• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Sering Jajan Berlebihan, Ketahui 3 Bahayanya

Anak Sering Jajan Berlebihan, Ketahui 3 Bahayanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Saat di sekolah, ada beragam jajanan yang bisa dibelinya karena bentuknya yang lucu atau sekedar penasaran ingin tahu rasanya. Selain itu, nafsu makan anak yang sedang dalam pertumbuhan terbilang tinggi guna mencukupi kebutuhan nutrisinya. Sebagai orangtua, ibu harus benar-benar memperhatikan makanan yang dikonsumsinya dan juga intensitas konsumsi jajanan yang tidak sehat.

Dengan mengonsumsi makanan yang terlalu manis dan tanpa nutrisi, terdapat bahaya yang timbul saat anak jajan berlebihan. Dengan begitu, diharapkan ibu dapat mengurangi kebiasaan buruk tersebut dan lebih mengarahkan anak untuk mengonsumsi bekal makanan yang dibawa atau makan di rumah. Berikut ulasan lengkapnya terkait bahaya dari kebiasaan tersebut pada anak!

Baca juga: Si Kecil Suka Jajan Sembarangan, Ini Dampaknya

Bahaya dari Anak yang Jajan Berlebihan

Ngemil atau makan jajanan biasanya dilakukan untuk mengurangi rasa lapar sebelum makan tanpa melebihi kebutuhan kalori harian yang dibutuhkan. Maka dari itu, jika anak ingin makan snack atau ngemil, ibu harus membiasakan ia mengonsumsi makanan yang sehat, seperti kaya akan serat dan antioksidan. Namun, anak lebih suka dengan makanan yang tidak sehat dibandingkan dengan yang memberikan manfaat.

Jajan secara berlebihan dapat menggantikan kebutuhan energi tubuh anak yang seharusnya didapatkan dari makanan. Jajanan yang dikonsumsinya umumnya hanya memberikan sedikit atau bahkan tidak ada nutrisinya. Hal tersebut dapat menimbulkan dampak buruk pada pertumbuhan dan kesehatan anak. Nah, berikut ini beberapa bahaya yang dapat timbul saat anak jajan berlebihan:

1. Obesitas

Anak biasanya jajan tidak selalu karena lapar, tetapi juga karena kebiasaan, rasa bosan, hingga stres. Saat anak jajan dengan berlebihan, bukan tidak mungkin menyebabkan terjadinya penambahan berat badan yang akhirnya menimbulkan obesitas. Kebiasaan buruk ini biasanya terjadi pada anak yang kurang aktif sehari-harinya dan juga mengonsumsi jajanan yang makanannya padat energi.

Baca juga: Keracunan Makanan pada Anak Bisa Diketahui dengan Cara Ini

2. Kerusakan Gigi

Anak-anak sangat menyukai makanan yang manis sebagai jajanan hariannya. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan gigi, apalagi jika tidak menggosok gigi secara rutin. Saat gigi lebih lama bersentuhan dengan makanan, bakteri dapat menghasilkan asam yang mampu merusak email. Maka dari itu, ibu harus mengajarkan anak untuk minum air putih setelah makan jajanan. Wajibkan juga anak untuk menggosok gigi dua kali sehari agar kesehatan giginya tetap terjaga.

3. Kekurangan Nutrisi Penting

Anak yang terlalu banyak mendapatkan kalori dari gula membuatnya kekurangan nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangannya karena rasa kenyang sebelum makan. Faktanya, anak-anak tidak boleh mengonsumsi makanan manis lebih dari 35 gram per harinya. Makanan manis tidak dapat menggantikan nutrisi penting, seperti protein, vitamin, dan lainnya. Maka dari itu, risiko untuk anak mengalami malnutrisi bisa saja terjadi.

Maka dari itu, sebagai orangtua, ibu harus benar-benar memperhatikan segala makanan yang dikonsumsi oleh anak. Keseimbangan nutrisi sangat penting untuk menjaga anak tetap sehat. Bahkan, hal tersebut dapat memastikan pertumbuhan dan perkembangannya maksimal. Nutrisi pada anak adalah suatu hal yang tidak dapat ditawar untuk menunjang tubuhnya.

Baca juga: Inilah Bahaya di Balik Jajan Anak

Ibu juga dapat bertanya pada dokter spesialis anak dari Halodoc terkait nutrisi yang sangat dibutuhkan anak dan cara untuk menghindari ia jajan berlebihan. Caranya cukup mudah, hanya dengan download aplikasi Halodoc, ibu dapat menikmati kemudahan terkait akses kesehatan hanya dengan penggunaan smartphone di tangan!

Referensi:
Very Well Family. Diakses pada 2020. Too Much Sugar Can Cause Health Problems in Kids.
SF Gate. Diakses pada 2020. Bad Effects of Snacking.