• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Diagnosis Atresia Bilier Dilakukan?

Bagaimana Diagnosis Atresia Bilier Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Saat bayi mengalami penyakit kuning, terlebih saat baru lahir atau beberapa minggu setelah lahir, ini bisa mengindikasikan bahwa ia alami masalah pada pencernaan. Penyakit kuning juga bisa disebabkan karena atresia bilier, yang gejala biasanya timbul pada usia sebelum 2 minggu.

Gejala awal dari atresia bilier adalah kulit dan bagian mata yang putih (sklera) menjadi berwarna kuning, atau dalam dunia medis dikenal juga dengan jaundice. Atresia bilier terjadi akibat adanya akumulasi cairan empedu di dalam tubuh. Selain itu, keluhan lainnya yang terjadi pada bayi yang mengidap atresia bilier adalah perut yang membuncit, urine berwarna gelap, dan tinja berwarna pucat. 

Baca juga: Apa Hal yang Dapat Menyebabkan Terjadinya Atresia Bilier?

Segera Lakukan Langkah Diagnosis

Jika bayi baru lahir memiliki gejala seperti yang disebutkan di atas, maka segera bawa bayi ke rumah sakit terdekat untuk melakukan pemeriksaan. Supaya lebih praktis kamu juga bisa buat janji dengan dokter spesialis menggunakan aplikasi Halodoc.

Langkah untuk menegakkan diagnosis, dokter menanyakan pertanyaan terkait dengan riwayat kehamilan kelahiran. Penyakit atau keluhan ibu saat hamil dan anak sesaat setelah lahir juga bisa ditanyakan. Setelah itu, maka bayi akan melalui tahapan pemeriksaan fisik untuk mengonfirmasi tanda dan gejala yang dikeluhkan. 

Ada beberapa pemeriksaan penunjang bisa dianjurkan untuk memastikan diagnosis, yaitu: 

Pemeriksaan Darah

Ada beberapa jenis pemeriksaan darah yang bisa dilakukan, antara lain: 

  • Bilirubin serum direk dan indirek.
  • Alkali Fosfatase, serum aminotransferase, asam empedu serum, dan GGTP (5 nucleotidase, gamma-glutamyl transpeptidase).
  • Serum Alfa-antitripsin dengan Pi typing. Defisiensi serum alfa-antitripsin adalah salah satu tanda penyakit hati pada sumbatan empedu bayi baru lahir.
  • Sweat Chloride (CI). Pemeriksaan ini untuk memeriksa adanya fibrosis kistik yang dapat juga menyebabkan terjadinya gangguan pada saluran empedu.

Pemeriksaan Pencitraan

Pemeriksaan yang bisa dilakukan adalah pemeriksaan ultrasound. Pemeriksaan ini digunakan untuk memberikan gambaran kondisi kantung empedu dan saluran empedu.

Biopsi Hati

Dokter juga bisa mengambil sedikit jaringan hati (sampel) untuk dilihat di bawah mikroskop. Diagnosis ini membantu membedakan atresia bilier dan gangguan hati lainnya, seperti hepatitis. Pengambilan sampel dilakukan dengan prosedur biopsi hati perkutan atau kolangiografi intraoperatif.

Baca juga:  Bayi Lahir Prematur Berisiko Mengidap Atresia Bilier

Langkah Pengobatan Atresia Bilier

Operasi adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi atresia bilier pada bayi. Pembedahan akan dilakukan dengan teknik khusus, yang disebut operasi Kasai. Teknik operasi ini bisa dilakukan melalui bedah konvensional atau menggunakan laparoskopi. Melalui operasi Kasai, dokter akan menyambungkan usus bayi ke hatinya, sehingga cairan empedu dapat mengalir langsung dari hati ke usus.

Tindakan pembedahan ini bisa memberikan hasil yang efektif jika dilakukan sebelum bayi berusia 2 hingga 3 bulan. Sementara pada kasus atresia bilier yang parah, hati bayi bisa menjadi semakin rusak dan menyebabkan gagal hati.

Cara untuk menangani kondisi ini, maka bayi perlu menjalani operasi transplantasi hati juga. Tak jarang juga bayi yang berhasil melakukan operasi Kasai juga masih memerlukan transplantasi hati guna mengatasi atresia bilier dan komplikasi yang dialaminya.

Baca juga: Faktor yang Dapat Tingkatkan Risiko Atresia Bilier

Ingat, atresia bilier adalah kondisi medis serius pada bayi yang wajib segera ditangani oleh dokter anak dan dokter spesialis bedah anak. Oleh sebab itu, kamu perlu memeriksakan anak ke dokter apabila ia mengalami keluhan seperti yang disebutkan di atas.

Tujuannya adalah agar atresia bilier dapat segera terdeteksi dan ditangani sebelum menimbulkan komplikasi atau kerusakan permanen. Kamu juga bisa mendiskusikan dengan dokter di Halodoc mengenai rangkaian perawatan apa saja dan tips hidup sehat bagi anak dengan kondisi ini.

Referensi:
KidsHealth New Zealand. Diakses pada 2020. Biliary Atresia.
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2020. Biliary Atresia in Children.
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Biliary Atresia?