Advertisement

Alasan Sebaiknya Hindari Jengkol Saat Puasa

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   04 April 2022

“Mengonsumsi jengkol berlebihan saat puasa bisa berdampak negatif pada tubuh. Mulai dari bau mulut hingga menyebabkan dehidrasi saat puasa.”

Alasan Sebaiknya Hindari Jengkol Saat PuasaAlasan Sebaiknya Hindari Jengkol Saat Puasa

Halodoc, Jakarta – Sebagian orang di Indonesia sangat menikmati makan jengkol. Apalagi jika diolah menjadi menu yang lezat. Bahkan bulan puasa bukanlah halangan untuk berhenti makan jengkol. Namun mengonsumsi jengkol di bulan puasa sebenarnya ada baiknya dihindari sementara.

Memang dalam takaran yang wajar, jengkol bermanfaat untuk kesehatan. Hal tersebut karena jengkol memiliki kandungan yang sama seperti sayur pada umumnya. Namun jika dikonsumsi secara berlebihan saat puasa, ia bisa menyebabkan beberapa efek samping negatif.

Efek Makan Jengkol saat Puasa

beberapa dampak berikut akan kamu rasakan:

  1. Menyebabkan Bau Mulut

Saat berpuasa, ini berarti tidak ada asupan makanan dan minuman yang masuk ke mulut, sehingga ini bisa meningkatkan risiko bau mulut. Apalagi jika kamu banyak mengonsumsi jengkol saat sahur atau berbuka, tentu bau mulut bisa lebih parah lagi.

Bau mulut muncul karena adanya kandungan djenkolic atau asam jengkolat yang terkandung pada jengkol. Senyawa tersebut berperan dalam menimbulkan bau setelah mengonsumsi jengkol, termasuk bau mulut dan urine.

  1. Jengkol Bersifat Diuretik

Diuretik adalah sebutan untuk kondisi saat tubuh mengalami kenaikan laju urinasi. Efek ini bisa kamu rasakan jika mengonsumsi jengkol secara berlebihan. Gejala yang dialami berupa peningkatan frekuensi buang air kecil, sehingga bisa menyebabkan berkurangnya cairan dalam tubuh. Alhasil, kondisi ini dapat meningkatkan dehidrasi saat puasa.

Selain itu, jengkol memiliki kandungan nitrogen yang cukup tinggi, sehingga bisa menyebabkan gangguan fungsi ginjal dan masalah pada sistem perkemihan. Hal tersebut karena kandungan asam jengkolat dalam jengkol dapat menyebabkan kristal jengkolat yang semakin lama bisa mengganggu saluran perkemihan (misalnya berupa kencing batu), hingga gangguan ginjal.

  1. Keracunan Jengkol

Jangan heran jika seseorang bisa keracunan jengkol, karena ada banyak faktor penyebabnya, yaitu:

  • Daya tahan tubuh.
  • Kondisi asam lambung.
  • Jumlah jengkol yang dikonsumsi.
  • Usia biji jengkol.
  • Cara memasak jengkol.

Kondisi tersebut biasanya muncul saat 5 hingga 12 jam setelah mengonsumsi jengkol. Gejala yang dirasakan dapat berupa:

  • Nyeri perut
  • Muntah
  • Nyeri saat berkemih
  • Ada darah pada urine.

Jika berlangsung terus menerus, keracunan jengkol bisa memicu terjadinya gagal ginjal. Kondisi tersebut ditandai dengan sedikitnya urine yang keluar atau tidak adanya urin yang keluar.

Batasan Harian dalam Mengonsumsi Jengkol

Sebenarnya tidak ada batasan spesifik tentang konsumsi jengkol harian. Hal ini karena setiap orang memiliki tingkat sensitivitas terhadap asam jengkolat yang berbeda-beda. Namun para ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi jengkol harian setidaknya satu sampai tiga buah jengkol per hari. 

Berikut beberapa yang perlu diperhatikan saat ingin mengonsumsi jengkol:

  • Hindari mengonsumsi jengkol saat perut kosong (belum makan).
  • Hindari mengonsumsi jengkol disertai dengan makanan atau minuman lain yang bersifat asam.
  • Hindari mengonsumsi jengkol secara berlebihan, terutama jika memiliki gangguan ginjal.
  • Hindari mengonsumsi jengkol dalam keadaan mentah. Sebaiknya masak jengkol terlebih dulu untuk mengurangi asam jengkolat yang terkandung di dalamnya. Kandungan asam dalam jengkol juga bisa dikurangi dengan menanam biji jengkol ke dalam tanah sebelum memasaknya.

Untuk mengurangi gejala setelah mengonsumsi jengkol, sebaiknya perbanyak minum air putih. Kamu juga bisa menghilangkan aroma tidak sedap akibat konsumsi jengkol dengan minum kopi hitam atau minum susu.

Namun beberapa langkah pencegahan mungkin akan sulit dilakukan selama berpuasa. Jadi alangkah baiknya untuk menghentikan makan jengkol sementara di bulan puasa demi menghindari dampak negatif yang bisa ditimbulkan. 

Itulah alasan sebaiknya menghindari makan jengkol saat puasa. Jika kamu mengalami masalah kesehatan saat puasa, segera tanya dokter di aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Journal of Science Food and Agriculture. Diakses pada 2022. Evaluating the toxic and beneficial effects of jering beans (Archidendron jiringa) in normal and diabetic rats.