Ad Placeholder Image

Apa itu Kemoterapi untuk Kanker dan Bagaimana Cara Kerjanya?

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 16 Oktober 2026

“Kemoterapi adalah terapi dengan obat-obatan untuk mengatasi kanker. Pengobatan ini bekerja dengan cara menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker. Ada berbagai cara obat kemoterapi bisa diberikan. Dokter bisa menentukan pilihan yang tepat berdasarkan jenis kanker dan kesehatan pengidap secara keseluruhan.”

Apa itu Kemoterapi untuk Kanker dan Bagaimana Cara Kerjanya?Apa itu Kemoterapi untuk Kanker dan Bagaimana Cara Kerjanya?

DAFTAR ISI


Kemoterapi adalah pengobatan kanker menggunakan obat untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Terapi ini dapat diberikan sebagai pengobatan utama atau dikombinasikan dengan operasi, radioterapi, terapi target, maupun imunoterapi.

Rencana kemoterapi berbeda pada setiap pasien karena bergantung pada jenis dan stadium kanker, kondisi kesehatan, serta tujuan pengobatan. Dokter akan menentukan obat, dosis, jadwal, dan lama terapi setelah menilai kondisi pasien secara menyeluruh.

Memahami Kemoterapi

Obat kemoterapi bekerja terutama pada sel yang tumbuh dan membelah dengan cepat. Karena itu, terapi ini juga dapat memengaruhi sel sehat tertentu, seperti sel di rambut, mulut, saluran pencernaan, dan sumsum tulang.

Kemoterapi dapat diberikan melalui infus, suntikan, tablet, atau cara lain sesuai jenis obat dan kanker yang ditangani. Efek samping yang mungkin muncul meliputi mual, lelah, rambut rontok, sariawan, perubahan nafsu makan, serta penurunan jumlah sel darah, tetapi tidak semua pasien mengalami efek yang sama.

Pasien tidak boleh mengubah dosis, menghentikan terapi, atau mengonsumsi obat dan suplemen tambahan tanpa persetujuan dokter. Karena kemoterapi merupakan terapi khusus kanker, tidak ada rekomendasi obat bebas yang tepat untuk menggantikan penilaian dan resep dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter jika mengalami demam, menggigil, sesak napas, perdarahan yang tidak biasa, muntah berulang, diare berat, kebingungan, atau tanda infeksi selama kemoterapi. Demam pada pasien yang menjalani kemoterapi perlu dinilai segera karena jumlah sel darah putih dapat menurun.

Untuk memahami pilihan terapi dan menangani efek samping secara aman, konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Studi Terkait

Penelitian mengenai kemoterapi terus berkembang, termasuk kombinasi obat, pengaturan dosis, dan cara mengurangi efek samping. Bukti ilmiah perlu dipahami bersama dokter karena hasil penelitian belum tentu sesuai untuk setiap jenis kanker atau kondisi pasien.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi membantu pasien memahami diagnosis, pilihan terapi, jadwal kontrol, dan cara menangani efek samping. Dokter juga dapat menentukan apakah keluhan memerlukan pemeriksaan langsung atau penanganan segera.

Referensi
National Cancer Institute. Diakses pada 2026. Chemotherapy to Treat Cancer.
World Health Organization. Diakses pada 2026. Cancer.
PubMed. Diakses pada 2026. Chemotherapy and Cancer Treatment.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Kanker.
WebMD. Diakses pada 2026. Chemotherapy: What to Expect.

FAQ

Apakah kemoterapi hanya diberikan melalui infus?

Tidak. Kemoterapi dapat diberikan melalui infus, suntikan, tablet, atau rute lain, bergantung pada jenis obat dan kondisi pasien.

Apakah semua pasien kemoterapi mengalami rambut rontok?

Tidak selalu. Rambut rontok bergantung pada jenis obat, dosis, dan regimen kemoterapi yang digunakan.

Apakah pasien boleh minum obat lain saat kemoterapi?

Obat lain, vitamin, dan suplemen sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter atau apoteker. Beberapa produk dapat berinteraksi dengan obat kemoterapi atau memengaruhi keamanan terapi.

Kapan efek samping kemoterapi harus diperiksakan?

Segera cari bantuan medis jika muncul demam, sesak napas, perdarahan, muntah terus-menerus, diare berat, atau kondisi memburuk. Jangan menunggu jadwal kemoterapi berikutnya untuk melaporkan keluhan yang berat.