Ad Placeholder Image

Ampuh! Obat untuk Anak Susah BAB agar Lancar Kembali

7 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   21 Mei 2026

Penting untuk memahami bahwa sembelit bukan sekadar masalah BAB yang jarang, tetapi juga meliputi konsistensi feses dan upaya yang dibutuhkan anak untuk BAB.

Ampuh! Obat untuk Anak Susah BAB agar Lancar KembaliAmpuh! Obat untuk Anak Susah BAB agar Lancar Kembali

DAFTAR ISI


Kesulitan buang air besar atau sembelit merupakan masalah umum yang sering dialami oleh anak-anak, menyebabkan rasa tidak nyaman dan kecemasan bagi orang tua.

Memilih obat untuk anak susah buang air besar (BAB) memerlukan pertimbangan cermat agar aman dan efektif.

Artikel ini akan membahas pilihan obat yang umum digunakan dan aman, serta penyebab, gejala, dan langkah pencegahan sembelit pada anak.

Pengertian Sembelit pada Anak

Sembelit pada anak didefinisikan sebagai kondisi ketika anak mengalami kesulitan buang air besar secara teratur atau feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Frekuensi BAB yang normal bervariasi antar anak, tetapi umumnya kurang dari tiga kali dalam seminggu sudah dapat diindikasikan sebagai sembelit. Kondisi ini dapat menyebabkan anak merasa nyeri saat BAB, sehingga seringkali anak menahan keinginan untuk BAB.

Durasi sembelit bisa bersifat akut (jangka pendek) atau kronis (berlangsung lama). Sembelit kronis memerlukan penanganan yang lebih serius dan konsisten untuk mencegah komplikasi.

Tanda dan Gejala Sembelit pada Anak

Mengenali tanda dan gejala sembelit karena susah BAB sejak dini sangat penting untuk penanganan yang tepat. Gejala yang dapat diamati meliputi beberapa hal yang mengindikasikan adanya masalah pencernaan pada anak. Perubahan perilaku anak juga bisa menjadi petunjuk adanya sembelit.

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala sembelit yang sering ditemukan pada anak:

  • Anak buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu.
  • Feses anak keras, kering, atau berbentuk seperti kerikil.
  • Anak menunjukkan ekspresi tegang atau nyeri saat mencoba buang air besar.
  • Terdapat jejak feses di celana anak, menandakan inkontinensia feses.
  • Perut anak terlihat kembung atau terasa tidak nyaman.
  • Anak sering mengeluh sakit perut yang hilang timbul.
  • Nafsu makan anak menurun karena rasa tidak nyaman.
  • Terdapat darah segar pada feses atau di kertas toilet karena robekan kecil pada anus.

Pahami lebih lanjut tentang Apa Itu Konstipasi (Sembelit)? Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya berikut ini.

Penyebab Umum Sembelit pada Anak

Susah BAB pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan makan hingga kondisi medis tertentu. Memahami penyebabnya membantu dalam menentukan penanganan yang paling efektif. Kebiasaan diet dan pola hidup seringkali menjadi pemicu utama.

Beberapa penyebab umum sembelit pada anak meliputi:

  • Kurangnya Serat dalam Diet: Asupan buah, sayur, dan biji-bijian yang tidak mencukupi dapat membuat feses menjadi keras.
  • Kurangnya Cairan: Dehidrasi atau asupan air yang tidak cukup menyebabkan feses mengering dan sulit dikeluarkan.
  • Perubahan Diet: Transisi dari ASI ke susu formula, penambahan makanan padat, atau perubahan signifikan lainnya.
  • Menahan Buang Air Besar: Anak mungkin menahan BAB karena takut sakit, tidak nyaman dengan toilet umum, atau terlalu sibuk bermain.
  • Kurangnya Aktivitas Fisik: Anak yang kurang aktif bergerak cenderung memiliki gerakan usus yang lambat.
  • Stres atau Perubahan Rutinitas: Perubahan lingkungan, jadwal sekolah baru, atau stres emosional dapat memengaruhi pencernaan.
  • Efek Samping Obat-obatan: Beberapa obat, seperti antidepresan atau suplemen zat besi, dapat menyebabkan sembelit.
  • Kondisi Medis Tertentu: Meskipun jarang, sembelit bisa menjadi gejala dari kondisi medis seperti hipotiroidisme atau penyakit Hirschsprung.

Rekomendasi Obat BAB Keras di Apotek

Mengobati konstipasi tentu tak bisa sembarangan, ini harus sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatanmu.

Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, sebelum kamu memilih obat-obatan agar sesuai dosis dan keamanannya. 

Nah, obat-obatan yang sering dokter resepkan, antara lain: 

1. Microlax Gel 5 ml

Kamu bisa menggunakan Microlax Gel yang dimasukkan melalui anus untuk mengatasi BAB keras.

Produk ini mampu mengatasi sembelit dan membantu melembutkan tinja.

Keunggulan dari Microlax Gel yaitu memiliki efek cepat untuk melunakkan tinja.

Dengan begitu, ketidaknyamanan akibat konstipasi bisa segera mereda.

Microlax sebagai obat bab keras ini sudah dapat digunakan mulai usia di atas 3 tahun, sebanyak 1 tube.

Berikut ini cara pakainya: 

  • Tekan tube sedikit agar sebagian isi obat keluar. 
  • Oleskan pada bagian luar dari pipa. 
  • Masukkan pipa ke dalam anus. 
  • Lalu tekan tube hingga seluruh isinya keluar. 
  • Terakhir, cabut kembali pipa tanpa melepaskan tekanan pada tube. 

