Kanker

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Kanker

Kanker adalah penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali, menyebabkan jaringan tubuh normal rusak. Pada dasarnya, tubuh manusia terdiri dari triliunan sel yang tersebar di setiap organ dan bagian. Nantinya, sel-sel ini akan terus tumbuh dan berkembang menjadi sel baru. Karena sudah tergantikan, secara alami sel-sel yang tidak sehat, tidak berfungsi dan tua akan mati.

Sementara sel kanker tidak akan mati dengan sendirinya. Sel tersebut akan memperbanyak diri hingga jumlah yang sudah tak bisa dikendalikan lagi. Perubahan inilah yang bisa memicu munculnya sel kanker. Penyakit ini bisa muncul pada bagian tubuh mana pun karena asalnya dari sel dalam tubuh manusia. Hal tersebut menjawab pertanyaan mengapa kanker banyak sekali jenisnya. Berdasarkan laporan dan riset, terdapat lebih dari 200 jenis penyakit kanker yang berbeda.

Baca juga: Hubungan Intim Tidak Sehat Bisa Menyebabkan Kanker Penis?

 

Faktor Risiko

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko terkena kanker. Antara lain:

  • Riwayat keluarga. 

  • Usia. Usia di atas 65 tahun lebih berisiko untuk mengalami kanker.

  • Kebiasaan buruk. Seperti mengonsumsi alkohol berlebihan, merokok, paparan sinar matahari berlebihan, obesitas, dan seks yang tidak aman.

  • Kondisi kesehatan. Beberapa kondisi kesehatan kronis, seperti ulcerative colitis juga meningkatkan risiko munculnya kanker jenis tertentu.

  • Lingkungan hidup. Bahan kimia berbahaya seperti asbes dan benzena di rumah atau tempat kerja bisa menjadi faktor yang meningkatkan risiko penyakit ini.

 

Penyebab Kanker

Penyebab utama kanker adalah terjadinya perubahan (mutasi) pada gen dalam sel. Terkandung ribuan DNA dalam gen yang memberikan instruksi pada sel agar menjalankan fungsinya pada organ tubuh tempat sel tersebut hidup. Namun, prosesnya belum tentu selalu sempurna. Saat pembelahan diri pada sel terjadi, terdapat risiko sel baru dari pembelahan tersebut mengandung gen yang rusak atau terjadi penggandaan terlalu banyak. Hal itu disebut sebagai mutasi gen, ditandai dengan adanya perubahan struktur pada gen.

Biasanya, mutasi gen baru akan berpotensi menimbulkan kanker jika terjadi lebih dari lima kali dan melibatkan gen yang berbeda. Proses ini bisa berlangsung hingga bertahun-tahun sampai sel-sel tersebut membelah diri dan membentuk sel kanker yang cukup besar. Barulah gejala-gejalanya mulai muncul dan sel-sel kanker tampak ketika tubuh diperiksa. Namun pada anak-anak, kerusakan gen sudah terjadi sejak dalam kandungan atau sejak lahir.

Secara umum, ada dua faktor penyebab kanker yang paling sering terjadi, yaitu faktor internal (seperti, keturunan) dan faktor eksternal (misalnya, perubahan hormon, obesitas, kurang berolahraga, kebiasaan merokok, serta paparan radiasi, virus, dan bahan-bahan kimia).

 

Gejala Kanker

  • Muncul benjolan yang tidak lazim;

  • Perubahan pada kulit;

  • Masalah pada kelenjar getah bening;

  • Berat badan turun tanpa sebab;

  • Batuk atau sesak napas berkepanjangan;

  • Munculnya rasa sakit tanpa sebab; dan

  • Perdarahan tidak normal.

Jika kamu mengalami satu tanda atau gejala kanker yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun tentang gejala penyakit ini, sebaiknya segera berbicara kepada dokter.

 

Diagnosis Kanker

Diagnosis penyakit kanker seharusnya dilakukan secepatnya agar penanganan bisa dilakukan. Hal ini tentu saja agar peluang sembuh pengidap lebih tinggi terutama pada stadium awal. Selain itu, terdapat satu atau lebih pendekatan yang bisa digunakan dokter dalam mendiagnosis penyakit ini. Diagnosis yang dapat dilakukan seperti pemeriksaan fisik, tes darah (laboratorium), tes MRI, USG, rontgen, dan CT scan (sebagai tes pencitraan) dan juga biopsi.

Baca juga: Ketahui Stadium Perkembangan Kanker Kolorektal

 

Pengobatan Kanker

Pengobatan pada kanker tergantung dari jenis dan stadium dari penyakit ini, potensi efek samping, serta pilihan dan kesehatan umum dari pasien. Secara umum, berikut ini pengobatan kanker yang paling umum:

  1. Kemoterapi, merupakan perawatan yang menggunakan zat kimia dengan intensitas kuat untuk membunuh sel yang bertumbuh cepat pada tubuh. Kemoterapi paling sering digunakan sebagai metode pengobatan kanker, karena sel penyakit ini berkembang lebih cepat dari sel normal dalam tubuh. Obat-obatan kemoterapi dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan sebagai obat kanker. Kemoterapi adalah cara yang efektif untuk mengobati banyak jenis penyakit ini, tetapi memiliki risiko efek samping yang juga harus diwaspadai.

  2. Radioterapi, metode pengobatan kanker yang mengandalkan radiasi dengan menggunakan gelombang energi tinggi seperti, sinar-X, gama, proton, dan elektron untuk membunuh sel kanker. Walaupun radioterapi merupakan metode pengobatan kanker yang paling umum, tetapi terkadang terapi ini juga dipakai untuk mengobati pasien yang tidak terkena penyakit ini, seperti tumor dan gangguan pada kelenjar tiroid.

  3. Terapi target, adalah metode terapi untuk mengobati kanker dengan menggunakan obat-obatan atau bahan kimia lain untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker secara spesifik tanpa membunuh sel-sel normal. Terapi ini antara lain antibodi monoklonal, penghambat tirosin kinase, dan penghambat cyclin-dependent kinase.

 

Pencegahan Kanker

Ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk mengobati kanker di rumah, yakni dengan perubahan gaya hidup, seperti:

  • Berhenti merokok;

  • Makanlah dengan pola makan yang sehat;

  • Makanlah banyak buah-buahan dan sayuran;

  • Batasilah daging olahan;

  • Pertahankanlah berat badan yang sehat dan aktif secara fisik;

  • Lindungilah diri dari sinar matahari; dan

  • Dapatkan perawatan medis yang teratur.

Baca juga: 4 Cara Deteksi Dini Kanker Kolorektal

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika memiliki beberapa gejala kanker seperti yang disebutkan di atas yang berlangsung selama beberapa minggu atau menjadi lebih parah, segera kunjungi dokter. Jangan hanya menganggap itu sebagai penyakit biasa, sebab banyak pengidap kanker yang bisa sembuh jika dilakukan pemeriksaan sedini mungkin. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat appointment dengan dokter di rumah sakit pilihammu melalui Halodoc.

Referensi:
Cancer.net (Diakses pada 2019). What is Cancer?
Diperbarui pada 16 Agustus 2019