembangan fisiknya, tapi kasih sayang dan perhatian dari kedua orangtuanya juga sangat penting. Perhatian ayah dan ibu dalam tumbuh kembang anak dapat memberikan dampak yang signifikan pada karakter seorang anak. 

Istilah anak broken home sering diidentikkan dengan anak yang tumbuh dari orangtua yang bercerai. Namun, bukan hanya perceraian saja, tapi orangtua yang sering bertengkar juga sudah cukup mengubah lingkungan rumah yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan penuh cinta untuk anak, menjadi rusak dan tidak kondusif bagi tumbuh kembang anak yang optimal. 

Nah, salah satu alasan yang kerap menjadi penyebab pertengkaran di antara suami istri adalah perselingkuhan. Memang kebanyakan pasangan akan memilih bercerai dalam menghadapi masalah rumah tangga tersebut. Namun, tidak sedikit juga yang berusaha bertahan dengan alasan perceraian bisa berdampak buruk untuk anak. Padahal, perselingkuhan itu sendiri saja sudah cukup menyakitkan untuk Si Kecil yang tanpa sadar juga menjadi korban. 

Dampak Perceraian Akibat Perselingkuhan untuk Anak

Sebenarnya, dampak perceraian dari orangtua bisa bermacam-macam. Tidak selalu negatif, karena biarpun bercerai tapi tetap ada orangtua yang berkomitmen untuk memberikan kasih sayang utuh kepada buah hatinya. Meski tidak lagi terikat dalam pernikahan, bukan berarti orangtua tidak bisa memberikan perhatian bagi buah hatinya.

Sedangkan pengaruh negatif dari perceraian pada anak bukanlah ketika orangtuanya akhirnya memutuskan untuk berpisah. Melainkan penyebab perceraian itu sendiri yang sebenarnya menyakiti hati anak. Menurut ahli, mengungkapkan kalau perceraian orangtua yang disebabkan karena berselingkuh bisa memberikan efek negatif.

Belum banyak yang mengetahui bahwa sebenarnya rasa sedih atau sakit yang dirasakan anak sebenarnya bukan ketika mereka diberitahu soal perselingkuhan kedua orang tuanya. Namun, ketika salah satu orangtua memilih untuk berpisah karena adanya hubungan emosional atau fisik lain, itulah yang paling menyakitkan untuk anak.

Saat terjadi perselingkuhan, maka artinya salah satu dari orangtua sudah melakukan penipuan terhadap komitmen untuk pasangan dan keluarganya. Anak yang melihat bahwa kedua orangtuanya berpisah karena perselingkuhan mereka akan memiliki pandangan baru soal pernikahan. Terutama dalam kehidupannya di masa yang mendatang.

Menurut studi, sekitar 75 persen anak akan merasa telah dikhianati jika orang tuanya melakukan perselingkuhan. Sedangkan sekitar 80 persen merasa bahwa perselingkuhan mengubah cara pandang seorang anak terhadap cinta dan hubungan asmara di masa depannya. Lalu sekitar 70 persen merasa bahwa perselingkuhan memengaruhi kepercayaan mereka terhadap orang lain.

Meski tidak semua, tapi sekitar 55 persen anak yang berasal dari keluarga yang salah satu orangtuanya pernah berselingkuh pada akhirnya akan menjadi orang yang selingkuh juga.

Perpisahan orangtua akibat perselingkuhan memberikan efek jangka panjang bagi anak. Apalagi jika selama hidupnya, anak melihat bagaimana hubungan orangtuanya yang baik-baik saja tiba-tiba retak karena kehadiran orang ketiga. Kepercayaan mereka terhadap orang terdekat pun bisa luntur. Ada kegelisahan dan rasa tidak percaya dalam diri anak yang akan dibawa hingga dewasa.

Inilah mengapa, orangtua yang bercerai perlu memberikan perhatian ekstra bagi anaknya. Ada saat ketika pada akhirnya anak menerima perpisahan orang tua, tapi bukan berarti hatinya tidak terluka. Justru, anak butuh perhatian yang sangat besar. Ia butuh diyakinkan agar ia tidak merasa dikhianati akibat hubungan orangtua yang tidak langgeng lagi.

Tips Membantu Anak Pulih dari Perselingkuhan Orangtuanya

Menghadapi ketidaksetiaan pasangan tentu akan menyebabkan rasa sakit hati, bingung, stres, dan lain-lain. Kamu mungkin juga ingin berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankan dan memperbaiki pernikahanmu, tapi tidak yakin apakah pernikahan bisa bertahan.

Selama menghadapi masa-masa sulit ini, jangan lupa untuk memperhatikan perasaan anak. Terlepas dari apakah anak-anak tahu persis apa yang terjadi atau tidak, mereka tetap akan terdampak dari perselingkuhan orangtua. Anak-anak seperti spons emosional kecil yang menyerap apa pun yang terjadi di dalam rumah. 

Banyak pasangan bertanya-tanya apakah mereka harus memberitahu anak mengenai perselingkuhan dan seberapa banyak mereka harus tahu. Tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini. Namun, sebagian besar ahli setuju bahwa anak-anak tidak perlu diberi tahu terlalu detail mengenai apa yang terjadi, tapi kejujuran tetap penting.

Untuk anak-anak yang lebih kecil, kamu mungkin bisa mengatakan bahwa ibu atau ayah melakukan kesalahan yang menyakitkan. Sementara pada anak-anak yang lebih besar, mereka mungkin curiga bahwa ada sesuatu terjadi di antara orangtuanya, atau bahkan sudah bisa menebak tentang perselingkuhan. Para ahli setuju bahwa orangtua tidak boleh berbohong pada anak, tapi juga tidak perlu memberikan terlalu banyak detail mengenai drama perselingkuhan orangtua. 

Bila kamu melihat tanda-tanda peningkatan kecemasan, depresi, kemarahan, atau masalah perilaku pada anak, pertimbangkan untuk memberikan terapi untuknya. Terapis anak yang baik dapat membantu dengan bebas mengekspresikan perasaan mereka, memahaminya, menerimanya, dan mulai mengatasinya.

Kondisi kesehatan anak adalah prioritas utama yang menjadi tanggung jawab orangtua. Oleh karena itu, baik ayah atau ibu harus selalu siaga untuk menjaga kesehatan Si Buah Hati. Bila Si Kecil mengalami gejala kesehatan tertentu, sebaiknya segera periksakan ia ke dokter.

Ayah atau ibu bisa bawa anak berobat ke dokter dengan buat janji di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.

Referensi:
Talk Space. Diakses pada 2022. Infidelity’s Impact on Children.
Psychology Today. Diakses pada 2022. Should the Children Know You’ve Had an Affair?