• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Wanita Lebih Rentan terkena Penyakit Tiroid

Alasan Wanita Lebih Rentan terkena Penyakit Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Penyakit tiroid merupakan masalah kesehatan yang ditandai dengan ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh seseorang. Kondisinya sendiri berbeda-beda. Saat kelenjar tiroid menjadi kurang aktif, kondisi ini dikenal dengan sebutan hipotiroid. Sedangkan saat kelenjar tiroid terlalu aktif, kondisi ini dikenal dengan sebutan hipertiroid. Tiroid merupakan kelenjar yang berbentuk kupu-kupu dan ditemukan di depan leher.

Ketika tubuh kurang aktif atau bahkan terlalu aktif dalam memproduksi hormon ini, maka metabolisme tubuh juga ikut terganggu. Kondisi ini dipengaruhi oleh banyak faktor pemicu, salah satunya adalah berjenis kelamin wanita. Wanita memiliki risiko 5-8 kali lebih besar mengidap penyakit tiroid ketimbang pria. Lantas, apa alasan wanita lebih rentan terkena penyakit ini? 

Baca juga: Inilah Penyebab Penyakit Tiroid Berdasarkan Jenisnya

Ini Alasan Wanita Menjadi Salah Satu Faktor Risiko Penyakit Tiroid

Wanita menjadi salah satu faktor risiko penyakit tiroid. Hal tersebut dikarenakan, kinerja kelenjar hormon tiroid berkaitan erat dengan hormon estrogen. Dari hasil penelitian yang dilakukan, satu di antara delapan wanita pernah mengalami masalah pada kelenjar yang satu ini. Bukan itu saja, wanita dengan kondisi-kondisi berikut ini rentan mengidap penyakit tiroid:

  • Mengidap penyakit graves, yaitu salah satu jenis gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan produksi hormon tiroid berlebih.
  • Mengidap penyakit Hashimoto, yaitu penyakit peradangan pada kelenjar tiroid akibat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel dan jaringan tiroid yang sehat.
  • Mengidap penyakit gondok, yaitu pembengkakan kelenjar tiroid pada area leher.
  • Mengidap penyakit anemia, yaitu kondisi yang terjadi saat tubuh kekurangan sel darah merah.
  • Mengidap penyakit diabetes tipe 1, yaitu penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah.
  • Pernah melakukan prosedur operasi atau radioterapi guna mengobati penyakit tiroid.

Jika kamu memiliki satu atau lebih faktor risiko penyakit tiroid yang telah disebutkan, segera temui dokter di rumah sakit terdekat untuk memeriksakan kadar hormon tiroid dalam tubuhmu. Terutama bagi kamu yang tengah menjalani program kehamilan atau bahkan tengah mengandung. Saat dialami dalam kondisi tersebut, penyakit ini akan memicu timbulnya komplikasi yang membahayakan pada wanita.

Baca juga: Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Penyakit Tiroid

Apa Saja Gejala Penyakit Tiroid yang Perlu Diperhatikan?

Gejala yang muncul akan tergantung pada jenis dan intensitas keparahan penyakit tiroid yang dialami. Selain benjolan pada area tubuh tertentu, berikut sejumlah gejala umum yang muncul akibat adanya perubahan hormon tiroid dalam tubuh:

  • Gugup dan tremor.
  • Penurunan kesadaran dan konsentrasi.
  • Perubahan siklus menstruasi.
  • Area tubuh mengalami pembengkakan karena retensi cairan.
  • Detak jantung menjadi lebih cepat.
  • Sakit dan nyeri otot.
  • Kenaikan berat badan.
  • Kenaikan kadar kolesterol dalam tubuh.
  • Intoleransi suhu panas.
  • Merasa dingin terus-menerus.

Baca juga: Inilah Pemeriksaan yang Bisa Mendiagnosis Penyakit Tiroid

Gejala yang muncul bisa saja berbeda dari yang telah disebutkan. Jika kamu memiliki sejumlah kekhawatiran berlebih karena memiliki sejumlah gejalanya, segera temui dokter di fasilitas kesehatan terdekat, ya! Penanganan yang tepat akan menghindarimu dari komplikasi yang membahayakan.

Apalagi jika kamu memiliki sejumlah gejala parah, seperti merasa kedinginan ketika cuaca panas, sembelit atau konstipasi, kelemahan otot, penurunan berat badan, nyeri sendi atau otot, rambut rontok, kulit kering dan pucat, suara serak, pembengkakan pada wajah, tidak berkeringat, dan menstruasi dengan volume darah yang sangat banyak.

Referensi:
American Cancer Society. Diakses pada 2020. Thyroid Cancer.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Thyroid Diseases.
MedicineNet. Diakses pada 2020. Thyroid Disorders.