• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Ciri Ciri Asam Lambung Naik?

Apa Saja Ciri Ciri Asam Lambung Naik?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Penyakit asam lambung atau yang dikenal dengan gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi di mana munculnya rasa panas pada bagian dada akibat asam lambung yang naik hingga kerongkongan. Kondisi asam lambung yang naik nyatanya bisa dialami oleh siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. 

Baca juga: Ibu Hamil Mengidap Asam Lambung, Apakah Bahaya?

Meskipun penyakit asam lambung tidak menyebabkan kematian, tetapi kondisi asam lambung yang tidak diatasi dengan baik nyatanya dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada kesehatan. Untuk itu, sangat penting segera melakukan penanganan terhadap penyakit asam lambung. Lalu, apa saja ciri-ciri asam lambung naik? Simak ulasannya di sini.

Kenali Tanda Ciri-Ciri Asam Lambung Naik

Sebaiknya jangan sepelekan kondisi nyeri dada yang menyebabkan rasa panas atau heartburn setelah kamu mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein tinggi. Bisa jadi kamu mengalami ciri dari asam lambung naik. Penyakit asam lambung nyatanya sering salah diartikan sebagai penyakit gangguan jantung karena gejala utamanya yang hampir sama, yaitu nyeri pada bagian dada.

Asam lambung naik menuju kerongkongan. Kondisi ini dapat menyebabkan dinding kerongkongan dan juga mulut mengalami iritasi. Jika asam lambung naik, maka akan muncul sensasi panas atau terbakar pada dada yang sering diartikan sebagai nyeri dada atau heartburn. Kondisi ini akan semakin lebih terasa setelah pengidap mengonsumsi makanan atau berbaring. Naiknya asam lambung juga menyebabkan munculnya rasa asam pada area mulut.

Melansir dari American Academy of Allergy Asthma and Immunology, selain heartburn dan asam pada mulut, ada beberapa tanda lain yang menjadi ciri-ciri asam lambung naik, seperti mudah kenyang, lebih sering bersendawa, sakit tenggorokan, mual, muntah, produksi air liur lebih banyak, bau mulut, dan mengalami batuk tanpa dahak.

Namun jangan khawatir, kondisi ini masih dianggap wajar apabila tidak terjadi selama beberapa hari, terjadi sebanyak 1–2 kali dalam satu bulan, muncul gejala setelah kamu mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak serta setelah mengonsumsi makanan berlemak dan pedas.

Penyakit asam lambung dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan hingga ciri asam lambung naik terjadi dalam durasi yang panjang, rutin terjadi, menyebabkan muntah bercampur darah, nyeri hingga ke rahang, dan disertai dengan kondisi sesak napas. Kamu dapat segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat untuk penanganan keluhan kesehatan yang kamu alami.

Baca juga: Makanan Pedas Bisa Memicu Asam Lambung Kambuh?

Penyebab Asam Lambung Naik

Melemahnya otot bagian kerongkongan nyatanya menjadi salah satu penyebab mengapa seseorang mengalami penyakit asam lambung. Pada pengidap asam lambung, otot tidak dapat menutup secara rapat sehingga mengakibatkan asam lambung naik kembali menuju kerongkongan.

Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko melemahnya otot pada kerongkongan, seperti kondisi obesitas, usia lanjut, kondisi hamil, terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas, alkohol, merokok, bahkan kondisi stres pun dapat menyebabkan otot kerongkongan tidak bekerja secara maksimal.

Tidak hanya gaya hidup dan pola makan saja, nyatanya asam lambung naik juga dapat disebabkan oleh adanya beberapa penyakit, seperti gastroparesis, scleroderma, hingga hernia hiatus.

Atasi Penyakit Asam Lambung dengan Tepat

Naiknya asam lambung yang disebabkan oleh pola makan atau pola hidup, nyatanya dapat diatasi dengan melakukan perubahan pada gaya hidup dan pola makan. Menghindari makanan atau minuman yang menjadi pemicu naiknya asam lambung, makan dalam porsi kecil, tidak merokok, dan kelola tingkat stres dapat menjadi salah satu perawatan yang tepat bagi pengidap asam lambung.

Penggunaan obat juga menjadi salah satu cara yang dilakukan dalam mengatasi penyakit asam lambung. Berbagai jenis obat digunakan sebagai upaya untuk menetralkan asam lambung, menurunkan jumlah asam lambung, dan obat yang bertujuan untuk mempercepat proses pengosongan lambung.

Baca juga: 7 Kebiasaan yang Bisa Picu Penyakit Asam Lambung

Jika kedua pengobatan tersebut dinilai kurang efektif, tindakan operasi dapat menjadi salah satu pengobatan terakhir yang bisa digunakan bagi pengidap asam lambung. Umumnya, tindakan operasi akan dilakukan apabila penyakit asam lambung telah menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti luka pada dinding kerongkongan, penyempitan kerongkongan, dan esofagus barrett.

Referensi:
American Academy of Allergy Asthma and Immunology. Diakses pada 2020. GERD.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About GERD.