Ad Placeholder Image

Amankah Menggunakan DSA untuk Mendiagnosis Tumor Otak?

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Digital Subtraction Angiography (DSA) bisa dilakukan untuk memastikan data pencitraan dari pemeriksaan tumor otak sebelumnya.

Amankah Menggunakan DSA untuk Mendiagnosis Tumor Otak?Amankah Menggunakan DSA untuk Mendiagnosis Tumor Otak?

DAFTAR ISI


Tindakan Digital Subtraction Angiography (DSA) telah menjadi salah satu prosedur medis yang sangat penting dalam dunia radiologi intervensi dan neurologi. Prosedur ini memungkinkan para dokter untuk melihat gambaran pembuluh darah secara detail, jernih, dan real-time. Biasanya, DSA digunakan untuk mendiagnosis berbagai kondisi kritis seperti aneurisma otak, malformasi arteriovenosa (AVM), penyumbatan pembuluh darah akibat stroke, hingga memetakan suplai darah ke tumor sebelum operasi dilakukan.

Meski DSA menawarkan tingkat akurasi diagnostik yang sangat tinggi (sering dianggap sebagai gold standard atau standar emas dalam pencitraan pembuluh darah), prosedur ini bukanlah tanpa risiko. Karena DSA termasuk dalam kategori tindakan invasif minimal yang melibatkan penusukan pembuluh darah besar (biasanya di pangkal paha atau pergelangan tangan) serta penyuntikan zat warna kontras berbahan dasar yodium, tubuh pasien dapat memberikan berbagai reaksi.

Penting bagi pasien dan keluarga untuk memahami dengan jelas apa saja efek samping tindakan DSA sebelum memutuskan untuk menjalaninya. Mengetahui risiko ini bukan bertujuan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai langkah edukasi agar kamu bisa melakukan persiapan yang lebih matang, mengenali tanda-tanda bahaya pasca tindakan, dan mengetahui kapan harus segera mencari pertolongan medis profesional.

Lantas, apa saja efek samping tindakan DSA yang mungkin terjadi, mulai dari yang sifatnya ringan hingga komplikasi yang memerlukan perhatian khusus? Berikut ulasan medis selengkapnya!

Apa Itu Tindakan DSA?

Sebelum membahas efek sampingnya, mari kita pahami terlebih dahulu bagaimana prosedur ini dilakukan. Digital Subtraction Angiography (DSA) adalah teknik fluoroskopi (penggunaan sinar-X secara terus-menerus) yang digunakan dalam radiologi intervensi untuk memvisualisasikan pembuluh darah secara jelas di lingkungan jaringan lunak dan tulang yang padat.

Kata “subtraction” (pengurangan) merujuk pada teknologi komputer yang secara digital menghapus atau “mengurangi” bayangan tulang dan organ tubuh lain dari gambar sinar-X, sehingga yang tersisa hanyalah gambar pembuluh darah yang telah diisi dengan zat kontras. Hal ini membuat pembuluh darah yang paling kecil sekalipun dapat terlihat dengan sangat jelas.

Prosedurnya dimulai dengan dokter memberikan bius lokal di area penusukan (umumnya di arteri femoralis pada pangkal paha, atau arteri radialis di pergelangan tangan). Setelah itu, sebuah selang kecil yang sangat fleksibel (kateter) dimasukkan ke dalam pembuluh darah dan diarahkan secara hati-hati menuju area yang ingin diperiksa (misalnya otak atau jantung). Setelah kateter berada di posisi yang tepat, zat warna kontras disuntikkan, dan mesin sinar-X akan mengambil serangkaian gambar dengan cepat.

Efek Samping Ringan Tindakan DSA

Karena prosedur ini melibatkan penyuntikan cairan kontras dan insersi kateter, sebagian besar pasien akan merasakan beberapa efek samping ringan selama atau segera setelah tindakan berlangsung. Efek samping ini umumnya bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa jam hingga beberapa hari.

1. Sensasi Panas Saat Kontras Disuntikkan

Ini adalah reaksi yang sangat umum dan normal. Ketika zat warna kontras yang mengandung yodium disuntikkan melalui kateter, kamu mungkin akan merasakan sensasi hangat atau panas yang menjalar ke seluruh tubuh, terutama di area panggul atau kepala (tergantung ke mana kontras tersebut diarahkan). Sensasi ini hanya berlangsung selama beberapa detik dan akan segera menghilang.

2. Rasa Pahit atau Metalik di Mulut

Beberapa pasien melaporkan adanya perubahan sensasi pengecapan sementara. Kamu mungkin merasakan rasa logam (metalik) atau pahit di mulut saat cairan kontras mulai beredar dalam aliran darah. Ini adalah efek farmakologis ringan dari yodium dan tidak berbahaya.

