• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tips Promil setelah Mengalami Kehamilan Ektopik

Tips Promil setelah Mengalami Kehamilan Ektopik

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Pada kehamilan normal sel telur yang telah dibuahi akan menempel pada lapisan rahim. Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi tumbuh di luar rongga utama rahim.

Kehamilan ektopik paling sering terjadi di tuba falopi, ovarium, rongga perut, atau bagian bawah rahim (serviks), yang terhubung ke vagina. Kehamilan ektopik tidak dapat berjalan normal. Telur yang telah dibuahi tidak dapat bertahan hidup, dan jaringan yang tumbuh dapat menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa. Bagaimana tips promil setelah menghalami kehamilan ektopik?

Kehamilan Sehat Setelah Ektopik

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Alabama Fertility, sekali mengalami ektopik maka kemungkinan besar akan mengalami lagi di kehamilan selanjutnya. Itulah mengapa penting untuk melakukan program kehamilan dan mendapatkan rekomendasi mengenai kehamilan sehat.

Baca juga: Hamil di usia 40-an, Inilah yang Harus Diperhatikan

Setelah mengalami beberapa kehamilan ektopik, kedua tuba falopi diangkat. In Vitro Fertilization (IVF) mungkin merupakan langkah terbaik untuk promil setelah kehamilan ektopik. Dengan IVF, embrio dimasukkan ke dalam bagian tengah rahim, membuat bumil berisiko sangat rendah untuk mengalami kehamilan ektopik lagi.

Beberapa hal yang perlu diingat ketika mempertimbangkan untuk hamil setelah kehamilan ektopik adalah menunggu sekitar tiga bulan untuk hamil, terutama jika kamu menerima suntikan metotreksat. Setelah mengalami satu kali kehamilan ektopik, kemungkinan besar kamu akan mengalami kehamilan ektopik lagi. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter yang akan memantau kehamilan di masa depan.

Butuh rekomendasi? Tanyakan langsung ke dokter di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya mudah, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: Begini Cara Mengatasi Hernia pada Ibu Hamil

Jika kamu pernah mengalami kehamilan ektopik, ada baiknya kamu memperhatikan hal-hal berikut:

1. Segera kontak dokter jika ibu berpikir mungkin sedang hamil.

2. Mengalami menstruasi yang terlambat.

3. Mengalami sakit perut yang tidak normal.

4. Mengalami perdarahan menstruasi yang berbeda dari biasanya.

Jika pernah mengalami kehamilan ektopik, beberapa metode kontrasepsi mungkin tidak lagi sesuai. Yang terbaik adalah mendiskusikan riwayat kesehatan dan pilihan-pilihannya dengan dokter.

Baca juga: 5 Hal Ini Tanda Menunjukkan Kehamilan Sehat

Kehamilan ektopik bisa menjadi pengalaman yang sangat emosional. Itu normal jika emosi naik turun selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan setelah kehilangan. Setelah mengalami kehamilan ektopik, perasaan bisa berbeda-beda. Beberapa wanita ingin segera hamil lagi sementara yang lain takut memikirkannya dan tidak bisa menghadapi kehamilan yang mengkhawatirkan lagi. Beri diri waktu untuk pulih secara fisik dan emosional sebelum mencoba hamil lagi. 

Gejala Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik tidak selalu menimbulkan gejala dan hanya dapat terdeteksi selama pemindaian kehamilan rutin. Jika kamu memiliki gejala, gejala tersebut cenderung berkembang antara minggu ke-4 dan ke-12 kehamilan. Gejala dapat berupa kombinasi dari:

1. Menstruasi yang terlewat dan tanda-tanda kehamilan lainnya.

2. Sakit di satu sisi perut bagian bawah.

3. Perdarahan vagina atau cairan encer berwarna cokelat.

4. Nyeri di ujung bahu.

5. Ketidaknyamanan saat buang air kecil atau buang air besar.

Meski begitu, gejala ini belum tentu merupakan pertanda masalah serius. Terkadang bisa disebabkan oleh masalah lain. Karenanya sangat penting untuk berdiskusi dan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter.

Peradangan yang disebabkan infeksi menular seksual seperti gonore atau klamidia, dapat menyebabkan peradangan pada saluran dan organ lain di sekitarnya, dan meningkatkan risiko kehamilan ektopik. Merokok sebelum kehamilan juga dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Ectopic Pregnancy
National Health Service. Diakses pada 2020. Ectopic Pregnancy
Alabama Fertility. Diakses pada 2020. Succesful Pregnancy After An Ectopic Pregnancy
Department of Health Government of Western Australia. Diakses pada 2020. Ectopic Pregnancy