• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Sering Buang Air Kecil, Waspada Penyakit Ini

Anak Sering Buang Air Kecil, Waspada Penyakit Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Buang air kecil menjadi aktivitas yang wajar, karena ini merupakan proses alami yang dilakukan tubuh untuk membuang zat yang tidak lagi diperlukan. Namun, bagaimana jika buang air kecil terjadi terlalu sering padahal kamu tidak sedang banyak minum atau cuaca sedang tidak dingin? Bagaimana pula jika hal ini terjadi pada anak? 

Memang, anak cenderung lebih sering buang air kecil dibandingkan dengan orang dewasa. Jika frekuensinya berlebihan, ibu tetap patut waspada. Bisa jadi, ini mengindikasikan kondisi medis tertentu yang sedang ia alami. Usia kurang dari 3 tahun menjadi waktu yang wajar jika anak tidak mampu menahan keinginan buang air kecil alias mengompol. Setelah 3 tahun, baru mereka bisa belajar menahan keinginan untuk buang air kecil ini. 

Waspada Kondisi Medis Berikut Ini

Lalu, kapan ibu harus waspada dengan anak yang sering buang air kecil? Ternyata, pada usia 5 hingga 6 tahun ketika sang buah hati masih sering mengompol atau mengalami buang air kecil dengan frekuensi yang lebih sering daripada orang dewasa. Ini beberapa kondisi medis dengan indikasi buang air kecil yang berlebihan pada anak:

  • Suatu Kebiasaan

Coba amati, apakah ada kebiasaan yang sering dilakukan anak yang berdampak pada keinginannya untuk selalu buang air kecil? Misalnya, ia minum terlalu banyak atau makan es krim berlebihan. Bisa jadi pula, anak tidak ingin menghabiskan banyak waktu di toilet karena ingin kembali bermain dengan teman atau mainan kesukaannya. Nah, ini mungkin membuat proses buang air kecilnya tidak tuntas, jadi ia akan lebih cepat kebelet buang air kecil. 

Baca juga: Anak Sulit Buang Air Kecil, Hati-Hati Fimosis

  • Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus terjadi ketika anak mengalami kekurangan hormon ADH atau hormon diuretik yang berperan dalam mengendalikan cairan pada tubuh. Kondisi ini menyebabkan ginjal anak tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya dan produksi urine menjadi berlebihan. Gejala lain yang bisa ibu amati ketika anak mengidap penyakit ini adalah anak lebih sering haus dan mengonsumsi lebih banyak air. 

  • Stres

Ketakutan, kecemasan berlebihan, atau stres juga dapat berpengaruh pada keinginan anak untuk buang air kecil. Bisa jadi, ia sering buang air kecil, atau tidak sama sekali. Jika anak mengalami hal ini, ibu harus lebih peka dan bertanya padanya, mungkin ada hal-hal yang membuatnya cemas dan takut. Atau, ibu bisa membawa sang buah hati ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan segera. Jangan lupa, gunakan aplikasi Halodoc setiap kali ibu membuat janji dengan dokter

Baca juga: Kenali 5 Penyebab Sering Buang Air Kecil

  • Infeksi pada Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih menjadi penyebab paling umum anak menjadi lebih sering buang air kecil. Terlebih jika sang buah hati merasakan adanya gejala lain, seperti rasa sakit ketika pipis, demam, nyeri pada bagian pinggang, dan urine yang keluar berwarna lebih gelap. Pada beberapa kondisi, ISK yang terjadi juga bisa membuat anak mual dan muntah. 

  • Diabetes Melitus

Ya, diabetes melitus dapat membuat anak menjadi lebih sering berkemih. Masalah yang berkaitan erat dengan gula darah ini disebut juvenile diabetes, dengan gejala berupa peningkatan kadar gula darah karena polifagia atau keinginan untuk makan secara berlebihan dan polidipsia yang menyatakan anak selalu merasa haus, tetapi berat badan justru berkurang. 

Baca juga: Sering Buang Air Kecil Tengah Malam, Ini Masalah Kesehatannya

Itulah beberapa jenis penyakit yang ditandai dengan sering buang air kecil. Segera periksakan anak ke rumah sakit terdekat jika terjadi gejala-gejala di atas.

Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2020. Overactive Bladder, Frequent Urination & Incontinence in Children.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Overactive Bladder in Children.
Healthline. Diakses pada 2020. Overactive Bladder in Children.