3. Nyeri, Memar, atau Bengkak di Area Penusukan

Karena kateter dimasukkan melalui arteri (pembuluh darah yang memiliki tekanan tinggi), area penusukan (pangkal paha atau pergelangan tangan) akan rentan mengalami memar ringan, bengkak, atau rasa nyeri yang tumpul setelah efek bius lokal menghilang. Memar ini biasanya akan memudar perlahan dalam waktu satu hingga dua minggu.

4. Mual dan Sakit Kepala Ringan

Efek dari zat kontras maupun stres psikologis selama prosedur terkadang bisa memicu rasa mual yang ringan, pusing, atau sakit kepala. Pasien biasanya disarankan untuk berpuasa beberapa jam sebelum tindakan untuk meminimalkan risiko muntah.

Faktor Pemicu dan Tips Pencegahan Komplikasi DSA
  1. Hidrasi Optimal: Minum banyak air putih sebelum (sesuai instruksi dokter) dan sesudah tindakan untuk membantu ginjal membilas zat kontras dari tubuh.
  2. Riwayat Alergi: Selalu beri tahu dokter jika kamu memiliki riwayat alergi, terutama terhadap makanan laut, yodium, atau obat-obatan tertentu.
  3. Kondisi Ginjal: Pasien dengan riwayat diabetes atau gangguan fungsi ginjal memiliki risiko lebih tinggi terhadap komplikasi zat kontras. Pemeriksaan fungsi ginjal (ureum/kreatinin) wajib dilakukan sebelum tindakan.

Risiko dan Komplikasi Serius Tindakan DSA

Meskipun jarang terjadi, komplikasi serius dapat muncul sebagai efek samping tindakan dsa. Angka kejadian komplikasi berat ini secara umum berada di bawah 1%, namun risikonya meningkat pada pasien lansia, memiliki tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, penyakit ginjal kronis, atau riwayat penyakit kardiovaskular berat.

1. Reaksi Alergi Berat (Anafilaksis)

Meskipun alergi ringan (seperti gatal-gatal atau ruam) bisa terjadi, ada risiko kecil terjadinya reaksi alergi berat terhadap zat kontras. Reaksi anafilaksis dapat menyebabkan sesak napas, pembengkakan pada wajah dan tenggorokan, serta penurunan tekanan darah secara drastis. Staf medis selalu siap dengan obat-obatan darurat seperti epinefrin dan kortikosteroid selama prosedur berlangsung untuk menangani kondisi ini.

2. Nefropati Akibat Kontras (Contrast-Induced Nephropathy)

Zat warna kontras dibuang dari tubuh melalui ginjal. Pada individu dengan ginjal yang sehat, hal ini jarang menjadi masalah. Namun, pada pasien yang sudah memiliki penurunan fungsi ginjal, paparan zat kontras dalam jumlah besar dapat menyebabkan kerusakan ginjal akut sementara atau bahkan permanen. Itulah sebabnya, hidrasi pasca tindakan sangatlah krusial.

3. Perdarahan Massal (Hematoma) atau Pseudoaneurisma

Karena tindakan ini membedah arteri yang bertekanan tinggi, jika tekanan yang diberikan di area penusukan pasca operasi tidak memadai, perdarahan hebat bisa terjadi di bawah kulit, membentuk benjolan besar berisi darah (hematoma). Kadang-kadang, lubang pada arteri tidak menutup dengan sempurna sehingga darah bocor dan membentuk kantung berdenyut di luar pembuluh darah, yang disebut pseudoaneurisma. Kondisi ini mungkin memerlukan intervensi lanjutan untuk menutup kebocoran.

4. Risiko Stroke atau Serangan Iskemik Transien (TIA)

Ini adalah risiko paling serius dari tindakan DSA, terutama jika tindakan dilakukan untuk memeriksa pembuluh darah otak (Cerebral Angiography). Pergerakan kateter di dalam pembuluh darah dapat secara tidak sengaja menggores dinding pembuluh darah, melepaskan plak kolesterol yang menempel, atau memicu terbentuknya gumpalan darah. Jika gumpalan atau plak ini menyumbat aliran darah ke otak, hal ini dapat menyebabkan stroke iskemik atau TIA (stroke ringan). Gejalanya meliputi kelemahan separuh tubuh, kesulitan bicara, atau kehilangan penglihatan mendadak.

5. Kerusakan Pembuluh Darah (Diseksi Arteri)

Ujung kateter atau kawat pemandu (guidewire) yang dimasukkan berpotensi merobek lapisan dalam dinding pembuluh darah (diseksi). Hal ini dapat mengganggu aliran darah ke organ vital dan memerlukan pemasangan stent (ring) darurat atau tindakan operasi untuk memperbaikinya.

