
Apa itu ISPA? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
ISPA merupakan infeksi saluran pernapasan yang sangat menular melalui percikan liur dan disebabkan oleh infeksi virus maupun infeksi bakteri.

DAFTAR ISI
- Apa Saja Gejala ISPA?
- Rekomendasi Obat dan Suplemen untuk ISPA
- Faktor Risiko dan Cara Pencegahan ISPA
- Hubungi Dokter di Halodoc Jika Mengalami Gejala ISPA
- Studi Terkait Penularan ISPA
- FAQ
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang paling umum dialami oleh masyarakat Indonesia, terutama saat masa pancaroba atau ketika tingkat polusi udara sedang tinggi.
Kondisi ini memengaruhi saluran pernapasan bagian atas, yang meliputi hidung, sinus, faring, dan laring.
Apa Saja Gejala ISPA?
Gejala yang ditimbulkan biasanya berupa batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, hingga demam ringan. Meskipun sering dianggap sebagai penyakit ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya, ISPA tetap dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan produktivitas penderitanya.
Di tengah masyarakat, sering muncul kekhawatiran dan pertanyaan mendasar: apakah ispa menular? Jawabannya adalah ya, ISPA merupakan penyakit yang sangat menular. Patogen penyebab ISPA, baik itu virus seperti rhinovirus, adenovirus, dan coronavirus, maupun bakteri seperti Streptococcus, dapat dengan mudah berpindah dari satu individu ke individu lainnya.
Penularan ini utamanya terjadi melalui percikan air liur (droplet) ketika penderita bersin, batuk, atau bahkan sekadar berbicara. Selain itu, menyentuh permukaan benda yang telah terkontaminasi virus lalu menyentuh hidung atau mulut juga menjadi jalur penularan yang sangat umum.
Mengingat tingkat penularannya yang tinggi, penting bagi kita untuk tidak hanya melakukan tindakan pencegahan, tetapi juga mengetahui langkah pengobatan awal yang tepat. Penanganan gejala secara mandiri di rumah menggunakan obat-obatan yang dijual bebas sangat membantu meringankan keluhan, mempercepat proses pemulihan, sekaligus menekan risiko komplikasi agar infeksi tidak menyebar ke saluran pernapasan bagian bawah (seperti paru-paru).
Oleh karena itu, mempersiapkan kotak P3K di rumah dengan obat-obatan simtomatik dan suplemen daya tahan tubuh adalah langkah yang bijak. Nah, mau tahu apa saja pilihan obat dan suplemen yang aman untuk meredakan gejala ISPA? Berikut ulasannya!
Rekomendasi Obat dan Suplemen untuk Gejala ISPA yang Ampuh
Untuk mengatasi keluhan ISPA secara mandiri di rumah, kamu bisa menggunakan obat-obatan bebas dan bebas terbatas yang berfokus pada meredakan gejala spesifik seperti demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan, serta suplemen untuk memelihara daya tahan tubuh. Berikut adalah beberapa rekomendasinya:
1. Sanmol 500 mg 4 Tablet
Sanmol adalah obat yang mengandung bahan aktif Paracetamol 500 mg. Paracetamol bekerja dengan cara mengurangi produksi prostaglandin di sistem saraf pusat. Prostaglandin adalah zat kimia alami tubuh yang memicu reaksi peradangan, termasuk rasa nyeri dan peningkatan suhu tubuh. Dengan menghambat zat ini, Sanmol efektif berfungsi sebagai analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun panas).
Saat mengalami ISPA, gejala awal yang sering muncul adalah demam, sakit kepala, serta nyeri otot atau pegal-pegal di seluruh tubuh. Sanmol sangat bermanfaat untuk mengatasi keluhan-keluhan tersebut sehingga kamu bisa beristirahat dengan lebih nyaman selama masa pemulihan.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa dan anak berusia di atas 12 tahun: 1 tablet, diminum 3-4 kali sehari.
- Anak usia 6-12 tahun: 1/2 – 1 tablet, diminum 3-4 kali sehari.
- Dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Jangan melebihi dosis maksimal harian untuk mencegah risiko kerusakan hati.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Sanmol 500 mg 4 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
2. Actifed Plus Expectorant Sirup 60 ml (Hijau)
Jika ISPA yang kamu alami disertai dengan batuk berdahak dan pilek, Actifed Plus Expectorant (kemasan hijau) adalah pilihan yang tepat. Obat sirup ini memiliki tiga kombinasi bahan aktif: Triprolidine HCl (antihistamin untuk meredakan reaksi alergi dan bersin), Pseudoephedrine HCl (dekongestan untuk melegakan hidung tersumbat), dan Guaifenesin (ekspektoran).
