• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Perbedaan Gejala Rematik dan Penyakit Asam Urat?

Apa Perbedaan Gejala Rematik dan Penyakit Asam Urat?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Walaupun rematik dan asam urat sama-sama termasuk artritis, keduanya menyebabkan gejala yang berbeda dan memiliki efek dan pengobatan jangka panjang yang berbeda juga.

Asam urat biasanya berhubungan dengan gaya hidup, seperti pola makan, dan peradangan yang sering terjadi pada jempol kaki. Sebaliknya, rematik dapat menyebabkan nyeri di tangan, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki. Informasi selengkapnya mengenai perbedaan gejala rematik dan asam urat bisa dibaca di sini!

Rematik Vs Asam Urat

Tadi sudah disinggung kalau rematik dan asam urat adalah kondisi radang sendi atau artritis yang memengaruhi persendian, sehingga menyebabkan nyeri dan pembengkakan. Karena sama-sama menyerang persendian, keduanya kerap disalahartikan apalagi ketika menyebabkan benjol di tangan dan kaki. 

Baca juga: Inilah Pilihan Obat-obatan untuk Mengatasi Rematik

Kamu dapat mengidap rematik dan asam urat bersamaan dan pengobatannya berbeda. Untuk mengetahui lebih jelas perbedaan rematik dan penyakit asam urat, kamu bisa bandingkan dari gejalanya. 

Seseorang dengan rematik akan mengalami gejala dan periode gejalanya bisa lebih buruk, berkurang ataupun hilang. Gejala rematik adalah: 

1. Kelelahan.

2. Demam.

3. Nyeri, pegal, atau kaku pada persendian.

4. Kekakuan di lebih dari satu sendi.

5. Nyeri dan kaku di kedua sisi tubuh, seperti pergelangan tangan atau pergelangan kaki.

6. Kelemahan.

7. Penurunan berat badan.

Rematik dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang mulai dari:

1. Kehilangan kepadatan tulang.

2. Kerusakan pada persendian.

3. Perubahan penampilan dan mobilitas tangan dan kaki.

4. Penyakit jantung prematur.

5. Jaringan parut dan peradangan di mata.

Penyakit asam urat mirip dengan rematik. Orang mengalami serangan asam urat ketika kristal asam urat berlebih mengendap di persendian. Asam urat sering terjadi setelah pemicu, seperti terlalu banyak minum alkohol, yang meningkatkan jumlah kristal asam urat dalam tubuh.

Baca juga: Ketahui 9 Cara Atasi Nyeri Sendi Saat Udara Dingin

Adapun gejala asam urat pada persendian adalah: 

1. Rentang gerak yang berkurang.

2. Pembengkakan.

3. Kelembutan di area yang terkena.

4. Kehangatan di area yang terkena.

Sendi yang paling sering terkena asam urat adalah jempol kaki, pergelangan kaki, jari tangan, siku, ataupun pergelangan tangan. Serangan asam urat biasanya tidak menyebabkan reaksi demam dan kabut otak seperti yang dialami pada rematik.

Mau tahu lebih jelas mengenai perbedaan antara gejala rematik dan asam urat, tanyakan saja langsung ke Halodoc dan dokter terbaik di bidangnya akan memberikan solusi. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bahkan bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Penanganan Rematik dan Asam Urat

Mengidentifikasi apakah kamu mengidap rematik atau asam urat sangatlah penting karena perawatan untuk kedua kondisi ini jelas berbeda. Adapun perawatan asam urat adalah:

1. Minum obat untuk mengurangi jumlah asam urat dalam tubuh, seperti colchicine, yang dapat bekerja untuk serangan akut atau pencegahan umum.

2. Mengonsumsi obat-obatan, seperti allopurinol, untuk memblokir produksi asam urat, atau untuk mendorong pembuangan asam urat, seperti probenesid. Obat-obatan ini dapat membantu mencegah serangan berulang.

3. Minum obat untuk mengurangi peradangan gout akut, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).

4. Memulai perubahan pola makan, seperti menghindari makanan dan minuman yang diketahui menyebabkan asam urat.

Baca juga: Alasan Orang Tua Lebih Rentan Terkena Artritis

Sedangkan untuk kondisi asam urat, pengidapnya dapat memperlambat atau menghentikan perkembangan rematik dengan minum obat yang mengurangi peradangan di tubuh dan memperlambat respons kekebalan yang berkontribusi pada peradangan. Perawatan rematik lainnya adalah:

1. Obat antirematik yang memodifikasi penyakit (DMARDs).

2. Mengonsumsi makanan anti-inflamasi.

3. Perubahan gaya hidup, seperti menurunkan berat badan dan berhenti merokok, juga dapat membantu memperlambat perkembangan rematik.

Itulah perbedaan dan penanganan rematik dan asam urat. Percayakan selalu panduan hidup sehatmu bersama Halodoc!


Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Rheumatoid arthritis vs. gout: Symptoms and causes.
Everyday Health. Diakses pada 2020. Rheumatoid Arthritis and Gout: What’s the Difference?