• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • MPASI

MPASI

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
MPASI - Halodoc

Pengertian MPASI

Makanan Pendamping ASI (MPASI) diberikan pada bayi setelah menginjak usia enam bulan. Seperti namanya, makanan ini diberikan sebagai pendamping bagi bayi yang menyusui. Untuk mengolah MPASI pun tidak boleh sembarangan, karena pengolahannya berbeda dengan makanan orang dewasa. Ada beberapa hal yang perlu diketahui dan diperhatikan oleh ibu dalam menyiapkan MPASI.

Makanan ini diberikan pada bayi yang sedang tumbuh dan membutuhkan tambahan zat besi, seng, dan energi dari ASI atau susu formula saja. Namun, ASI memiliki nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan harus dilanjutkan paling tidak hingga bayi berusia 12 bulan dan lebih dari itu lebih baik. Hal ini agar bayi dapat makan berbagai makanan sehat bersama anggota keluarga lainnya.

Baca juga: MPASI Bisa Sebabkan Si Kecil Sembelit, Ini Cara Mengatasinya


Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dari MPASI

Sekitar usia 6 bulan, kebutuhan energi dan nutrisi bayi mulai tidak tercukupi jika hanya berasal dari ASI. Maka dari itu, makanan pendamping ASI atau MPASI dibutuhkan untuk menjamin kebutuhan gizi anak sehingga tumbuh dengan maksimal. Selain itu, bayi yang memasuki usia ini juga sudah siap mendapatkan makanan lain secara perkembangan tubuhnya.

Jika makanan pendamping tidak diperkenalkan sekitar usia 6 bulan, atau tidak diberikan secara tepat, maka pertumbuhan bayi mungkin saja terganggu. Untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi bayi, beberapa hal yang perlu diperhatikan dari MPASI yang diberikan, antara lain:

  • Tepat Waktu: Makanan ini diberikan bertepatan ketika kebutuhan energi dan nutrisi yang dibutuhkan tidak cukup hanya dengan diberikannya melalui ASI eksklusif. Hal ini juga dapat terlihat saat Si Kecil sudah menunjukkan ketertarikan pada makanan dan sudah dapat mengangkat kepala tanpa bantuan.
  • Cukup: Memastikan untuk menyediakan energi, protein, dan mikronutrien yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anak yang sedang tumbuh. Beberapa nutrisi yang perlu dipenuhi adalah karbohidrat, protein hewani dan nabati, zat besi, serta zinc. Pastikan juga menyesuaikan jumlah dan tekstur sesuai dengan usia anak.
  • Aman: Ibu juga harus menyimpan dan menyiapkan semua makanan yang akan diberikan pada anak tetap higienis. Sebelumnya juga, bersihkan semua alat makan dengan sabun khusus bayi. Ada baiknya untuk menyimpan semua makanan, seperti daging dan ikan, di kulkas dengan suhu di bawah 5 derajat Celcius.
  • Diberikan dengan Tepat: Makanan diberikan sesuai dengan nafsu makan dan tingkat kekenyangan anak, serta penyesuaian porsi dengan usianya. Ibu juga perlu membuat jadwal yang teratur dengan tiga makanan utama dan dua camilan.


Jenis MPASI yang Buruk untuk Bayi

Penting untuk memberikan bayi berbagai macam makanan dengan rasa dan tekstur yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak diberikan dan dihindari saat anak baru belajar mengonsumsi makanan pendamping untuk mengurangi risiko tersedak atau gangguan lainnya. Beberapa makanan tersebut, antara lain:

  • Makanan yang kecil dan keras sehingga mampu menyebabkan anak tersedak. Hindari makanan, seperti kacang-kacangan utuh, biji-bijian, wortel yang tidak dihaluskan, serta potongan apel.
  • Jangan menambahkan gula atau garam ke makanan yang ada. Tambahan tersebut dapat menimbulkan kerusakan gigi dan dapat lebih membebani kerja dari ginjal anak sehingga rentan terserang penyakit.
  • Hindari memberikan susu sapi hingga usianya mencapai 12 bulan. Jika usianya sudah cukup, ibu dapat menggunakan susu sapi ke dalam makanan untuk menghaluskan MPASI yang akan diberikan.
  • Si Kecil tidak membutuhkan madu dan sebaiknya tidak diberikan karena dapat menimbulkan penyakit pada bayi di bawah usia 12 bulan. Hindari juga menggunakan madu sebagai pemanis pada semua mainan gigit anak.

Baca juga: Alpukat sebagai MPASI, Ini Manfaatnya untuk Bayi


Tips MPASI pada Anak

  • Siapkan makanan sebelum disajikan dan bekukan kembali dalam wadah kecil untuk digunakan nanti guna mengurangi kemungkinan dihinggapi bakteri.
  • Pastikan makanan yang diberikan tetap segar, bersih, dan disimpan dengan benar untuk mengurangi kemungkinan keracunan makanan. Simpan makanan di lemari es hanya selama 1 hingga 2 hari.
  • Ibu dapat melihat perubahan pada kotoran bayi saat mengonsumsi makanan jenis baru. Ini terbilang normal dan dapat berubah tergantung makanan yang dikonsumsi.
  • Biasakan untuk memeriksa pertumbuhan bayi sesering mungkin dan pastikan selalu dicatat pada grafik pertumbuhan. Perhatikan apakah pertumbuhan anak sesuai dengan pola yang ada pada grafik tersebut. Jika tidak sesuai, ada baiknya menemui dokter untuk memastikannya.

Baca juga: MPASI Tidak Boleh Ditambahkan Penambah Rasa, Ini Alasannya

Jika ibu memiliki pertanyaan lainnya terkait MPASI pada anak, dokter dari Halodoc siap memberikan jawaban sesuai dengan pengalamannya. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan dan ibu bisa melakukan voice/video call untuk bertanya langsung pada ahlinya. Maka dari itu, unduh aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
Queensland Government. Diakses pada 2021. Introducing complementary foods: Feeding from around 6 months.
WHO. Diakses pada 2021. Complementary feeding.