Guaifenesin bekerja dengan cara meningkatkan hidrasi saluran pernapasan dan menurunkan kekentalan lendir (dahak). Hal ini membuat dahak menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan saat kamu batuk. Sementara itu, Pseudoephedrine menyusutkan pembuluh darah yang bengkak di saluran hidung, membuat pernapasan kembali lega.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1 sendok takar (5 ml), diminum 3 kali sehari.
- Anak usia 6-12 tahun: 1/2 sendok takar (2.5 ml), diminum 3 kali sehari.
- Tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 6 tahun kecuali atas petunjuk dokter.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Actifed Plus Expectorant Sirup 60 ml (Hijau) di Toko Kesehatan Halodoc
Cara Mencegah Penularan ISPA di Rumah
- Rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, minimal selama 20 detik, terutama setelah bersin atau dari luar rumah.
- Terapkan etika batuk dan bersin yang benar dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam.
- Gunakan masker medis jika kamu sedang sakit agar droplet tidak menyebar ke anggota keluarga lainnya.
- Pastikan sirkulasi udara di dalam rumah berjalan baik dengan membuka jendela secara berkala.
3. Imboost 10 Tablet
Kunci utama untuk melawan infeksi virus penyebab ISPA adalah dengan memiliki sistem imun yang kuat. Imboost Tablet merupakan suplemen kesehatan yang mengandung ekstrak kering Echinacea purpurea dan Zinc picolinate. Echinacea telah lama dikenal dalam dunia medis sebagai imunomodulator, yakni zat yang dapat memodulasi atau mengatur respons sistem kekebalan tubuh.
Manfaat utama dari Imboost adalah membantu mempercepat proses penyembuhan penyakit infeksi saluran pernapasan sekaligus mencegah terjadinya kekambuhan. Zinc dalam suplemen ini juga berperan krusial dalam metabolisme sel imun dan proses pemulihan jaringan tubuh yang rusak akibat infeksi.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1 tablet, diminum 2-3 kali sehari.
- Sebaiknya dikonsumsi sesudah makan untuk menghindari rasa tidak nyaman pada lambung.
- Penggunaan suplemen ini tidak dianjurkan lebih dari 8 minggu berturut-turut.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Imboost 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
4. Degirol Hisap 0.25 mg 10 Tablet
Salah satu gejala ISPA yang paling mengganggu dan sering membuat penderitanya kehilangan nafsu makan adalah radang tenggorokan (faringitis) yang memicu rasa gatal, perih, hingga nyeri saat menelan. Degirol Hisap adalah tablet hisap antibakteri dan antijamur yang mengandung Dequalinium chloride 0.25 mg.
Kandungan aktif Dequalinium chloride bekerja secara lokal di rongga mulut dan tenggorokan untuk membunuh bakteri dan jamur penyebab infeksi ringan. Bentuk sediaannya berupa tablet hisap memungkinkan bahan aktif berlama-lama menyapu dinding tenggorokan, memberikan efek lega yang cepat dan tahan lama.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa dan anak di atas 10 tahun: 1 tablet hisap, dihisap perlahan-lahan hingga larut di dalam mulut.
- Dapat diulang setiap 3-4 jam sesuai kebutuhan, dengan maksimal penggunaan 8 tablet sehari.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Degirol Hisap 0.25 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Faktor Risiko dan Perawatan Tambahan di Rumah
1. Identifikasi kelompok rentan
Meskipun siapa saja bisa terkena ISPA, kelompok tertentu seperti balita, lansia di atas 65 tahun, dan orang dengan gangguan sistem imun (misalnya penderita diabetes atau HIV) memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi penyerta, seperti pneumonia atau bronkitis.
2. Pentingnya hidrasi dan sstirahat
Selain mengonsumsi obat-obatan, pastikan kamu mendapatkan istirahat yang cukup. Tidur minimal 7-8 jam semalam membantu tubuh memproduksi sitokin, sejenis protein yang menargetkan peradangan dan infeksi. Selain itu, perbanyak minum air putih hangat untuk membantu mengencerkan dahak secara alami dan melegakan tenggorokan.
Hubungi Dokter di Halodoc Jika Mengalami Gejala ISPA
Jika kamu mengalami gejala ISPA, segera hubungi dokter di Halodoc.
Dokter dapat memberikan saran penanganan yang tepat sekaligus meresepkan obat.
Nah, berikut rekomendasi dokter di Halodoc yang sudah memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun.
Mereka juga memiliki penilaian yang baik dari pasien-pasien yang pernah mereka tangani sebelumnya.
Ini daftarnya:
1. dr. Septianus Hermanto

Kamu juga bisa menghubungi dr. Septianus Hermanto untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat.
Ia adalah alumnus Fakultas Kedokteran UKRIDA pada 2007 yang kini membuka praktik di Bekasi, Jawa Barat dan tergabung sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan nomor STR 3111100522082213.
