• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Vaksin yang Harus Diberikan pada Kucing?

Apa Saja Vaksin yang Harus Diberikan pada Kucing?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta – Tidak seperti mitos yang selama ini beredar, kucing tidak benar-benar memiliki sembilan nyawa. Mereka juga bisa terserang infeksi virus dan bakteri yang bisa menyebabkan penyakit yang berbahaya.

Oleh karena itu, kamu perlu melindungi kesehatan anak kucing atau kucing dewasa peliharaan kamu dengan memberikan vaksin. Vaksinasi bisa memberi perlindungan pada kucing dari infeksi virus dan bakteri dengan cara memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka. Ketahui vaksin apa saja yang harus diberikan pada kucing di sini.

Baca juga: Ini Alasan Hewan Kesayangan Harus Divaksin

Jenis Vaksin yang Diperlukan Kucing

The Feline Vaccination Advisory Panel yang terdiri dari dokter hewan dan ilmuwan kucing secara teratur mengevaluasi dan meneliti perkembangan vaksinasi kucing untuk memberikan rekomendasi berdasarkan ilmu pengetahuan. Mereka membagi vaksin menjadi dua kategori, yaitu vaksin inti dan vaksin non-inti:

1.Vaksin Inti

Vaksin inti adalah vaksin yang direkomendasikan untuk semua kucing, terlepas dari tempat tinggal dan apa pun kondisi mereka. Empat vaksin inti untuk kucing adalah:

  • Vaksin Rabies

Pemberian vaksin rabies pada kucing penting bukan hanya karena penyakit tersebut bisa membahayakan kesehatan kucing, tapi karena rabies bisa menular dan berakibat fatal bagi manusia. 

Meskipun kucing peliharaan kamu mungkin bukan pembawa penyakit tersebut secara alami, tapi mereka bisa terinfeksi melalui gigitan mamalia yang terinfeksi dan kemudian menularkannya kepada manusia. Setelah masa inkubasi yang berlangsung sekitar 2 bulan, rabies bisa menyebabkan gejala-gejala yang parah, disorientasi dan kematian yang berlangsung dengan cepat.

Menurut pedoman AAFP, vaksin rabies tidak termasuk dalam daftar vaksin inti, namun vaksin ini diwajibkan oleh undang-undang di sebagian besar wilayah. Rabies adalah penyakit zoonosis (bisa ditularkan dari hewan ke manusia) dan pernah menjadi wabah di seluruh dunia. Karena itu, vaksin rabies direkomendasikan untuk semua kucing peliharaan.

  • FVRCP

Tiga vaksin inti lainnya digabungkan menjadi satu vaksin yang disebut vaksin FVRCP:

  • Vaksin FPV

Panleukopenia kucing atau dikenal sebagai feline parvovirus adalah penyakit yang sangat menular dengan tingkat kematian yang tinggi pada anak kucing.

Penyakit ini biasanya dimulai dengan penurunan energi dan nafsu makan yang rendah, yang berkembang menjadi muntah dan diare. Virus ini juga membunuh sel darah putih, sehingga membuat kucing muda lebih rentan terhadap infeksi sekunder. Nah, vaksin FPV bisa melindungi kucing dari penyakit tersebut.

  • Vaksin FHV-1 

Feline herpesvirus atau dikenal sebagai virus feline rhinotracheitis menyebabkan gejala infeksi saluran pernapasan atas yang parah. Beberapa gejala yang bisa terjadi, antara lain bersin, hidung tersumbat atau berair, dan konjungtivitis. Pada beberapa kasus, penyakit tersebut juga bisa menyebabkan bisul mulut dan pneumonia.

Setelah kucing sembuh dari infeksi awal, virus bisa memasuki periode laten di saraf. Bila kucing merasa stres, virus bisa aktif kembali dan hewan peliharaanmu tersebut bisa mulai menunjukkan tanda-tanda infeksi lagi. Oleh karena itu, vaksin FHV-1 penting untuk melindungi kucing dari penyakit tersebut.

  • Vaksin FCV

Feline calicivirus (FCV) mencakup sejumlah strain virus yang menyebabkan tanda-tanda infeksi saluran pernapasan bagian atas, seperti bersin dan ingus, serta ulserasi mulut.

FCV juga dikaitkan dengan gingivitis atau stomatitis kronis, peradangan gusi dan gigi yang menyakitkan. Beberapa strain yang lebih berbahaya bisa menyebabkan rambut rontok dan pengerasan kulit di bagian lain tubuh, serta hepatitis, bahkan kematian.

Baca juga: Ketahui 6 Penyakit yang Rentan Dialami Kucing Peliharaan

2.Vaksin Non-inti

Vaksin non-inti adalah jenis vaksin yang diberikan pada beberapa kucing berdasarkan gaya hidupnya, seperti sering menghabiskan banyak waktu di luar rumah dan bertemu dengan banyak hewan lain. Vaksin non-inti meliputi:

  • Klamidia, vaksin untuk mencegah infeksi bakteri ini seringkali menjadi bagian dari vaksin FVRCP.
  • Virus leukemia kucing (FeLV), infeksi virus yang serius ini menyebar melalui banyak cairan tubuh, seperti air liur, feses, urine dan air susu ibu. Vaksin ini direkomendasikan untuk kucing yang sering menghabiskan waktu di luar. Leukemia kucing tidak bisa disembuhkan, jadi vaksinasi penting dilakukan.
  • Bordetella. Kucing yang dibawa ke salon hewan secara rutin atau tinggal di kandang, harus divaksinasi untuk mencegah infeksi yang bisa menyebar dengan cepat di tempat yang banyak hewannya ini. Vaksin tidak akan mencegah penyakit tersebut sepenuhnya, tapi mampu mencegah kucing mengalami sakit parah karenanya.

Kapan Harus Memberikan Vaksin?

Anak kucing harus mulai mendapatkan vaksin saat mereka berusia 6-8 minggu sampai mereka berusia sekitar 16 minggu. Kemudian, mereka harus mendapatkan vaksin penguat setahun kemudian. Vaksinasi biasanya dilakukan beberapa kali dengan jarak waktu 3-4 minggu. 

Untuk setiap kucing yang berusia di atas 16 minggu yang riwayat vaksinnya tidak diketahui, seri awal yang terdiri dari dua dosis bisa diberikan dengan jarak waktu 3-4 minggu.

Baca juga: 6 Tips Menjaga Kesehatan Kucing Peliharaan

Itulah jenis-jenis vaksin yang perlu diberikan pada kucing. Kamu juga bisa bertanya pada dokter hewan melalui aplikasi Halodoc tentang vaksin mana yang terbaik untuk kucing peliharaan kamu dan seberapa sering ia harus disuntik. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga.

Referensi:
Pet MD. Diakses pada 2021. Essential Cat Vaccinations.
Fetch by WebMD. Diakses pada 2021. What to Know About Cat Vaccinations