• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Air Hujan Aman Dikonsumsi?

Apakah Air Hujan Aman Dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Air adalah komponen penting untuk semua unsur kehidupan. Sebanyak 60 persen tubuh manusia terdiri dari air. Tubuh kehilangan air melalui berbagai proses biologis alami seperti berkeringat dan pembuangan limbah. Itu sebabnya, minum banyak air setiap hari membantu menggantikan cairan yang hilang dan menjaga tubuh tetap sehat dan berfungsi secara optimal.

Banyak orang yang terbiasa mendapatkan air minum dari keran, sumur, mata air, sungai, atau bahkan botol. Dari semua sumber tersebut, air hujan adalah salah satu sumber yang jarang orang pakai untuk dikonsumsi. Lantas, apakah air hujan aman dikonsumsi atau justru sebaliknya? Simak penjelasan berikut. 

Baca juga: Minum Air Putih 8 Gelas Sehari, Mitos atau Fakta?

Apakah Aman Mengonsumsi Air Hujan?

Faktanya, banyak komunitas di seluruh dunia bergantung pada air hujan sebagai sumber utama air minum mereka. Jadi, air hujan sebenarnya aman dikonsumsi asalkan airnya bersih. Namun, kamu juga harus tahu bahwa tidak semua air hujan aman untuk diminum. Beberapa faktor fisik dan lingkungan dapat dengan cepat mengubah air hujan yang segar dan bersih menjadi potensi bahaya kesehatan. Air dapat mengandung parasit, bakteri berbahaya, dan virus.

Ketika air hujan jatuh di area yang sangat tercemar atau bersentuhan dengan kontaminan, seperti kotoran hewan atau logam berat, air yang seperti ini tidak sesuai untuk dikonsumsi manusia. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk menampung air hujan kecuali kamu yakin seratus persen kalau air tersebut benar-benar bersih dan bisa dikonsumsi. Saat menampung air hujan, sebaiknya buat tampungan yang jauh dari benda atau kontaminan lain, sehingga air langsung jatuh ke dalam bak tampungan secara langsung. 

Baca juga: Serba Serbi Air Putih yang Belum Populer

Tips saat Ingin Menampung Air Hujan untuk Dikonsumsi

Ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kebersihan air hujan, termasuk seberapa sering hujan di wilayah tempat tinggal kamu, tingkat polusi udara, serta metode dan alat yang digunakan untuk menampung, mengolah, menguji, dan menyimpan air. Jenis bakteri, virus, atau parasit tertentu umumnya mudah dibasmi dengan merebus air, tetapi jenis lain mungkin memerlukan perawatan kimiawi sebelum airnya aman untuk diminum.

Untuk menghilangkan kontaminan kimia seperti logam berat, kamu mungkin perlu menggunakan sistem penyaringan air. Menurut CDC, air hujan yang ditampung untuk tujuan minum harus disaring, didesinfeksi, dan diuji secara teratur.

Apakah Air Hujan Punya Manfaat Kesehatan?

Sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukan kalau air hujan lebih sehat untuk dikonsumsi. Air hujan yang bersih punya manfaat kesehatan yang tidak jauh berbeda dengan sumber air lainnya. Melansir dari Healthline, salah satu klaim kesehatan air hujan yang umum adalah bahwa air hujan lebih basa daripada air keran, sehingga meningkatkan pH darah menjadi lebih basa.

Faktanya, baik air yang kamu minum atau makanan yang kamu konsumsi tidak akan mengubah pH darah secara signifikan. Tubuh memiliki sistem yang efisien untuk menjaga pH darah di angka 7,4. Jadi, kamu memilih jenis air untuk dikonsumsi tidak terlalu memengaruhi fungsi ini.

Baca juga: Antara Air Hangat dan Dingin, Mana yang Lebih Sehat?

Air hujan juga biasanya tidak bersifat basa. Sebaliknya, ini cenderung sedikit asam dengan pH sekitar 5,0–5,5. Mungkin bisa lebih asam apabila kamu mengumpulkannya dari lingkungan dengan banyak polusi udara. Itulah penjelasan seputar air hujan yang perlu kamu ketahui. Jika punya pertanyaan lain seputar kesehatan, kamu bisa hubungi dokter lewat aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Can You Drink Rainwater, and Should You?.
CDC. Diakses pada 2020. Rainwater Collection.