Berbekal pengalaman lebih dari 6 tahun, dr. Septianus Hermanto bisa memberikan layanan konsultasi terkait gejala yang kamu alami di Halodoc.
Chat dr. Septianus Hermanto mulai dari Rp 25.000,- di Halodoc.
2. dr. Nuriati Harahap

Dokter Nuriati Harahap mendapatkan gelar dokter umum di Universitas Islam Sumatera Utara pada 2010.
Ia kini berpraktik di Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara dan tergabung sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan nomor STR ZT00000267539180.
Dengan pengalamannya sebagai dokter umum selama 17 tahun, dr. Nuriati Harahap mampu memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait kondisi yang kamu alami.
Chat dr. Nuriati Harahap mulai dari Rp 25.000,- di Halodoc.
Jika dokter sedang tidak tersedia atau offline, kamu tak perlu khawatir.
Sebab kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc atau berkonsultasi dengan dokter lainnya.
Tunggu apa lagi? Yuk pakai Halodoc sekarang!
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:
✅ Dokter tersedia 24 jam.
✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
✅ Bisa dicover asuransi.
✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat.
✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%.
Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!
Studi Mengenai Tingkat Penularan ISPA
World Health Organization (WHO) secara rutin merilis laporan terkait infeksi pernapasan akut, yang menyatakan bahwa virus penyebab ISPA dapat bertahan hidup di permukaan benda (seperti gagang pintu atau meja) selama beberapa jam hingga beberapa hari. Hal ini menegaskan tingginya kemampuan patogen pernapasan untuk berpindah inang secara cepat.
Studi epidemiologi di jurnal medis juga menunjukkan bahwa transmisi kontak dan droplet sangat rentan terjadi pada lingkungan dengan sirkulasi udara tertutup dan padat penduduk. Oleh karena itu, modifikasi gaya hidup seperti penggunaan masker di ruang publik tertutup sangat signifikan dalam menekan angka kesakitan akibat ISPA di tengah masyarakat.
Perlu diingat bahwa obat-obatan dan suplemen yang disebutkan di atas bersifat untuk meringankan gejala secara mandiri. Namun, jika gejala demam tidak kunjung turun setelah 3 hari, disertai sesak napas, nyeri dada, atau batuk berdarah, segera hentikan pengobatan mandiri dan cari bantuan medis.
Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis, 100% asli, dan cepat dikirim ke rumahmu di Toko Kesehatan Halodoc.
Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang lebih spesifik.
Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.
Bingung Harus Konsul ke Dokter Apa? Tanya HILDA, Gratis!
Pernah merasakan gangguan kesehatan yang bikin nggak nyaman tapi malah makin stres karena bingung harus konsul ke mana? Berhenti scrolling gejala di internet yang cuma bikin panik, ya!
Kenalin HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant), asisten AI pintar yang siap jadi “pintu pertama” perjalanan sehatmu di Halodoc. HILDA bukan cuma asisten biasa; dia bakal bantu kamu:
- Kasih Gambaran Awal: Jawab pertanyaan kesehatan umum kamu dalam sekejap.
- Navigasi Spesialis: Bingung mau ke dokter apa? HILDA bakal arahkan ke dokter spesialis yang paling pas.
- Solusi Cepat: Mulai dari cari obat sampai layanan kesehatan yang tepat, semua dibantu HILDA.
Gak perlu bingung lagi, ada HILDA yang selalu siaga. Download Halodoc sekarang!
Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Acute Respiratory Infections.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Common Cold: Symptoms and causes.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Penanganan dan Pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Upper Respiratory Infection.
FAQ
1. Apa saja fakta mengenai apakah ispa menular dari orang ke orang?
Ya, ISPA sangat mudah menular. Penularannya utamanya melalui droplet air liur saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Kamu juga bisa tertular dengan menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh area wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
2. Berapa lama masa inkubasi virus penyebab ISPA?
Masa inkubasi, yaitu waktu dari masuknya virus ke dalam tubuh hingga munculnya gejala pertama, biasanya berkisar antara 1 hingga 3 hari, tergantung pada jenis virus atau bakteri yang menginfeksi tubuh.
3. Apakah penderita ISPA harus mengisolasi diri di rumah?
Sangat dianjurkan. Untuk mencegah penularan kepada orang lain, penderita ISPA disarankan beristirahat di rumah, membatasi kontak dengan anggota keluarga yang sehat, dan menggunakan masker apabila harus berada di ruangan yang sama dengan orang lain.
4. Apakah penggunaan antibiotik efektif untuk mengobati ISPA?
Sebagian besar kasus ISPA disebabkan oleh infeksi virus, sehingga penggunaan antibiotik tidak akan memberikan efek penyembuhan. Antibiotik hanya diberikan oleh dokter jika ISPA terbukti secara medis diakibatkan oleh infeksi bakteri (seperti radang amandel akibat Streptococcus).




