• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Pria Lebih Sering Alami Hemokromatosis

Alasan Pria Lebih Sering Alami Hemokromatosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Zat besi menjadi salah satu mineral yang memiliki peranan penting dalam tubuh. Namun, perannya dalam berfungsi dengan optimal ketika kadar zat besi dalam tubuh dalam batas normal. Kelebihan zat besi dalam tubuh menyebabkan penumpukan pada beberapa organ yang memicu gangguan kesehatan lain. Kondisi ini dikenal dengan hemokromatosis.

Baca juga: Hemokromatosis Bisa Sebabkan Kulit Menggelap

Ternyata, pria rentan mengalami hemokromatosis dan bisa disebabkan oleh beberapa hal. Namun, umumnya, kelainan atau mutasi gen yang diturunkan oleh orangtua menjadi salah satu penyebab pria rentan alami hemokromatosis.

Faktor Genetik Sebabkan Pria Alami Hemokromatosis

Zat besi berperan cukup penting dalam menghasilkan hemoglobin. Hemoglobin memiliki fungsi untuk mengikat oksigen dalam darah agar dapat dialirkan menuju seluruh tubuh. Fungsinya akan berjalan dengan baik ketika kadar zat besi dalam tubuh dalam batas normal.

Zat besi didapatkan oleh tubuh melalui makanan yang dikonsumsi. Pengidap hemokromatosis akan menyerap zat besi dalam tubuh secara berlebihan. Namun, kelebihan zat besi tidak dapat dikeluarkan dari tubuh sehingga menyebabkan penumpukan pada beberapa organ tubuh, seperti hati, pankreas, persendian, hingga jantung. Penumpukan zat besi bisa mengakibatkan dampak gangguan kesehatan pada lokasi penumpukan zat besi dan sebabkan komplikasi yang berbahaya.

Pada wanita, umumnya kelebihan zat besi dibuang melalui menstruasi setiap bulannya. Hal ini menyebabkan pria lebih rentan mengalami hemokromatosis. Melansir Mayo Clinic, hemokromatosis juga terjadi akibat adanya riwayat keluarga. Orangtua yang telah mengalami hemokromatosis akan memungkinkan menurunkan hal yang serupa pada anaknya. 

Baca juga: Hemokromatosis Dapat Pengaruhi Kesehatan Jantung

Mutasi gen yang diturunkan melalui faktor genetik menjadi penyebab umum hemokromatosis dialami oleh pria. Kelainan ini terjadi pada gen yang mengatur penyerapan zat besi dalam tubuh. Selain itu, gagal ginjal kronis juga menjadi salah satu penyebab pria rentan alami hemokromatosis. 

Sebaiknya, cara untuk memastikannya dengan segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab yang kamu alami. Sebelum ke rumah sakit, buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk memudahkan pemeriksaan. 

Ketahui Gejala Hemokromatosis

Melansir dari Cleveland Clinic, hemokromatosis tidak menunjukkan gejala awal. Pada pria gejala hemokromatosis umumnya terlihat di antara usia 30-50 tahun. Gejala hemokromatosis yang bisa terlihat adalah pengidap mudah merasa kelelahan dan rentan mengalami nyeri pada bagian jari-jari.

Selain itu, gejala lainnya dari hemokromatosis adalah sakit perut, mengalami kerontokan pada rambut di beberapa bagian tubuh, perubahan warna kulit yang menjadi keabuan, penurunan berat badan secara tiba-tiba, linglung, dan jantung berdebar.

Jika kondisi ini tidak segera diatasi, penumpukan zat besi pada beberapa organ tubuh menyebabkan komplikasi yang cukup berbahaya bagi kesehatan. Penumpukan zat besi pada jantung bisa menyebabkan gagal jantung. Apabila terjadi pada pankreas, maka dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes. Sedangkan kelebihan zat besi dalam organ reproduksi meningkatkan risiko impotensi pada pria.

Baca juga: Begini Pola Makan Sehat untuk Pengidap Hemokromatosis

Tidak ada salahnya lakukan gaya hidup sehat dengan membatasi asupan makanan yang mengandung zat besi tinggi khususnya bagi kamu yang memiliki riwayat orangtua dengan hemokromatosis. Menghindari pengonsumsian alkohol juga menjadi salah satu pencegahan penyakit hemokromatosis yang cukup efektif.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Hemochromatosis
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hemochromatosis