Ad Placeholder Image

Anak 1 Tahun Susah Makan? Ini Tips Mudah Mengatasinya

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlin SpA   12 Februari 2026

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam mengatasi kondisi anak susah makan.

Anak 1 Tahun Susah Makan? Ini Tips Mudah MengatasinyaAnak 1 Tahun Susah Makan? Ini Tips Mudah Mengatasinya

DAFTAR ISI


Susah makan pada anak usia 1 tahun adalah kondisi umum yang membuat orang tua khawatir. Secara medis, kondisi ini didefinisikan sebagai penolakan makanan secara terus-menerus atau kesulitan dalam menerima berbagai jenis makanan.

Kondisi ini seringkali merupakan fase perkembangan normal, namun penting untuk dipahami agar dapat diatasi dengan tepat.

Penyebab Umum Anak Usia 1 Tahun Susah Makan

Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak usia 1 tahun susah makan:

  • Perkembangan Normal: Pertumbuhan melambat setelah usia 1 tahun, sehingga nafsu makan berkurang.
  • Pilih-Pilih Makanan (Picky Eater): Anak mulai mengembangkan preferensi rasa dan tekstur.
  • Gangguan Makan: Dalam kasus yang jarang terjadi, susah makan bisa menjadi tanda gangguan makan yang lebih serius.
  • Masalah Kesehatan: Infeksi, alergi makanan, atau masalah pencernaan dapat menyebabkan anak kehilangan nafsu makan.

Anak Usia 1 Tahun Susah Makan, Apa Solusinya?

Berikut adalah beberapa solusi yang bisa membantu mengatasi anak usia 1 tahun yang susah makan:

1. Pahami Dulu Bahwa Itu Seringnya Normal

  • Pada usia 1 tahun, fase pilih-pilih makanan dan nafsu makan menurun adalah hal yang umum karena pertumbuhan melambat dan anak mulai menunjukkan preferensi rasa dan kontrol diri. Selama anak tetap bertambah berat badan dan aktif, ini biasanya fase yang normal.

2. Buat Rutin Makan yang Konsisten

  • Jadwalkan 3 kali makan utama + 1–2 camilan sehat setiap hari pada jam yang hampir sama. Ini membantu anak mengenal rasa lapar dan waktu makan.
  • Hindari memberi makanan atau susu di luar jadwal, sebab hal ini bisa membuat perut kenyang dan menurunkan nafsu makan pada waktu makan utama.

3. Jadikan Waktu Makan Menyenangkan, Bukan Tegang

  • Makan bersama keluarga, tanpa tekanan atau paksaan “habiskan piringnya”. Paksaan justru bisa membuat anak semakin menolak makanan.
  • Hindari distraksi seperti TV atau gadget agar anak fokus pada makanan.
  • Biarkan anak menyentuh dan eksplorasi makanan — ini membantu mereka merasa lebih nyaman dengan tekstur baru.

4. Tawarkan Variasi Makanan dan Tekstur

  • Sajikan warna, rasa, dan tekstur yang berbeda (smooth, mashed, diced kecil sesuai kemampuan makan). Ini bisa memancing ketertarikan anak.
  • Anak mungkin perlu mencoba makanan yang sama lebih dari 10 kali sebelum menerimanya. Jadi jangan langsung berhenti menawarkan makanan baru setelah satu kali ditolak.

5. Strategi Porsi dan Penyajian

  • Berikan porsi kecil terlebih dahulu, porsi penuh sering membuat anak kewalahan dan bosan.
  • Biarkan anak meminta tambah jika masih lapar, ini memberi rasa kontrol yang positif.

6. Atur Konsumsi Susu dan Camilan

  • Terlalu banyak susu di luar jam makan bisa membuat anak kenyang sehingga malas makan makanan padat. Batasi susu di luar waktu makan sesuai anjuran dokter/ahli gizi.
  • Potong camilan manis atau jus sebelum makan agar anak tetap punya nafsu makan.

7. Libatkan Anak dalam Proses Makan

  • Ajak anak ikut memilih makanan sederhana, ambil sayur di piring, atau bantu “mengaduk”, ini dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan keinginan makan.

