Advertisement

Antibodi COVID-19 Terbentuk 99 Persen Usai 2 Kali Vaksinasi

Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   24 Februari 2021
Antibodi COVID-19 Terbentuk 99 Persen Usai 2 Kali VaksinasiAntibodi COVID-19 Terbentuk 99 Persen Usai 2 Kali Vaksinasi

Halodoc, Jakarta - Vaksinasi di Indonesia sudah mulai berjalan sejak Januari 2021. Setelah petugas medis, maka ini saatnya petugas pelayanan umum mulai dari TNI, Polri, dan pekerja media yang mendapatkannya. Selain itu, lansia juga sudah direncanakan untuk segera mendapatkan dosis vaksin. Namun, kamu pasti pernah mendengar kabar bahwa COVID-19 masih bisa terjadi usai vaksin dilakukan. Kemudian, kamu lantas berpikir buat apa dilakukan vaksin jika demikian.

Nyatanya seseorang tidak akan langsung kebal dari virus corona usai dilakukan vaksin, karena vaksin ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk bekerja. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi mengatakan bahwa antibodi yang terbentuk setelah individu disuntik vaksin Covid-19 Sinovac bisa mencapai 99 persen. Namun, hal itu bisa terjadi apabila suntikan vaksin dilakukan dalam dua dosis. Nantinya, sebagian besar dari vaksin-vaksin COVID-19 diharapkan bisa memicu terbentuknya antibodi hingga lebih dari 95 persen.

Baca juga: Penjelasan WHO Soal Efek Vaksinasi COVID-19

Proses dan Durasi Terbentuknya Antibodi 

Umumnya semua vaksin baru bisa membentuk antibodi maksimal setelah dua kali suntikan vaksin dalam rentang waktu tertentu. Jadi kalau Sinovac yang digunakan di Indonesia, rentang waktunya 14 hari. Nadia juga mengungkapkan bahwa suntikan pertama baru bisa mencapai 67 persen antibodinya. Setelah diberikan suntikan pada 14 hari kemudian maka antibodi yang muncul bisa sampai 99 persen, bahkan pada (yang disuntik) vaksin Sinovac. 

Adapun setiap vaksin itu berbeda-beda rentang waktu penyuntikannya. Ada yang seperti Sinovac yakni sekitar 14 hari. Kemudian ada yang seperti Astrazeneca yang memiliki rentang waktu ada yang 21 hari, dan ada juga yang 28 hari. 

Nadia juga menyampaikan, meskipun telah mendapat suntikan vaksin, individu masih bisa terpapar COVID-19. Namun, vaksin yang telah disuntikkan akan membuat sistem pertahanan pada tubuh sehingga membuat individu tidak sakit. Hasil uji klinis menunjukkan bahwa vaksin ini memberi perlindungan terhadap gejala COVID-19 yang berat atau gejala COVID-19 yang mematikan. 

Baca juga: Uji Coba Vaksin Pfizer pada Wanita Hamil

Cara Kerja Vaksin COVID-19

Vaksin COVID-19 membantu tubuh kita mengembangkan kekebalan terhadap virus penyebab COVID-19 tanpa kita harus terserang penyakit. Berbagai jenis vaksin bekerja dengan cara yang berbeda untuk menawarkan perlindungan, tetapi dengan semua jenis vaksin, tubuh memiliki persediaan limfosit T "memori" serta limfosit B yang akan mengingat cara melawan virus itu di masa depan.

Biasanya, dibutuhkan waktu beberapa minggu bagi tubuh untuk memproduksi limfosit-T dan limfosit-B setelah vaksinasi. Oleh karena itu, ada kemungkinan seseorang tertular virus penyebab COVID-19 sebelum atau setelah vaksinasi dan kemudian jatuh sakit karena vaksin tidak mempunyai cukup waktu untuk memberikan perlindungan.

Terkadang setelah vaksinasi, proses pembentukan kekebalan bisa menimbulkan gejala, seperti demam. Gejala ini normal dan merupakan tanda bahwa tubuh sedang membangun kekebalan.

Baca juga: Syarat Vaksinasi Corona pada Kelompok Usia Rentan

Pentingnya Melakukan Vaksin COVID-19

Mendapatkan vaksinasi adalah salah satu dari banyak langkah yang dapat kamu ambil untuk melindungi diri dan orang lain dari COVID-19. Perlindungan dari COVID-19 sangat penting karena bagi sebagian orang dapat menyebabkan penyakit parah atau kematian.

Ingat, menghentikan pandemi membutuhkan penggunaan semua sumber daya yang tersedia. Vaksin bekerja dengan sistem kekebalan sehingga tubuh akan siap melawan virus jika kamu terpapar. Langkah-langkah lain, seperti masker dan jarak sosial, membantu mengurangi kemungkinan kamu terpapar virus atau menyebarkannya ke orang lain. Mari bersama-sama lakukan vaksinasi COVID-19 dan mengikuti rekomendasi Kementerian Kesehatan untuk melindungi diri dan orang lain untuk mendapatkan perlindungan terbaik dari COVID-19.

Namun, selama kamu belum mendapatkan dosis vaksin, sebaiknya jaga kesehatanmu dengan menerapkan pola hidup sehat dan konsumsi suplemen tambahan untuk melindungi kesehatanmu. Kamu pun kini bisa beli vitamin dan suplemen yang dibutuhkan lewat aplikasi Halodoc supaya lebih praktis dan tanpa keluar rumah. Pesanan kamu pun bahkan bisa segera tiba kurang dari satu jam. Tunggu apa lagi, yuk gunakan aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Understanding How COVID-19 Vaccines Work.
Kompas. Diakses pada 2021. Kemenkes: Antibodi Bisa Terbentuk 99 Persen Setelah Disuntik Dua Dosis Vaksin Sinovac.