Perawatan Pasca Tindakan DSA

Setelah prosedur selesai, perawatan pasca tindakan sangat penting untuk mencegah terjadinya efek samping yang merugikan. Biasanya, pasien akan diminta untuk berbaring telentang dan tidak menekuk kaki (jika penusukan di pangkal paha) selama 4 hingga 6 jam. Hal ini bertujuan untuk memastikan pembuluh darah menutup dengan sempurna dan mencegah perdarahan atau hematoma.

Selama masa pemulihan ini, perawat akan secara berkala memantau tekanan darah, denyut nadi, serta memeriksa area penusukan dan suhu serta pulsasi di kaki atau tangan (memastikan aliran darah tidak terhambat). Selain itu, untuk mendukung pemulihan tubuh dan memelihara kesehatan secara keseluruhan, pastikan kamu makan makanan bergizi. Jika kamu membutuhkan suplemen pendukung untuk masa pemulihan harianmu, kamu bisa beli vitamin dan suplemen di Halodoc, produk dijamin 100% asli dan langsung diantar ke rumah.

Kapan Harus ke Dokter?

Setelah pasien diperbolehkan pulang, observasi mandiri di rumah sangat diperlukan. Segera hubungi tenaga medis atau datangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) jika kamu mengalami salah satu dari gejala berikut setelah menjalani tindakan DSA:

  • Perdarahan aktif di area penusukan yang tidak berhenti meski sudah ditekan dengan kuat.
  • Pembengkakan yang bertambah besar, keras, atau berdenyut di area selangkangan atau pergelangan tangan.
  • Kaki atau lengan (pada sisi yang ditusuk) terasa sangat dingin, pucat, kesemutan, atau mati rasa.
  • Nyeri hebat yang tidak kunjung mereda di area tusukan atau area perut bawah.
  • Demam tinggi melebihi 38 derajat Celcius, yang bisa menjadi tanda adanya infeksi.
  • Gejala menyerupai stroke: kelemahan otot wajah atau anggota gerak, bicara pelo, kebingungan mental, atau gangguan penglihatan yang muncul secara tiba-tiba.

Sebagai bentuk kewaspadaan, jika kamu mengalami keluhan mengkhawatirkan setelah tindakan dan tidak bisa langsung ke rumah sakit, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan panduan pertolongan pertama yang tepat.

Studi Terkait Tingkat Keamanan DSA

Journal of NeuroInterventional Surgery menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa angka komplikasi neurologis permanen pasca DSA serebral diagnostik sangatlah rendah, yakni berada di kisaran 0.1% hingga 0.5% saja, jika dilakukan oleh dokter spesialis yang berpengalaman.

Studi ini menegaskan bahwa meskipun prosedur ini masuk dalam kategori invasif dan membawa risiko komplikasi seperti diseksi arteri atau stroke tromboemboli, manfaat diagnostik yang diberikan jauh melebihi risiko tersebut pada pasien dengan indikasi medis yang tepat. Kemajuan teknologi kateter yang lebih lembut, kualitas cairan kontras non-ionik modern, serta pemandu gambar resolusi tinggi telah menurunkan tingkat morbiditas secara drastis dalam satu dekade terakhir.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Coronary Angiogram – Risks.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Angiogram: Procedure Details & Recovery.
Journal of NeuroInterventional Surgery. Diakses pada 2024. Complications of cerebral angiography: a prospective analysis of 2,924 consecutive procedures.
Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes). Diakses pada 2024. Pedoman Pelayanan Radiologi Intervensi Terpadu.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Medical Use of Radiation and Patient Safety.

FAQ

1. Apakah efek samping tindakan DSA yang paling umum?

Efek samping yang paling sering dialami pasien adalah rasa hangat menjalar ke seluruh tubuh saat cairan kontras disuntikkan, rasa metalik di mulut, serta nyeri ringan atau memar di area pangkal paha atau pergelangan tangan tempat kateter dimasukkan.

2. Berapa lama memar di area tusukan DSA akan hilang?

Memar atau lebam ringan di area penusukan (arteri femoralis atau radialis) adalah hal yang wajar dan biasanya akan memudar dan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu. Hindari aktivitas fisik berat selama masa penyembuhan.

3. Apakah saya boleh langsung beraktivitas setelah tindakan DSA?

Tidak disarankan. Pasien biasanya diharuskan berbaring total (bed rest) selama 4-6 jam segera setelah prosedur untuk mencegah pendarahan. Setelah diperbolehkan pulang, kamu disarankan untuk tidak mengangkat benda berat, berolahraga intens, atau mengendarai kendaraan selama 24 hingga 48 jam pertama.

4. Kenapa saya harus banyak minum air setelah prosedur DSA?

Banyak minum air putih sangat dianjurkan pasca tindakan DSA untuk membantu mengoptimalkan kerja ginjal dalam membilas dan membuang cairan kontras berbahan yodium dari dalam tubuh melalui urine. Hal ini sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal akut.