Ad Placeholder Image

Antibodi Vaksin Sinovac Menurun setelah 6 Bulan? Ini Faktanya

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim 28 Juli 2021

"Vaksin COVID-19 dari Sinovac baru-baru ini diteliti. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa ada kemungkinan antibodi dari vaksin tersebut menurun dalam waktu 6 bulan. Benarkah hal itu? Cari tahu faktanya di artikel berikut ini!"

Antibodi Vaksin Sinovac Menurun setelah 6 Bulan? Ini FaktanyaAntibodi Vaksin Sinovac Menurun setelah 6 Bulan? Ini Faktanya

Halodoc, Jakarta – Vaksin COVID-19 ditujukan untuk membantu memutus rantai penularan virus corona. Seperti diketahui, virus corona jenis terbaru ini masih menjadi pandemi di dunia. Kini ada beberapa jenis dan merk vaksin yang sejauh ini digunakan. Di Indonesia, salah satu vaksin yang digunakan adalah vaksin Sinovac alias CoronaVac. Namun, baru-baru ini ada penelitian yang menemukan fakta antibodi dari jenis vaksin ini.

Menurut penelitian, antibodi yang dihasilkan oleh jenis vaksin ini akan mengalami penurunan dalam waktu 6 bulan. Penurunan antibodi kebanyakan terjadi setelah dosis kedua vaksin COVID-19. Vaksin corona bekerja dengan cara “merangsang” pembentukan antibodi tubuh yang menyerupai virus corona. Antibodi inilah yang nantinya akan berperan dalam mencegah gejala penyakit akibat infeksi virus. 

Baca juga: Masih bisa Terinfeksi, Ini Gejala COVID-19 setelah Vaksin Lengkap

Penguat untuk Vaksin COVID-19 

Namun, jangan khawatir. Studi yang sama menunjukkan bahwa ada cara penguat untuk vaksin COVID-19. Hal ini bisa didapat dari suntikan dosis ketiga atau booster. Selain itu, mendapatkan vaksin masih jauh lebih baik daripada tidak divaksin sama sekali. Suntikan vaksin bisa membantu melindungi tubuh dari risiko munculnya gejala penyakit akibat infeksi virus. 

Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti di otoritas pengendalian penyakit di Provinsi Jiangsu, Sinovac, dan institusi Cina lainnya. Namun, peneliti menyebut tidak mengetahui pasti bagaimana penurunan antibodi dari vaksin akan memengaruhi efektivitas suntikan. Sejauh ini, peneliti belum mengetahui secara pasti ambang batas tingkat antibodi vaksin untuk mencegah penyakit. 

Sinovac adalah salah satu vaksin yang digunakan untuk mencegah infeksi COVID-19. Hingga kini, vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech Ltd. ini menjadi salah satu jenis vaksin yang digunakan di Indonesia. Vaksin ini dibuat dengan memanfaatkan virus corona yang sudah tidak aktif. Penyuntikan vaksin COVID-19 dilakukan untuk merangsang sistem kekebalan atau imunitas untuk mengenali virus corona yang menyerang tubuh. 

Baca juga: Dampak Negatif Covid-19 pada Anak yang Punya Komorbid

Rencana Booster di Indonesia 

Meski penelitian menunjukkan kemungkinan penurunan antibodi dari vaksin Sinovac, bukan berarti vaksin ini tidak bisa bekerja dengan baik. Melansir Reuters, Indonesia dan beberapa negara lain berencana memberikan booster atau penguat pada penerima vaksin Sinovac. Jenis vaksin yang akan digunakan sebagai booster adalah vaksin dari Moderna dan vaksin Pfizer. Suntikan penguat diberikan untuk membantu meningkatkan kemampuan tubuh dalam melawan virus, terutama varian Delta yang lebih menular. 

Booster vaksin untuk tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia sudah mulai dilakukan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melakukan suntikan booster tahap pertama terhadap nakes di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Suntikan dosis ketiga vaksin ini telah dilakukan pada Jumat (16/7) dengan menggunakan vaksin Moderna. Selain menggunakan vaksin Moderna, ke depannya vaksin booster juga dapat menggunakan vaksin merek lain. Contohnya, Astrazeneca atau Sinovac.

Nantinya, pemberian booster vaksin akan diberikan secara bertahap pada orang yang sebelumnya sudah mendapatkan vaksin Sinovac lengkap. Suntikan penguat akan diutamakan untuk tenaga kesehatan yang bekerja di garis terdepan dalam melawan virus corona. Di sisi lain, pemberian vaksin COVID-19 juga terus dilakukan sesuai dengan target pemerintah dalam upaya menurunkan risiko penularan virus corona.

Baca juga: Fakta Penting 94% Kematian karena COVID-19

Jika sakit dan butuh penanganan medis segera, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk menemukan daftar rumah sakit terdekat. Atur lokasi dan temukan rumah sakit yang sesuai dengan kebutuhan. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

Referensi: 
Reuters. Diakses pada 2021. Antibodies from Sinovac’s COVID-19 shot fade after about 6 months, booster helps – study. 
Sehat Negeriku. Diakses pada 2021. Penyuntikan Vaksin Booster untuk Nakes Dimulai di RSCM. 
The New York Times. 2021. How the Sinovac Vaccine Works.