• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Amankah Memberikan Makanan Kalengan untuk MPASI Anak?

Amankah Memberikan Makanan Kalengan untuk MPASI Anak?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Bagi masyarakat Indonesia, makanan kaleng mungkin terasa kurang familiar. Tidak hanya karena harganya yang terbilang cukup mahal, tetapi umumnya masyarakat hanya mengenal makanan kaleng berupa ikan sarden kalengan. Padahal, makanan kaleng punya banyak jenis, mulai dari ikan, buah, hingga sayur.

Memang, makanan kaleng ini disinyalir lebih praktis jika ibu hanya memiliki sedikit waktu untuk memasak. Bagi orang dewasa, makanan kalengan mungkin akan terasa seperti mengonsumsi makanan biasa. Namun, bagaimana dengan anak? Bolehkah memberikan makanan kalengan sebagai salah satu varian menu MPASI? Berikut pembahasannya!

Makanan Kalengan, Amankah Sebagai Menu MPASI?

Sayangnya, makanan kalengan tidak dianjurkan untuk diberikan sebagai makanan pendamping ASI untuk bayi meski terbilang aman dikonsumsi. Bukan tanpa alasan, makanan kalengan biasanya diproduksi dengan kandungan gula atau garam yang sangat tinggi. Sudah pasti, gula atau garam yang terlalu banyak tidak dianjurkan untuk bayi.

Baca juga: Ketahui Jenis MPASI yang Paling Cocok untuk Si Kecil

Ketika makanan kaleng diproduksi, biasanya ada bahan tambahan berupa sirup, saus atau bahan yang disebut dengan brine. Baik saus maupun sirup memiliki kandungan gula yang tinggi, sementara brine mengandung garam dalam jumlah yang sebenarnya tidak cocok untuk bayi. 

Tidak hanya itu, selama proses produksi, bahan makanan yang dimasukkan dalam kaleng akan dipanaskan untuk memastikan bahan atau produk tersebut bebas dari bakteri dan kuman yang bisa memicu terjadinya penyakit. Secara tidak langsung, proses ini membuat kandungan gizi makanan banyak berkurang. 

Baca juga: 5 Tips Menyiapkan MPASI Sebelum Bepergian

Pun, proses pemasakan MPASI juga melibatkan panas, begitu pula dengan membekukan atau menghaluskan makanan. Artinya, kandungan gizi pada makanan juga akan semakin berkurang. Belum lagi dengan tekstur buah dan sayur yang dikemas dalam kaleng yang sangat lembek. Memang, tekstur ini sangat baik sebagai finger food, tetapi jika ibu ingin membuat MPASI pure, hasilnya sudah pasti sangat berair. 

Jadi, sebaiknya ibu tidak menggunakan makanan kaleng sebagai menu MPASI untuk sang buah hati meski memiliki standar food grade. Bahkan, jika ibu terpaksa memberikannya karena tidak bisa menemukan buah dan sayuran segar, pilihlah makanan yang dikemas menggunakan kaca, bukan kaleng. Jadi, ibu bisa menghindari anak dari paparan kontaminasi lapisan dari kaleng itu sendiri. 

Jika ibu masih ragu, sebaiknya tanyakan langsung pada dokter spesialis anak melalui aplikasi Halodoc. Kapan saja ibu membutuhkan solusi terkait masalah kesehatan, gunakan aplikasi Halodoc untuk tanya jawab dengan dokter atau membuat janji di rumah sakit terdekat. 

Baca juga: Cara Mengolah MPASI yang Aman dan Sehat

Bagaimana MPASI yang Baik?

Mungkin, ibu yang baru memiliki anak masih bingung ketika dihadapkan pada anak yang baru akan memulai MPASI. Menu seperti apa yang baik? Bagaimana aturan pemberian makan setiap harinya? Bagaimana tekstur pertama makanan pendamping untuk bayi? Makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh diberikan? Dan masih banyak pertanyaan lain yang bersarang di kepala. 

Secara sederhana, makanan MPASI yang baik adalah kaya energi, protein, vitamin, dan mineral termasuk zink, zat besi, kalsium, folat, vitamin A, dan vitamin C. Pastikan pula makanan dalam keadaan bersih dan higienis, tidak dimasak terlalu panas, bebas kuman, dan bahan kimia yang membahayakan. Jangan lupa, MPASI tidak boleh terlalu pedas, manis, atau asin dan bisa dikonsumsi dengan mudah oleh sang buah hati. 



Referensi: 
Food for Kids Indonesia. Diakses pada 2020. Makanan yang Dikalengkan sebagai Bahan MPASI.
Mother Child Nutrition. Diakses pada 2020. Complementary Feeding.
WHO. Diakses pada 2020. Complementary Feeding.