No registrasi BPOM: DBL7221628958A1

Harga mulai dari: Rp29.500 per tube.

Dapatkan Microlax Gel 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc.

2. Laxadine Emulsi 60 ml

Komposisi per 5 ml:

  • Phenolphthalein 55 mg
  • Liquid paraffin 1.200 mg
  • Glycerin 378 mg

Obat BAB keras ini dapat merangsang gerakan peristaltik usus besar dan menghambat reabsorbsi air, sehingga feses lebih mudah dikeluarkan.

Dosis penggunaan:

  • Anak 6-12 tahun: 0,5-1 sendok makan sekali sehari.
  • Dewasa dan anak berusia lebih dari 12 tahun: 1-2 sendok makan sekali sehari.
  • Konsumsi sebelum atau sesudah makan.

Obat ini tidak disarankan untuk digunakan dalam jangka panjang, karena bisa memicu kekurangan cairan atau elektrolit, kelemahan otot, dan penurunan BB.

Selain itu, Laxadine Emulsi juga tidak disarankan untuk ibu hamil, ibu menyusui, orang lanjut usia, serta anak di bawah usia 6 tahun. 

No registrasi BPOM: DTL8327800932A1

Harga mulai dari: Rp65.500 per botol

Dapatkan Laxadine Emulsi 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc.

Ingat, Jangan Panik, Ini Cara Mengatasi BAB Berdarah akibat terlalu keras.

3. Dulcolax 5 mg 10 Tablet

Komposisi:

  • Bisacodyl 5 mg dalam bentuk tablet salut enterik. 

Manfaatnya mampu mengatasi masalah konstipasi atau susah BAB adalah Dulcolax Tablet.

Bisacodyl bekerja dengan merangsang pergerakan pada usus besar, sehingga mempermudah proses pengeluaran feses.

Selain mengatasi masalah sembelit, Dulcolax juga sering diresepkan dokter sebagai persiapan prosedur diagnostik sebelum operasi.

Dosis penggunaan:

  • Dewasa dan anak di atas usia 12 tahun, bisa konsumsi 2-3 tablet per hari.
  • Anak 6-12 tahun: hanya perlu 1 tablet sekali sehari. 

Untuk persiapan diagnostik sebelum operasi, dokter biasanya memberikan obat ini pada dewasa sebanyak 2-4 tablet, diminum pada malam hari sebelum tindakan medis. 

No registrasi BPOM: DTL1821207915A1

Harga mulai dari: Rp24.800 per strip.

Dapatkan Dulcolax 5 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc.

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

Meskipun sembelit pada anak seringkali dapat diatasi di rumah, ada beberapa situasi di mana konsultasi medis diperlukan. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika anak menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan. Deteksi dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Segera bawa anak ke dokter jika mengalami:

  • Sembelit yang berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak membaik dengan penanganan di rumah.
  • Nyeri perut yang parah dan tidak mereda.
  • Terdapat darah dalam feses.
  • Pembengkakan perut yang signifikan.
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Demam atau muntah yang menyertai sembelit.
  • Anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi.
  • Adanya riwayat penyakit kronis yang mungkin memperburuk kondisi sembelit.

Apakah Diare Tak Kunjung Berhenti? Saatnya Hubungi 5 Dokter Ini untuk tahu penanganan yang tepat.

Pencegahan Sembelit pada Anak

Langkah pencegahan adalah kunci untuk menghindari susah BAB berulang pada anak. Kebiasaan sehat yang diterapkan sejak dini dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan anak secara optimal. Perubahan gaya hidup dan diet adalah fondasi utama pencegahan.

Beberapa tips untuk mencegah sembelit pada anak meliputi:

  • Tingkatkan Asupan Serat: Berikan makanan kaya serat seperti buah-buahan (pir, apel, plum, pepaya), sayuran hijau, dan biji-bijian utuh.
  • Pastikan Anak Cukup Minum: Ajak anak untuk minum air putih yang cukup sepanjang hari. Jus buah tertentu seperti jus plum atau pir juga bisa membantu.
  • Dorong Aktivitas Fisik: Ajak anak bermain aktif dan bergerak secara teratur untuk membantu stimulasi gerakan usus.
  • Biasakan Jadwal BAB Teratur: Ajarkan anak untuk duduk di toilet pada waktu yang sama setiap hari, terutama setelah makan, untuk membiasakan refleks BAB.
  • Jangan Menunda BAB: Edukasi anak untuk tidak menunda buang air besar saat merasakan dorongan.
  • Batasi Makanan Olahan: Kurangi konsumsi makanan cepat saji, makanan manis, dan produk susu berlebihan yang dapat memperparah sembelit.

Kesimpulan

Memahami obat untuk anak susah BAB, serta penyebab dan pencegahannya, sangat penting bagi setiap orang tua.

Pencegahan melalui diet kaya serat, hidrasi yang cukup, dan aktivitas fisik adalah fondasi utama untuk menjaga kesehatan pencernaan anak.

Untuk penanganan yang tepat dan rekomendasi obat yang sesuai, konsultasi dengan dokter anak adalah langkah terbaik. Halodoc menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis anak yang siap membantu orang tua dalam memahami dan menangani masalah sembelit pada anak.

Halodoc juga mempermudah untuk mendapatkan resep obat dan vitamin sesuai anjuran dokter, serta informasi kesehatan terpercaya lainnya.

Jika kamu memiliki pertanyaan lain tentang kondisi ini, jangan ragu menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Constipation.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Constipation.
Healthline. Diakses pada 2026. Constipation: Symptoms, Causes, Diagnosis, Treatment.