• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Pemalu, Begini Cara Tingkatkan Rasa Percaya Dirinya

Anak Pemalu, Begini Cara Tingkatkan Rasa Percaya Dirinya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kepercayaan diri pada anak tidak muncul sejak lahir. Dalam membentuk kepercayaan diri, bagaimana langkah orangtua mengasuhnya juga berperan penting. Adakah langkah dalam meningkatkan rasa percaya diri pada anak?

Baca juga: Inilah 6 Jenis Pola Asuh Anak yang Bisa Diterapkan Orangtua

  • Hargai Usahanya

Dalam membentuk rasa percaya diri, proses pembentukan karakter tersebut memang tidak mudah dilakukan. Menghargai usaha anak merupakan salah satu bentuknya. Dalam hal ini, selaku orangtua, ibu harus bisa selalu menyemangati anak ketika ia menang atau kalah saat bertanding dengan menghargai usaha yang mereka lakukan.

Katakan pada Si Kecil, yang terpenting adalah proses bagaimana meraihnya, menang atau kalah merupakan bonus. Dengan kata-kata penyemangat, bisa jadi mereka akan semakin percaya diri dan berusaha keras untuk meraih apa yang mereka ingin capai.

  • Beri Kesempatan untuk Menyelesaikan Urusannya Sendiri

Orangtua kerap kali mengambil alih pekerjaan yang dinilai sulit untuk dikerjakan oleh anak. Padahal, jika orangtua membiarkan mereka menyelesaikannya sendiri, anak dapat mengembangkan kemampuan dan kepercayaan diri dalam menyelesaikan masalahnya. Bantuan dari orangtua justru bisa saja membuat anak jadi ketergantungan dengan ibu.

  • Mendorong Keingintahuan

Anak-anak sering kali bertanya tanpa henti. Terkadang sebagai orangtua, ibu pasti merasa lelah menanggapinya. Namun, hal tersebut tidak boleh dihentikan ya, bu. Pasalnya, bertanya pada anak dapat membantu melatih proses tumbuh kembangnya, karena anak sadar apa yang mereka tidak ketahui. Dengan latihan sering bertanya di rumah, saat sekolah mereka tidak malu untuk bertanya apapun yang tidak mereka ketahui. 

Baca juga: Keuntungan Menerapkan Pola Asuh Autoritatif

  • Bersikap Sesuai Usianya

Jangan pernah paksakan anak untuk bersikap dewasa, karena hal ini akan memberatkan pikiran mereka. Biarkan mereka berekspresi dan bertindak sesuai dengan usianya. Memang, kadang kala tindakan mereka sangat menjengkelkan, tapi hal tersebut merupakan fase tumbuh kembang mereka.

  • Jangan Kritik Penampilannya

Jika ibu melakukan hal yang satu ini, hal tersebut merupakan cara yang paling cepat dan tepat untuk mematikan rasa percaya diri mereka. Daripada mengkritik, lebih baik untuk memberikan saran yang membangun. Jangan mengatakan jelek pada apapun yang mereka kenakan. Jika hal ini ibu lakukan, mereka akan takut gagal karena khawatir akan mengecewakan orangtua, sehingga mereka akan merasa takut dalam mencoba hal-hal baru.

  • Puji Mereka Ketika Berhasil Melewati Kesulitan

Bukan perkara mudah untuk melewati kesulitan dalam hidup. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk memberikan pujian pada anak ketika mereka melewatinya. Namun, jangan dilakukan secara berlebihan. Jika hal tersebut dilakukan, anak bisa saja tumbuh dengan kepribadian narsistik, yaitu menganggap dirinya sangat penting dan harus dikagumi.

  • Tawarkan Bantuan Sewajarnya

Terlalu banyak memberikan bantuan pada anak dapat mengurangi kemampuannya untuk mengeksplorasi kemampuan diri. Dalam hal ini, sebaiknya ibu mengarahkan anak untuk keluar dari masalahnya.

  • Jangan Banyak Menuntut

Orangtua yang terlalu menuntut akan mengurangi rasa percaya diri anak. Orangtua yang terlalu sering memberitahu apa yang harus dan tidak harus dilakukan akan membuat anak bergantung pada orangtua. Jika dibiarkan saja, anak tidak akan pernah bisa mengambil keputusannya sendiri.

Baca juga: Mengenal Dampak Pola Asuh Orangtua ke Anak Lewat Film Shazam!

Diskusikan tumbuh kembang anak dengan dokter atau psikolog di aplikasi Halodoc. Tak hanya itu, ibu juga dapat mendiskusikan tentang pola asuh anak yang baik, sehingga anak tumbuh dengan kepribadian yang baik pula.

Referensi:
Parents. Diakses pada 2019. Ways to Boost Your Toddler's Confidence.
Psikologi Today. Diakses pada 2019. 12 Ways to Raise a Competent, Confident Child with Grit.