• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Azithromycin Mampu Mengobati COVID-19?

Apakah Azithromycin Mampu Mengobati COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Perjalanan panjang pembuatan vaksin corona membuat para peneliti dan profesional medis dunia mencari opsi lain untuk menahan serangan COVID-19. Salah satunya adalah dengan menggunakan maupun mengombinasikan obat-obatan yang sudah ada.

Selain hydroxychloroquine (HCQ) dan remdesivir, azithromycin dinilai dapat mengobati COVID-19. Infeksi virus korona diketahui menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan terutama paru-paru. Penggunaan obat seperti azithromycin yang memberikan efek imunomodulasi (menstimulasi sistem pertahanan tubuh) dapat digunakan untuk orang yang terinfeksi COVID-19. Pertanyaannya adalah seberapa efektif dan amankah azithromycin mengobati COVID-19?

Baca juga: Cek Risiko Tertular Virus Corona Secara Online Di Sini

Digunakan untuk Berbagai Infeksi, Termasuk Infeksi Menular Seks

Azithromycin adalah obat yang digunakan untuk penanganan infeksi bakteri tertentu, seperti bronkitis, radang paru-paru, penyakit menular seksual, infeksi pada telinga, paru-paru, sinus, kulit, tenggorokan, dan organ reproduksi. 

Obat ini juga digunakan untuk mencegah infeksi Mycobacterium Avium Complex (MAC) yang tak lain adalah infeksi paru-paru yang sering menyerang orang dengan HIV. Azithromycin terkadang juga digunakan untuk mengobati infeksi H. pylori yang menyebabkan diare, penyakit Legionnaires (sejenis infeksi paru-paru), pertusis (batuk rejan), babesiosis (penyakit menular yang dibawa oleh kutu), infeksi jantung pada orang yang menjalani prosedur gigi atau lainnya, serta untuk mencegah infeksi menular seks pada korban kekerasan seksual. 

Azithromycin dapat menyebabkan efek samping mulai dari yang ringan seperti mual, muntah, sakit kepala, sampai ke yang berat seperti detak jantung tidak teratur, pembengkakan pada kulit, kesulitan bernapas, kelelahan ekstrim, kelemahan otot, dan lain-lain. 

Baca juga: 3 Fakta Terbaru Penyebaran Virus Corona

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh US National Library of Medicine, azithromycin telah digunakan dengan hydroxychloroquine untuk mengobati pasien tertentu dengan infeksi COVID-19. Sejauh ini ada laporan yang beragam tentang efektivitas penggunaan azithromycin ketika dikombinasikan dengan obat lain untuk mengobati pernapasan. Pastinya, untuk penggunaan pada infeksi COVID-19, azithromycin haruslah dengan arahan dokter. 

Seberapa Efektif Mengobati COVID-19?

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh The Lancet, tidak ada peningkatan yang signifikan untuk pasien COVID-19 yang diobati dengan kombinasi hydroxychloroquine dan azithromycin. Hasil uji coba menunjukkan pemberian azithromycin tidak memberikan manfaat bagi pasien setelah penyakit berkembang dan pasien memerlukan rawat inap. Sejauh ini azithromycin paling sering diresepkan sebagai pengobatan rawat jalan.

Jika memang azithromycin tidak berperan dalam pengobatan COVID-19, ada baiknya dihindari untuk mengurangi konsumsi antibiotik yang tidak perlu. Dilansir dari Medical News Today, azithromycin tidak disetujui oleh Food and Drug Administration untuk digunakan sebagai pencegahan dan pengobatan COVID-19, kecuali jika digunakan dalam uji klinis.

Baca juga: Mitos dan Fakta Terkait Coronavirus

Ada kekhawatiran orang awam yang mencoba menggunakan obat-obatan ini dapat menghadapi konsekuensi kesehatan yang serius. Andrew Thorburn, D.Phil., profesor dan ketua Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Colorado, mengatakan satu-satunya cara untuk memastikan apakah obat ini aman dan efektif untuk COVID-19 adalah dengan uji klinis yang lebih besar dan dirancang lebih baik.Apalagi azithromycin juga dapat memiliki efek samping yang serius, termasuk risiko irama jantung yang berpotensi fatal. 

Pada umumnya, semua obat memiliki efek samping yang terkadang berbahaya dan bahkan bisa memperburuk keadaan. Itulah mengapa obat-obatan ini (azithromycin) hanya boleh dikonsumsi di bawah pengawasan dokter. Kekhawatiran yang lain adalah adanya penimbunan obat-obatan tertentu, sehingga orang yang mengidap penyakit lain dan obat tersebut dikhususkan untuk penyakit tersebut, menjadi kesulitan mendapatkan akses kesehatannya.

Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai COVID-19, tanyakan saja langsung pada dokter di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya mudah, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Azithromycin, Oral Tablet.
Healthline. Diakses pada 2020. Experts Warning: Don’t Use Off-Label Medications for COVID-19 Treatment.
Medline Plus. Diakses pada 2020. Azithromycin.
The Lancet. Diakses pada 2020. Azithromycin for severe COVID-19.
First Post. Diakses pada 2020. Azithromycin: What you need to know about this potential COVID-19 drug.
US National Library of Medicine. Diakses pada 2020. Azithromycin for COVID-19: More Than Just an Antimicrobial?