• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Pemeriksaan yang Dapat Mendeteksi Kehamilan Ektopik?

Apa Pemeriksaan yang Dapat Mendeteksi Kehamilan Ektopik?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Setiap ibu hamil harus benar-benar memastikan kesehatan kandungannya secara rutin paling tidak tiap bulan. Salah satu yang harus dipastikan adalah janin memang berada di tepat di dalam kandungan, bukan di luarnya. Jika janin berada di luar kandungan atau rahim, berarti ibu mengalami kelainan yang biasa disebut dengan kehamilan ektopik.

Wanita yang mengidap kehamilan ektopik dapat mengalami perdarahan yang parah disertai dengan perasaan nyeri pada panggul atau perut bawah. Seseorang yang mengalami kelainan ini perlu mendapatkan penanganan segera karena dapat menyebabkan gangguan yang berbahaya bahkan kelainan janin. Untuk itu, setiap ibu hamil harus mengetahui beberapa cara yang efektif untuk mendeteksi gangguan tersebut. Berikut ulasannya!

Baca juga: Inilah Fakta Mengenai Kehamilan Ektopik

Cara Mendiagnosis Kehamilan Ektopik

Pada kehamilan normal, sel telur yang telah dibuahi akan bergerak melalui tuba falopi menuju rahim. Setelah itu, telur menempel di rahim dan mulai untuk tumbuh serta berkembang. Namun pada kehamilan ektopik, sel telur yang telah dibuahi menempel di tempat selain rahim dan paling sering pada tuba falopi. Pada kasus yang jarang terjadi, sel telur dapat menempel pada ovarium, leher rahim, atau bahkan perut.

Belum ada cara yang dapat dilakukan agar dapat menyelamatkan janin yang mengalami kehamilan ektopik. Hal tersebut tidak dapat sewaktu-waktu berubah menjadi kehamilan normal. Jika telur terus tumbuh di tuba falopi, kerusakan dapat terjadi dan menyebabkan perdarahan hebat yang mungkin saja mengakibatkan kematian. Maka dari itu, pemeriksaan atau diagnosis cepat agar komplikasi dapat dicegah.

Maka dari itu, ibu hamil harus ketahui beberapa cara yang efektif untuk mendiagnosis kehamilan ektopik. Berikut ini beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan:

  • Pemeriksaan USG pada Vagina

Cara pertama yang dapat dilakukan untuk memastikan kehamilan yang terjadi, termasuk ektopik atau tidak adalah dengan melakukan pemindaian ultrasonografi transvaginal. Pemeriksaan ini akan memasukkan probe kecil ke dalam vagina. Alat tersebut dapat memancarkan gelombang suara yang memantul kembali untuk menghasilkan gambar sistem reproduksi di monitor. Hal ini akan memperlihatkan letak pembuahan telur meski tidak mudah untuk melakukannya.

Baca juga: Adakah Cara Efektif untuk Mencegah Kehamilan Ektopik?

  • Tes Darah

Cara lainnya yang efektif dilakukan untuk memeriksa kehamilan ektopik adalah tes darah. Pemeriksaan ini berguna untuk mengukur hormon kehamilan hCG yang dapat dilakukan dua kali berselang 48 jam. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dapat dilihat bagaimana perubahan yang terjadi pada hormon hCG pada waktu yang berbeda. Tes darah dilakukan jika kelainan tersebut tidak ditemukan selama pemeriksaan USG. Cara ini juga dapat menentukan pengobatan terbaik yang dapat dilakukan.

  • Laparoskopi

Apabila setelah dua pemeriksaan sebelumnya belum dapat disimpulkan apakah gangguan yang terjadi disebabkan oleh kehamilan ektopik atau tidak, maka laparoskopi akan dilakukan. Jenis operasi lubang kunci ini dilakukan dengan anestesi umum untuk membuat sayatan kecil di perut dan memasukkan laparoskop. Metode ini dilakukan untuk memeriksa rahim dan saluran tuba secara langsung. Jika benar adanya, pembedahan kecil akan dilakukan untuk mengangkat janin tersebut.

Itulah beberapa metode yang dapat dilakukan untuk memastikan jika seseorang mengalami kehamilan ektopik. Dengan segala pemeriksaan tersebut, diharapkan penanganan segera dapat dilakukan setelah masalah yang terjadi sudah pasti. Segala komplikasi yang mungkin terjadi dapat dicegah sejak awal.

Baca juga: Ketahui Penyebab Kehamilan Ektopik Terjadi Berulang

Ibu juga dapat bertanya atau memastikan jika kehamilan yang terjadi termasuk ektopik atau tidak, dokter dari Halodoc siap membantu untuk memastikannya. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari untuk mendapatkan kemudahan terkait akses kesehatan!

Referensi:
Michigan Medicine. Diakses pada 2020. Ectopic Pregnancy.
NHS. Diakses pada 2020. Ectopic pregnancy.