• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa yang Perlu Disiapkan untuk Menjalani Cek Urine?

Apa yang Perlu Disiapkan untuk Menjalani Cek Urine?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Cek urine dilakukan untuk memeriksa tanda-tanda atau penyakit melalui pemeriksaan urine. Biasanya penyakit ginjal, hati, dan diabetes bisa dicek melalui pemeriksaan urine. Jika cek urine adalah satu-satunya tes yang dilakukan, biasanya kamu dapat makan dan minum seperti biasa. 

Hanya saja perlu juga untuk memperhatikan jenis makanan ataupun minuman yang dikonsumsi supaya tidak mengganggu jalannya pemeriksaan. Misalnya, ada baiknya kamu menghindari jenis makanan dan minuman yang dapat mengubah warna urine, seperti buah bit. Baca selengkapnya mengenai persiapan untuk menjalani cek urine di sini!

Baca juga: 4 Penyakit yang Bisa Diketahui dengan Cek Urine

Persiapan untuk Cek Urine

Selain memperhatikan jenis makanan dan minuman yang dimakan, pastikan untuk memberi tahu dokter tentang semua obat yang diminum, termasuk obat bebas, vitamin, dan suplemen. Jika kamu mengalami menstruasi, beri tahu dokter sebelum tes.

Bagaimana prosedurnya? Kamu akan diminta untuk mengambil sampel urine di rumah dan membawanya, atau dilakukan di rumah sakit. Untuk mendapatkan sampel yang baik, ada baiknya kamu melakukan langkah-langkah berikut:

1. Cuci area di sekitar lubang kemih.

2. Mulailah berkemih.

3. Berhenti dan tahan pipis.

4. Tampung urine ke dalam wadah.

5. Tuntaskan buang air kecil.

Jadi, sampel terbaik adalah urine yang ada di pertengahan saat kamu memulai dan sebelum mengakhiri buang air kecil. Ada baiknya kamu mengikuti petunjuk dokter. Informasi selengkapnya mengenai cek urine, bisa ditanyakan langsung di Halodoc

Kamu bisa menanyakan apa saja dan dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: Apa Bedanya Cek Urine dengan Cek pH Urine?

Cek urine adalah jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk menunjukkan tanda-tanda peringatan mengenai kondisi kesehatan. Namun, tes ini tidak dapat memberi tahu dokter secara pasti bahwa ada yang salah dengan kondisi kesehatanmu. Hasilnya mungkin menjadi petunjuk bahwa kamu memerlukan lebih banyak tes dan tindakan lanjut.

Membaca Hasil Cek Urine

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, cek urine adalah pemeriksaan sederhana untuk membantu menemukan masalah kesehatan yang memerlukan rencana perawatan. Ini termasuk infeksi atau masalah ginjal. 

Cek urine biasanya juga dapat membantu menemukan penyakit serius pada tahap awal, seperti penyakit ginjal, diabetes, atau penyakit hati. Tes urine dapat mencakup tiga bagian:

Baca juga: Pentingnya Cek Urine untuk Kesehatan

1. Ujian Visual

Urine akan diperiksa warna dan kejernihannya. Darah bisa membuat urine tampak merah atau warna teh atau cola. Infeksi dapat membuat urine terlihat keruh. Urine yang berbusa bisa menjadi tanda masalah ginjal.

2. Pemeriksaan Mikroskopis

Sejumlah kecil urine akan diperiksa di bawah mikroskop untuk memeriksa hal-hal yang tidak termasuk dalam kondisi urine yang normal. Ini termasuk sel darah merah, sel darah putih (atau sel nanah), bakteri (kuman), atau kristal (yang terbentuk dari bahan kimia dalam urine dan akhirnya bisa membesar dan menjadi batu ginjal).

3. Tes Dipstick

Dipstick adalah tongkat plastik tipis dengan strip bahan kimia di atasnya. Dipstick dicelupkan ke dalam urine dan strip akan berubah warna jika zat berada pada tingkat di atas normal. Beberapa hal yang dapat diperiksa oleh pemeriksaan tongkat celup meliputi:

-Keasaman (pH) adalah ukuran jumlah asam dalam urine. PH yang di atas normal bisa jadi merupakan tanda batu ginjal, infeksi saluran kencing, masalah ginjal, atau gangguan lainnya.

-Protein merupakan kandungan penting dalam tubuh. Setiap orang memiliki protein dalam darahnya. Namun, itu seharusnya hanya ada di dalam darah, bukan urine. Ginjal berperan dalam proses ini. Ginjal yang sehat mengeluarkan produk limbah dan air ekstra dari darah, tetapi meninggalkan hal-hal yang dibutuhkan tubuh, seperti protein. Saat ginjal terluka, protein bocor ke urine. Memiliki protein dalam urine akan menunjukkan bahwa unit penyaringan ginjal rusak oleh penyakit ginjal.

Keberadaan glukosa dalam urine biasanya merupakan tanda diabetes, demikian juga sel darah putih (sel nanah) yang merupakan tanda infeksi. Bilirubin adalah produk limbah dari pemecahan sel darah merah tua. Biasanya dikeluarkan dari darah oleh hati. Kehadirannya di urine mungkin merupakan tanda penyakit hati.

Jika ditemukan darah dalam urine, ini bisa menjadi tanda infeksi, masalah ginjal, obat-obatan tertentu, atau bahkan menjalani olahraga yang terlalu berat. Cek urine dapat membantu mendeteksi banyak penyakit sebelum kamu merasakan gejalanya. Menemukan dan menangani masalah sejak dini dapat membantu mencegah penyakit serius menjadi lebih buruk.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Urinalysis (Urine Test).
National Kidney Foundation. Diakses pada 2020. What is a Urinalysis (also called a "urine test")?