• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Komplikasi yang Disebabkan oleh Atresia Bilier?

Apa Saja Komplikasi yang Disebabkan oleh Atresia Bilier?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Menjaga kesehatan ibu dan anak sejak dalam kandungan merupakan hal yang cukup penting karena dapat memengaruhi kesehatan anak setelah dilahirkan. Berbagai cara bisa dilakukan oleh ibu ketika menjalani kehamilan, salah satunya menghindari paparan zat beracun yang dapat membahayakan kesehatan anak. Terlalu tinggi risiko paparan zat beracun yang dialami oleh ibu hamil meningkatkan risiko atresia bilier pada bayi yang baru dilahirkan.

Baca juga: Mengidap Atresia Bilier, Ini yang Terjadi pada Tubuh Bayi

Atresia bilier adalah salah satu kondisi bawaan yang terjadi pada bayi sejak dilahirkan. Kondisi ini ditandai dengan munculnya gangguan pada saluran empedu yang menyebabkan bayi mengalami penumpukan cairan empedu pada hati dan berisiko sebabkan komplikasi. Ketahui gejala atresia bilier pada bayi agar dapat segera ditangani dengan tepat oleh dokter.

Inilah Komplikasi yang Disebabkan Atresia Bilier

Atresia bilier adalah kelainan bawaan pada bayi yang menyebabkan adanya gangguan pada saluran empedu sejak bayi dilahirkan. Mengapa hal ini berbahaya? Bayi dengan atresia bilier dapat mengalami sumbatan cairan pada saluran empedu. Jika kondisi ini terjadi, maka terjadi penumpukan cairan empedu pada bagian hati. 

Hingga saat ini, penyebab utama dari atresia bilier belum diketahui secara pasti. Melansir dari Cleveland Clinic, ada beberapa faktor pemicu yang meningkatkan risiko bayi mengalami atresia bilier, seperti peradangan atau jaringan parut yang disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh, infeksi virus, paparan bahan kimia dan zat beracun, serta adanya mutasi gen pada bayi.

Baca juga: Apa Hal yang Dapat Menyebabkan Terjadinya Atresia Bilier?

Atresia bilier perlu segera ditangani oleh tim medis agar tidak menimbulkan komplikasi pada bayi. Melansir National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, ada beberapa komplikasi yang dapat dialami oleh bayi yang mengalami atresia bilier, seperti:

1.Malnutrisi

Atresia bilier meningkatkan risiko malnutrisi pada anak-anak yang dapat menyebabkan terganggunya tumbuh kembang anak. 

2.Sirosis

Ketika seseorang mengidap sirosis, hal ini menyebabkan hati tidak dapat berfungsi dengan normal. Jaringan parut akan muncul pada hati dan menghalangi aliran darah pada hati. Sirosis yang tidak diatasi dengan baik dapat menyebabkan gagal hati dan hipertensi portal pada anak.

3.Kerusakan Hati

Kerusakan hati atau gagal hati menjadi kondisi yang cukup parah pada gangguan hati. Kondisi ini menyebabkan hati sudah tidak dapat berfungsi dengan normal dan tidak mampu mengganti sel-sel yang rusak. Ketika hal ini terjadi, pengidap atresia bilier membutuhkan transplantasi hati untuk bertahan hidup.

Kenali Gejala dari Atresia Bilier

Biasanya, bayi dengan atresia bilier ditandai dengan menguningnya kulit dan juga bagian putih pada mata bayi. Kondisi ini dikenal juga sebagai jaundice atau penyakit kuning. Penyakit kuning pada pengidap atresia bilier terjadi akibat penumpukan cairan empedu pada tubuh. Bayi juga memiliki urine yang berwarna gelap namun feses yang dikeluarkan akan berwarna pucat yang disertai dengan bau yang sangat menusuk.

Meskipun perut bayi membesar, namun berat badan bayi mengalami penurunan juga menjadi tanda lain adanya atresia bilier. Ibu, segera gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter ketika penyakit kuning yang dialami oleh bayi yang baru lahir tidak hilang lebih dari 3 minggu.

Baca juga: Bagaimana Diagnosis Atresia Bilier Dilakukan?

Tentunya, hal ini membutuhkan pemeriksaan lanjutan agar gejala yang dialami oleh bayi dapat diketahui penyebabnya. Penanganan dan pendeteksian lebih dini dapat menurunkan risiko komplikasi atau kerusakan permanen pada organ tubuh.

Referensi:
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Diakses pada 2020. Biliary Atresia
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Biliary Atresia