8. Kapan Harus Khawatir atau Periksa Dokter

Segera konsultasikan ke dokter anak jika:

  • Berat badan tidak naik selama 2 bulan berturut-turut.
  • Anak lemas, pucat, sering sakit, atau menolak makan sama sekali lebih dari 2 minggu.
  • Ada tanda ketidaknyamanan saat makan seperti nyeri saat menelan atau muntah sering.

Tips Ringkas yang Bisa Langsung Dicoba

  • Sajikan makanan favorit bersama makanan baru
  • Buat bentuk makanan lucu (“planet-planet sayur”)
  • Makan bersama secara rutin tanpa gangguan
  • Tidak memaksa tapi konsisten menawarkan

Berikut adalah contoh menu seminggu yang bisa dicoba untuk anak usia 1 tahun yang susah makan, dengan tetap memperhatikan variasi nutrisi dan tekstur:

  • Senin: Bubur ayam kampung dengan wortel parut dan telur puyuh rebus.
  • Selasa: Nasi tim saring dengan ikan salmon cincang dan brokoli kukus.
  • Rabu: Pasta (makaroni) dengan saus daging sapi cincang dan keju parut.
  • Kamis: Sup ayam dengan sayuran (kentang, wortel, buncis) yang dipotong kecil-kecil.
  • Jumat: Nasi lembek dengan hati ayam yang dihaluskan dan bayam yang dicincang halus.
  • Sabtu: Pancake pisang dengan potongan buah-buahan segar (stroberi, blueberry).
  • Minggu: Kentang tumbuk dengan daging ayam giling dan saus keju.

Pastikan untuk selalu menyesuaikan tekstur makanan dengan kemampuan makan anak dan memperkenalkan makanan baru secara bertahap.

Kapan Harus Memeriksakan Anak ke Dokter?

Meskipun susah makan umumnya merupakan fase normal, ada beberapa kondisi yang mengharuskan kamu untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak:

  • Penurunan Berat Badan yang Signifikan: Jika berat badan anak tidak naik atau bahkan menurun dalam periode waktu tertentu.
  • Gejala Lain: Jika susah makan disertai dengan gejala lain seperti demam, diare, muntah, atau ruam kulit.
  • Keterlambatan Perkembangan: Jika anak menunjukkan tanda-tanda keterlambatan perkembangan lainnya.
  • Kekhawatiran Berlebihan: Jika kamu merasa sangat khawatir dan stres dengan kondisi makan anak kamu.

Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu mengidentifikasi penyebab susah makan dan memberikan solusi yang tepat.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penting untuk memantau tumbuh kembang anak secara berkala dan berkonsultasi dengan dokter jika ada kekhawatiran terkait masalah makan.

Hubungi Dokter Ini untuk Tips Mengatasi Anak yang Susah Makan

Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu mengidentifikasi penyebab susah makan dan memberikan solusi yang tepat.

Berikut beberapa dokter yang dapat kamu hubungi:

  • dr. Ariawan Setiadi, Sp.A: Dokter spesialis anak dengan pengalaman 22 tahun, lulusan Universitas Islam Sultan Agung (2002) dan Universitas Diponegoro (2015). Saat ini berpraktik di Semarang, Jawa Tengah, anggota IDAI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Dandung Bawono, Sp.A, M.Sc: Dokter spesialis anak dengan pengalaman 20 tahun, lulusan Universitas Gadjah Mada (2004, 2009). Saat ini berpraktik di Gondokusuman, DIY, anggota IDAI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Lingga Pradipta, Sp.A: Dokter spesialis anak dengan pengalaman 11 tahun, lulusan Universitas Gadjah Mada (2011) dan Universitas Hasanuddin (2021). Saat ini berpraktik di Makassar, Sulawesi Selatan, anggota IDAI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.

Kesimpulan

Menghadapi anak usia 1 tahun yang susah makan memang bisa membuat frustrasi. Namun, dengan memahami penyebabnya dan menerapkan strategi yang tepat, fase ini dapat dilalui dengan lebih mudah.

Tetaplah bersabar, konsisten, dan jadikan waktu makan sebagai pengalaman yang menyenangkan bagi anak kamu.

Jika kamu memiliki kekhawatiran, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi di Halodoc untuk mendapatkan saran yang lebih personal dengan klik banner di bawah ini!

Referensi: 
Raising Children.net.Au. Diakses pada 2026. Toddler not eating? Ideas and tips. 
NHS. Diakses pada 2026. Fussy eaters.